Han Seon-Ho, aktor teater yang telah debut tujuh tahun yang lalu memperbaiki letak hoodie yang ia kenakan di kepalanya dan sekarang berjalan bersama seorang gadis buta yang tidak ia kenali. "Hati-hati," katanya melihat ada kabel-kabel di lantai kepada remaja tersebut.
Haru Tanaka yang mengenakan syal untuk menutupi wajahnya mengangguk, "Masih jauh?"
"Beberapa langkah lagi kita akan kembali ke dalam teater," kata Seon-Ho. Mereka berjalan dan walaupun sudah tidak banyak orang di dalem teater, Seon-Ho menunduk untuk tidak terlihat.
Jung-Yoon sama sekali tidak terlihat di dalam teater yang mulai sepi dan Seon-Ho mengerutkan dahinya, kemana manajernya pergi?
"Sudah tidak banyak orang," kata Haru yang melepaskan lengannya dari Seon-Ho. "Aku bisa mendengarnya—teater ini menjadi sepi."
Seon-Ho memegang lengan atas gadis itu, "Kiri," katanya.
Mereka berjalan dan ketika sudah sampai di depan pintu teater Haru melepaskan syalnya, "Hana?" ia berkata dengan cukup keras.
"Haru?" adiknya membalikkan tubuhnya dan Seon-Ho melihat gadis remaja yang lebih muda menghampiri mereka. "Haru, apa kamu baik-baik saja? Ada apa dengan dagumu? Papa dan Mama mencarimu. Mereka telah memanggil penjaga karena mengira kamu hilang. Ya Tuhan, kenapa dengan dagumu?" Hana terlihat sangat khawatir dan sama sekali tidak menyadari kehadiran Seon-Ho disebelah kakaknya.
"Ah, itu mereka," kata Hana menunjuk ke arah orangtua mereka walaupun hanya Seon-Ho yang bisa melihatnya. Seon-Ho yang melihat ke arah yang sama dengan Hana melihat Jung-Yoon manajernya. "Itu manajerku," katanya.
"Pria itu?" tanya Hana yang belum menyadari di balik hoodie pria yang berdiri di sebelah kakaknya adalah Han Seon-Ho. "Apa kamu yakin? Ia adalah pria yang dikira telah menculik Haru. Dan.... Siapa dirimu?" tanya Hana dengan curiga.
"Haru siapa dia?"
"Oh—Han...." Sebelum Haru bisa menjawab orangtua Haru mendatanginya. Ibunya menarik napasnya dengan lega dan ayahnya bertanya, "Haru apa kamu baik-baik saja?"
"Apa kalian mencariku?" tanya Haru. "Aku bilang aku akan sebentar."
"Dagumu, ada apa dengan dagumu? Dan siapa ini?" tanya Reagan Tanaka, ayah Haru yang menguasai lebih dari empat puluh persen semua industri di Korea melalui investasinya di berbagai sektor bertanya kepada anaknya yang terluka.
"Aku baik-baik saja. Aku hanya terjatuh. Kita bisa pulang sekarang, Papa."
Reagan Tanaka tidak bisa menerima jawaban tersebut dan bertanya kepada Haru, "Pria bernama Hwang Jung-Yoon—apa kamu mengenalnya? Ia memegang syalmu."
"Dia mengambilkan syalku kembali, Hwang Jung-Yoon adalah manajer pria ini—Han Seon-Ho," kata Haru mencoba untuk menjelaskan kepada orang-orang yang melingkar di dekatnya.
"Han Seon-Ho?" Hana tiba-tiba terkejut. "Han Seon-Ho oppa?"
Seon-Ho menunduk dan berkata, "Sepertinya terjadi kesalahpahaman disini. Haru ssi berjalan ke belakang panggung dan terjatuh di depan manajerku Hwang Jung-Yoon. Dagunya terluka dan saya membantunya menutup luka, lalu karena Haru ssi bersikeras saya juga membantunya kembali kepada Hana ssi—adiknya."
"Oppa tahu namaku?" Hana terlihat terkejut.
"Haru ssi yang memberitahuku."
"Oppa tahu namaku!"
Reagan Tanaka dan istrinya Maureen terlihat sangat bingung, sementara Haru hanya ingin pulang dan menyelesaikan kesalahpahaman diantaran mereka, "Apa kita bisa pulang sekarang?" tanya Haru. "Aku lelah."
"Tentu saja," Reagan berkata. "Maaf atas kesalahpahaman ini. Saya dan keluarga saya meminta maaf sebesar-besarnya," Reagan menunduk dan Seon-Ho berserta manajernya membalas dengan sama-sama menunduk dengan sopan.
Reagan meminta Haru untuk memegang lengannya tapi anaknya tidak melakukannya, "Haru?" tanya Reagan tidak yakin apa yang membuat Haru terdiam di tempatnya.
"Hmm, ini, syalmu," kata Haru mengembalikkan syal milik Seon-Ho walaupun ia tidak tahu pasti apa pria itu masih berdiri di sampingnya. Jung-Yoon mengambilnya dan menukarnya dengan syal gadis remaja itu yang ia temukan di kursi teater.
"Terimakasih," kata Haru.
Dengan sopan ia menunduk walaupun ia tidak tahu dimana semua orang berada. "Terimakasih, oppa," gumamnya. Seon-Ho yang sebenarnya masih berdiri di samping Haru tersenyum dan Hana dapat melihat senyuman tersebut melebar dan menunjukkan lesung pipi yang sangat khas dan dikenali.
Haru yang lebih muda lima belas tahun daripada Han Seon-Ho tersipu malu dan menunduk dengan sopan ke arah pria itu. Hari itu adalah hari ia mengingat suara pria itu dan Han Seon-Ho siapapun pria itu membuat Haru Tanaka untuk kali pertama dalam hidupnya ingin melihat.
KAMU SEDANG MEMBACA
On-Air | #Love No. 1
ChickLitSUDAH DITERBITKAN (PENERBIT: BUKUNE PUBLISHING) ON-AIR. © 2021, Cecillia Wangsadinata (CE.WNG). All rights Reserved. ========================================================= This work is protected under the copyright laws of the Republic of Indo...
