BAB 15

3.8K 825 191
                                        

Han Seon-Ho memperbaiki rambutnya yang baru saja ditata oleh tim rias dan keluar dari mobil, ia menyapa beberapa staf dengan tersenyum dan menunduk ketika ia berjalan menuju meeting point dimana mereka akan mengambil take pertama untuk pembukaan Six Brothers. Ia melihat Kim Cheol dari kejauhan yang sedang dipasangkan mic oleh salah satu staf audio, lalu Bae Jong-Min dan Yoon Won-Shik sedang menertawakan sesuatu dan mereka terlihat telah siap untuk memulai. Sementara itu ia belum melihat Moon Jung-Hoon dan Choi Se-Yoon dan berpikir kalau mereka akan terlambat.

Shin PD tengah memberikan briefing kepada para tim inti ketika ia berjalan mendekat. Sekali lagi Seon-Ho menunduk dan tersenyum. Ia tidak melihat tim audio yang mendekat kepadanya dan merasa bingung untuk sesaat sampai wanita itu mendatanginya. "Oh, Haru ssi?"

"Ya," kata Haru kepada Seon-Ho. "Aku akan membantumu." Haru menaikkan belt audio kepada Seon-Ho dan pria itu mengangguk. Seon-Ho membuka jaketnya dan menaikkan sweater-nya membuat kaus yang ia kenakan terangkat bersamaan. Haru berdeham dan berkata, "Apa kamu ingin aku mengenakan audio belt-mu di balik kausmu?"

Seon-Ho dengan polos menyadari kalau kausnya terangkat, "Oh, tidak. Diatas kausku."

Haru mengangguk, "Tim audiomu akan bersamamu di Ulleungdo. Mereka telah pergi terlebih dahulu Han Seon-Ho ssi."

"Oh, begitu."

"Aku akan membantumu dan Cheol," kata Haru. Ia mengalungkan tangannya ke seputar perut Seon-Ho untuk memasangkan belt audio berisi mic dan baterai. "Berbaliklah Seon-Ho ssi," kata Haru tapi ia mengatakannya dengan suara yang begitu kecil dan rendah sehingga Seon-Ho tidak mendengarkan dengan baik.

"Apa?" Seon-Ho tiba-tiba berbalik dan menabrak Haru dan membuat tubuh wanita itu terhuyung kebelakang. "Maafkan aku Haru ssi," kata Seon-Ho dengan canggung. Haru berpegang kepada sweater pria itu dan tersadar kalau mereka begitu dekat sekarang.

Haru berdeham dan berkata, "Kamu harus memanggilku PD-nim Seon-Ho ssi."

"Oh ya, Haru ssi, PD-nim, apa kamu baik-baik saja?" tanya Seon-Ho kepada Haru.

"Ya," Haru mengangguk. Pria itu tersenyum dan ketika Haru mendongak ia dapat melihat kedua lesung pipi pria itu. "Apa kamu bisa menarik kabel mic-mu sekarang?"

Seon-Ho mengangguk setelah Haru memasangkan belt-nya ia menarik keluar kabel mic-nya agar wanita itu dapat berjinjit dan memasangkannya di kerah kausnya. Haru mengangguk dan berkata, "Sepertinya kamu siap Seon-Ho ssi. Pastikan mic-mu tidak terkena air atau tertutup dengan jaketmu, ya."

"Ya," jawab Seon-Ho.

Ketika Haru baru saja akan berbalik, Seon-Ho kembali bertanya kepadanya, "PD-nim?"

"Ya?"

"Apa aku pernah bertemu denganmu sebelumnya?" tanya Seon-Ho.

"Ready... Camera...." Haru mendengar Shin PD telah memberikan aba-aba untuk memulai take pertama walaupun beberapa anggota Six Brothers belum siap. Ia mengalihkan pertanyaan Seon-Ho dengan menjawab, "Sebaiknya Seon-Ho ssi bergabung dengan yang lain, Shin PD sudah memberikan aba-aba untuk memulai."

Seon-Ho tersenyum kepadanya dan Haru mengangguk. "Fighting Haru ssi—maksudku PD-nim." Haru membalikkan tubuhnya dan ia tersenyum. Ya, cukup untuk berada di dekatnya seperti ini, kata Haru kepada dirinya sendiri.

Ketika Haru duduk dengan beberapa asisten produser lainnya, ia mendengarkan Shin PD memberikan penjelasan kepada para anggota yang tengah direkam reaksi mereka akan kemana dan apa saja yang mereka lakukan di Ulleungdo dan besok di Dokdo. Mereka akan melakukan dua hari syuting berturut-turut untuk dua sampai tiga episode yang akan tayang di televisi dengan durasi sekitar satu setengah jam.

Haru memerhatikan Cheol dan Seon-Ho karena keduanya adalah tanggung jawabnya sampai mereka sampai di Ulleungdo. Tim audionya yang bertugas untuk Seon-Ho mengangguk kepadanya dan memberikan sinyal 'ok' dengan dua jari ketika mereka bisa mendengar suara yang keluar dari mic pria itu. Para anggota memberikan kata-kata pembuka mereka dan menunjukkan antusiasme yang tinggi karena mereka akan menghabiskan menaiki ferry menuju pulau Ulleungdo.

Ketika slate pertama telah selesai Haru berdiri untuk memeriksa naskah yang telah disiapkan oleh Min-Ah untuk Cheol. Haru berjalan ke arah Cheol yang sedang berbicara dengan Seon-Ho, tapi sebelum ia berbicara kepada Cheol seseorang dari belakang Haru menarik sweater yang ia kenakan dan memeluknya. "Halo cintaku," bisik pria itu.

Haru berteriak dan membalikkan tubuhnya. "Kamu!"

"Ya, aku, cintaku aku telah datang."

Pada saat itu semua staf Six Brothers yang baru saja akan bersiap-siap untuk melanjutkan perjalanan mereka ke Ulleungdo terdiam di tempat mereka ketika melihat kedatangan Jackson Woo Direktur Utama CWBS dan memeluk Haru Tanaka. Shin PD menyipitkan matanya tapi ia tidak mengatakan apapun di balik masker putih yang ia kenakan. "Aku sedang bekerja Sajang-nim," kata Haru mendorong tubuh pria itu menjauh. Tapi Jackson yang lebih besar dan tinggi darinya membuat Haru terperangkap. Jackson menggeleng-gelengkan kepalanya dan memeluk Haru dengan lebih kuat, "Tidak, tapi aku merindukanmu." Semakin Haru mendorong tubuhnya menjauh Jackson semakin memperkuat pelukannya.

"Sajang-nim!" kata Haru berteriak sekarang. "Apa yang akan orang-orang katakan?"

"Kalau kamu adalah cintaku," kata Jackson.

"This is more like a sexual assault, Sajang-nim," kata Haru menggunakan bahasa Inggris agar Jackson Woo mengerti kata-katanya. Tapi Jackson tidak terpengaruh dengan kata-katanya. "Aku tidak mengerti aku hanya memelukmu."

"Aku tidak ingin dipeluk. Lepaskan aku!"

Jackson kali ini mendengar kata-kata wanita itu yang terdengar sangat marah kepadanya, ia melepaskan wanita itu tapi ia tidak begitu saja melepaskan apa yang telah menjadi miliknya. Ia menginjak tali sepatu Haru dan ketika wanita itu berbalik, tubuh wanita itu jatuh dihadapan Kim Cheol dan Han Seon-Ho. Jackson berpura-pura bersikap polos dan berkata, "Oops!"

Sebelum Haru benar-benar terjatuh ke tanah yang kotor, ia merasakan seseorang menangkapnya dan berkata, "Aku tahu dimana aku mengenalmu PD-nim."

Haru yang menutup matanya mengetahui suara tersebut dan ketika ia membukanya, ia menyadari dua hal, ia tidak terjatuh ke tanah dan Han Seon-Ho telah menangkapnya, "Kamu adalah gadis teater itu, kan? Aku mengikatkan tali sepatumu. Aku ingat. Annyeong, olaenman-iya."[1]

____________

[1] Halo, sudah lama tidak bertemu (안녕, 오랜만이야)

On-Air | #Love No. 1Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang