Gulf saat ini berada di area latihan berkelahi. Setelah berlatih menembak bersama Tharn, Tharn harus pergi ke pemotretan majalah bahkan sebelum dirinya pergi sempat sempatnya Tharn memberikan kecupan di kening Gulf dan beranjak pergi selama Gulf masih loading sebelum ia merona sendiri saking malunya akibat ulah Tharn.
Dan sekarang disinilah dirinya, sendirian sambil menyalakan alat alat latihan karate. Untungnya Gulf tidak terlalu kaku dalam posisi aba aba nya.
"Mau berlatih denganku?"
Suara seseorang itupun sukses membuat Gulf lantas menoleh ke belakang dan bisa dilihat Mew tengah menatapnya dengan datar.
Gulf yang mendengar pun lantas mengangguk.
"Tunggu sebentar, aku akan berganti baju dulu" kata Mew tetapi langsung dicegah oleh Gulf.
"Tidak perlu Phi, kau cukup melepaskan jasmu dan sedikit membuka kancing baju mu. Terlalu lama jika menunggu mu lagi" kata Gulf dengan datarnya.
Dan perkataan Gulf sukses membuat Mew sedikit terkejut dan tak beberapa lama dirinya menyeringai.
"Aku tidak tau kau memiliki fetis semacam ini" kata Mew dengan seringainya.
Dan seketika saja Gulf membalas seringainya Mew dengan senyumannya.
"Jujur saja Phi, kalian telah sukses membuatku tergoda. Minus dengan aku yang mengiyakan menjadi tunangan kalian oke. Anggap saja sebagai perkenalan" kata Gulf yang diangguki oleh Mew.
Sepertinya ia benar benar akan merasa tertarik dengan pemuda tampan cantik ini.
Tak berapa lama mereka pun memposisikan saling berhadapan dengan Gulf yang sudah terlihat serius. Ia hanya penasaran apakah bisa menjatuhkan Mew?
Ooo~ membayangkannya saja membuat seorang Gulf Kanawut merasa tertantang akan pikirannya.
"Phi, jika aku bisa menjatuhkanmu. Imbalan apa yang akan kudapat?" Tanya Gulf dengan senyumannya.
Mendengarnya membuat Mew menatapnya dan tak berapa lama membalas senyuman Gulf dengan seringainya.
"Kau menantangku Kana?" Tanya Mew yang tengah menatap Gulf dengan tatapan laparnya.
"Hmm, entahlah bisa dikatakan seperti itu mungkin? Tapi, kalau aku yang menang aku akan meminta sesuatu kepada kalian berdua bagaimana?" Tawar Gulf dengan senyumannya.
"Memang kau mau apa?" Tanya Mew dengan penasaran.
"Well, sebenarnya aku sudah menyadari posisi ku. Tapi, siapa tau saja aku bisa menaklukkan kalian berdua bukan?" Perkataan Gulf barusan sukses membuat Mew benar benar merasa tertantang, ia tidak menyangka Gulf akan menantang dirinya seperti ini.
Tidak ada seorang pun yang berani menantang dirinya maupun Tharn, dan hanya pemuda satu ini saja orang pertama yang berani semena-mena terhadap dirinya.
Menarik. Membuat Mew benar-benar menginginkan bocah itu sekarang.
"Tidak masalah, apapun kesenanganmu akan ku turuti Kana. Tetapi ingat, jika aku yang menang berikan tubuhmu padaku dan juga Tharn" kata Mew dengan seringainya.
Ohoo~ sukses membuat Gulf merinding tetapi menginginkannya juga, lantas ia pun meneguk ludahnya. Membayangkan fantasy-fantasy liar dikepalanya tengah mengimajinasikan sebuah adegan tidak senonoh tentu saja.
And, its fucking so hot~
"Tantangan diterima Mew Suppasit~" jawab Gulf dengan nada menggodanya.
Shit, Gulf benar benar terlihat wild sekarang. Dan sukses membuat Mew merasa keras sekarang.
Dalam hitungan ketiga pun mereka mulai ancang ancang memposisikan tubuh dan setelah hitungan kesatu Mew maupun Gulf pun menyerang satu sama lain, sekarang benar benar terlihat sedang bertarung bahkan di mata keduanya sama sama menatap tajam satu sama lain.
Mew termundur setelah mendapatkan serangan dari Gulf, setelahnya ia pun membalikkan diri dan menahan tangan Gulf dibelakang tubuhnya.
Dan waktu berjalan 15 menit, Gulf benar benar terjatuh kelantai.
"I told you Baby. I will win this bet, and you must be prepared later" bisik Mew ditelinga Gulf, bahkan sukses membuat Gulf melenguh dengan ia yang saat ini tengah memeluk Mew dengan tatapan menggodanya.
"And I'll be waiting for that My Fiance" bisik Gulf tak kalah menggodanya ditelinga Mew.
Shit, Gulf Kanawut benar benar membuat dirinya ingin sekali menyentuh tubuh tersebut sekarang.
Jangan lupa, Gulf memiliki aroma manis seperti Vanilla entah itu karena Parfume nya atau dari tubuhnya, karena bagaimanapun dia terlihat sangat hot sekarang.
Mew lantas mengecup kening Gulf dan menariknya secara perlahan untuk bangun.
"Prepare yourself Kana, aku dan Tharn akan tidur dikamarmu" kata Mew yang hanya dibalas kekehan oleh Gulf.
Ohh? Apakah ini yang dinamakan Toxic Relationship? Karena demi apapun, Mew dan Tharn terlihat sangat terobsesi dengan lelaki cantik dan tampan ini sekarang.
Setelah Gulf selesai latihan, ia pun menidurkan badannya. Benar benar terlihat letih sekarang, bahkan ia sendiri pun tidak menyangka akan memberikan tantangan seperti itu kepada Mew.
Gulf kini telah berganti baju dengan piyama berwarna abu abu.
Dan Gulf tinggal menunggu kedatangan mereka berdua saja lagi.
Tok
Tok
Tok
Baru saja Gulf memikirkan dimana kedua manusia tampan tersebut sudah saja ada yang mengetuk pintunya dan langsung masuk bahkan tanpa jawaban dari Gulf sendiri.
Dan bisa Gulf lihat, Mew dan Tharn memakai Piyama Hitam dan Putih seperti malaikat pencabut nyawa dan iblis dan itu membuat Gulf benar benar meneguk ludahnya.
Dan kalau sekarang pun rambut mereka benar benar jatuh kebawah, tidak memakai Gel apapun terlihat benar benar kembar sekarang tetap saja tidak mengurangi ketampanan mereka berdua.
"Mau sampai kapan kamu menatap kami seperti itu Gupi?" Pertanyaan Tharn pun sukses membuat Gulf sedikit berjengit dan mengerjapkan matanya.
"Aku kira tadi kalian hanya bercanda untuk tidur dikamarku" kata Gulf dengan senyumannya.
Gulf dengan mulut manisnya benar benar definisi Malaikat dengan jiwa iblis didalamnya.
"Seorang Jongcheveevat tidak mungkin mengingkari janjinya Kana" kata Mew dengan tenangnya.
Gulf lantas berjalan untuk mendekati mereka berdua dan tiba tiba saja ia langsung menarik tangan mereka dan membawanya ketempat tidur dengan Gulf yang ditengah tengah mereka.
"Aku lelah~ anggap saja ini hutang ku karena tidak jadi bermain dengan kalian berdua" kata Gulf dengan erangannya.
Mew dan Tharn yang mendengarnya lantas terkekeh. Manis, Gulf benar benar manis bagi mereka.
"Perkataan Mew tidak perlu kamu turuti juga sebenarnya Gupi, asalkan kita tidur bersama seperti ini saja sudah membuat kami senang" kata Tharn dengan mengacak rambut Gulf.
"Aku tau ya isi otak kalian berdua, meskipun baru kenal tapi aku agak mengerti sifat sifat kalian wahai Tuan Tuan Jongcheveevat yang terhormat" kata Gulf sambil mengecup pipi Tharn dan juga Mew secara bergantian.
"Selamat tidur~" gumam Gulf yang langsung meninggalkan kekagetan dari keduannya.
"Mew, sepertinya keinginanku untuk mengurungnya benar benar semakin menjadi" kata Tharn yang kini tengah memeluk tubuh Gulf dari belakang karena sang empunya tengah berbaring secara miring menghadap Mew.
"Aku tau" gumam Mew yang langsung membalas kecupan Gulf di kening.
"Sweet Dream, Baby" gumam Mew dan Tharn setelahnya mereka pun masuk kealam mimpi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mine or Not ?
Fanfiction🚫 Warning, Agak menyerempet ke 18+ diharapkan berpikir ulang untuk membacanya 🚫 genres : Threesome Gulf Kanawut Traipipattanapong adalah seorang pemuda yang sudah di buang oleh keluarganya semenjak dirinya masih bayi, ia ditemukan oleh ibu panti...
