Luca's Secret

315 8 0
                                        

Luca merasakan rasa panas di pipinya ketika matanya terbuka perlahan. Penglihatannya masih buram namun bisa menangkap beberapa sosok di depannya. Ada dua orang pria dan dia bisa menebak bahwa salah satunya adalah Mr. Jacob.

"Nah lihat siapa yang datang," ucap Mr. Jacob ketika kesadaran Luca mulai kembali. Tanpa pikir panjang, Luca segera berdiri dari kursinya dan menunduk.

"Saya telah memperhatikan pergerakan dari musuh anda. Memang benar, Benicio Walter lebih berperan dalam penyelidikan perusahaan anda," ucap Luca sesopan mungkin. Sementara Mr. Jacob berjalan mendekatinya dan menepuk pundaknya.

"Bagus. Lacak lagi perusahaan itu. Operasi akan segera dimulai," ucap Mr. Jacob sebelum kembali menepuk pundak Luca. Namun Luca menepis tangan Mr. Jacob dengan wajah kesal.

"Tidak usah memukul kepalaku, Kak Manuel. Sakit kepala tahu nggak. Sampai lupa aku mau ngapain tadi," ucap Luca dengan nada kesal. Sementara yang dimarahi malah tertawa keras melihat Luca.

"Adikku yang bernama Luca Jacob ternyata masih lemah ya. Baiklah lain kali aku akan memanggilmu seperti anak kucing," ucap Mr. Jacob dan dibalas dengan geraman Luca yang berbalik berjalan keluar meninggalkan Mr. Jacob yang masih tertawa melihatnya.

Luca akhirnya menuju mobilnya sambil memegangi kepalanya yang berat. Bekas pukulan itu masih terasa di belakang kepalanya dan membuat Luca merasa pusing.

"Sialan!" ucap Luca sambil melajukan mobilnya di jalan raya dengan rasa pusing yang menusuk. Luca bersyukur karena dia masih bisa melihat dengan baik.

Luca akhirnya sampai di depan perusahaan Mr. Jacob dan mendapati Benicio yang sedang berdiri di depan lapangan parkir sambil menyembunyikan sesuatu di balik bajunya. Benicio pun memasuki mobil itu dan segera mengenakan sabuk pengaman. 

"Apa yang kau temukan? Dokumen apa itu?" tanya Luca sambil mengernyitkan dahi. Sementara dia kepalanya, ia tahu betul bahwa dokumen - dokumen itu memang sengaja ditempatkan oleh kakaknya agar ditemukan Benicio.

"Kau akan terkejut melihat ini. Karena dokumen ini berisi tentang data penjualan manusia dan hal - hal mengenai budak," ucap Benicio dan membuat Luca pura - pura membelalakkan mata.

"La... Lalu apa selanjutnya? Melaporkan itu?" tanya Luca sambil mengernyitkan dahi.

"Aku harus membaca dan menelitinya. Baru aku bisa bilang ini bukti. Bisa jadi ini jebakan agar aku dipermalukan atau malah dipercat bos kita karena melayangkan tuduhan palsu. Musuh kita besar kali ini," ucap Benicio dan dibalas oleh anggukan Luca.

Mereka akhirnya melaju menuju rumah persembunyian Benicio dengan kecepatan tinggi. Langkah selanjutnya telah ditentukan oleh Benicio.

Save The Baby (Complete)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang