BAB 18

3.7K 820 137
                                        

Jackson duduk dengan santai di kursi depan bus yang berjalan dan mendengarkan dengan malas-malasan para anggota Six Brothers sedang membicarakan beberapa hal konyol dan mencoba untuk melucu di kursi belakang bus dengan beberapa kamera terarah kepada mereka. Para produser telah mengambil tempat duduk mereka termasuk Haru yang tengah membaca skrip yang harus ia bicarakan dengan Cheol setelah mereka sampai di Pohang.

Jackson membalikkan badannya dan melihat Haru duduk di kursi belakang dan jauh darinya. Ia berdiri dari tempat duduknya tapi jalan berbelok dan tubuhnya terhuyung. Jackson berteriak dan mencari pegangan agar tubuhnya tidak terjatuh membuat semua orang memperhatikannya. Pipinya merona merah ketika semua orang di dalam bus menatapnya sekarang. "Aku baik-baik saja," kata Jackson." Ia berdeham dan dengan canggung berjalan ke tempat duduk Haru. Wanita itu duduk sendiri dan sekarang menatapnya dengan sangat marah. "Aku hanya mau berjalan ke arahmu Cintaku," kata Jackson kepada Haru.

Haru berdiri dan menutup bibir Jackson dengan tangannya, "Diamlah, kita masih melakukan take," kata Haru bergumam lalu ia melihat kebelakang bus dimana para anggota Six Brothers masih terus berbicara. Haru melepaskan tangannya dari bibir Jackson yang ia bungkam, "Duduklah."

"Denganmu?"

"Ssttt," kata Haru, tapi wanita itu menggeser tubuhnya sehingga sekarang wanita itu duduk di dekat jendela membiarkan satu kursi untuk diduduki Jackson. "Apa kamu sibuk?"

"Ssttt!" Sekali lagi Haru memperingati Jackson untuk diam dan kali ini Jackson mengembuskan napasnya, "Baiklah, aku akan diam."

Setelah Shin PD memberi aba-aba untuk mengakhiri take dan membiarkan para anggota beristirahat, Jackso kembali berbicara kepada Haru, "Mereka telah selesai Haru."

"Apa yang sebenarnya kamu inginkan?" tanya Haru kepada Jackson. "Aku tidak mengenalmu sama sekali Sajang-nim. Kenapa kamu mengikutiku dan terus mengatakan hal konyol seperti aku adalah cinta sejatimu?"

"Aku mengatakan kalau kamu adalah cintaku, bukan cinta sejatiku—tapi baiklah kalau kamu ingin menggunakan kata itu. Kamu adalah cinta sejatiku."

"Kamu sangat menyebalkan dan kurang ajar Sajang-nim," kata Haru yang membuat Jackson Woo semakin terpukau. "Wow, I think my plan is going to work this time."

"Plan?"

"Ya, kalau kamu benar-benar membenciku, aku lebih mudah menjalankan rencanaku."

Haru membalikkan kertas skrip yang ia pegang dan menaruh di pangkuannya. "Apapun yang kamu rencanakan apa kamu tidak bisa melakukannya sendiri? Kenapa kamu harus membawa-bawa aku ke dalam rencanamu? Apa kamu berniat untuk menjatuhkan aku juga?"

"Aku hanya berniat untuk menjatuhkan diriku sendiri ke dalam hatimu, Cintaku."

Haru memutar kedua bola matanya, "Aku tidak mau."

"Tidak mau jatuh cinta kepadaku?" tanya Jackson.

"Aku tidak mau melihatmu Sajang-nim."

"Tapi aku adalah bos-bos-bos-bos-bos-sangat-besar-mu," kata Jackson. Haru sekali lagi menutup mulut pria itu dengan tangannya, "Apa kamu harus berteriak?" tanya Haru.

"Apa kamu harus berteriak Sajang-nim?" balas Jackson memperbaiki kata-kata Haru.

"Sajang-nim, aku mulai kehilangan kesabaranku."

"Aku belum."

Jackson tersenyum dan ia menyukai pembicaraannya dengan wanita dihadapannya yang terlihat marah. Tapi ia menyadari kalau ia akan melewati batasnya kalau ia terus memaksakan rencananya. Ia akan kehilangan kesempatannya. "Maafkan aku," tiba-tiba Jackson berkata dengan bersungguh-sungguh.

"Maafkan aku. Aku hanya perlu bantuanmu," Jackson berkata dengan bersungguh-sungguh. "I'll make you a proposition. Kamu menyukai Han Seon-Ho, kan?" tanya Jackson.

Haru kali menutup bibir Jackson dengan sangat cepat ia sangat yakin ia menampar pria itu dengan tangannya, "Sajang-nim!"

"Oh, aku benar," kata Jackson ketika ia mengelak dan melepaskan tangan Haru di bibirnya. "Bagaimana kalau kita bersekutu Haru, Cintaku? Bagaimana kalau kamu menjadi pacarku?"

"Aku akan dipecat, Sajang-nim."

"Siapa yang akan memecatmu? Aku? Tidak mungkin."

"Kalau begitu Anda yang akan dipecat," kata Haru dengan kesal.

"Jadi pacarku Haru. Memang rencanaku untuk dipecat dari posisiku," kata Jackson kepada Haru. "Tapi aku janji aku tidak akan membiarkan kamu kehilangan pekerjaanmu. Aku janji kamu akan mendapatkan Han Seon-Ho. Pria sepertinya, perlu pria sepertiku untuk mengerti arti perempuan sepertimu."

"No."

"Bagaimana rasanya mencintai seseorang yang sangat dekat denganmu tapi ia sama sekali tidak mengenalmu?" tanya Jackson dengan nada mengejek.

"Ia mengenalku Bodoh.Ia mengenalku ketika kamu menginjak tali sepatuku—ia tahu aku adalah gadis buta yang dulu pernah bertemu dengannya," kata Haru kepada Jackson.

"Buta?"

Haru menyipitkan matanya, "Oh, ya, dulu aku tidak bisa melihat."

Jackson menunduk dan menatap mata wanita itu, "Mata seindahmu pernah tidak bisa melihat?"

...

...

"Matamu indah, Haru Tanaka." 

On-Air | #Love No. 1Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang