14

4.3K 339 23
                                        

selama berada di ruang makan tidak henti hentinya Kayla terlihat senang sekali saat bertemu dengan Gulf, bahkan kedua anaknya saja tidak ia pedulikan.

Liam sang suami hanya bisa menghela napas dengan kelakuan sang istrinya, bahkan Mild yang ikutan makan di keluarga ini saja sampai speechless.

ohh jangan pedulikan Gulf, karena urat malunya memang sudah terputus sedari awal jadi tidak kaget.

"Gulfie sayang, kalau misalkan Tharn sama Mew nakal kamu tembak saja mereka ok😉" kata Kayla dengan senyumannya.

dan membuat keduanya auto tersedak saat mendengar perkataan sang ibunda.

"tentu saja mom~ mereka kalo sedikit saja 'nakal' denganku, ucapkan selamat tinggal dengan wajah tampan mereka 😁" jawab Gulf yang sukses membuat Mew dan juga Tharn semakin speechless dengan pembicaraan mereka berdua.

semanis, uwu, lucu dan imutnya seorang Gulf Kanawut jangan sampai membangunkan seekor macan yang lagi tidur 😊👌.

.

.

setelah sesi makan bersama dengan diselingi obrolan ringan (sedikit yang hampir membuat Mew dan juga Tharn merasakan sport jantung) akhirnya mereka pun kini berada diruang tengah, kue kue yang dibeli oleh Gulf ditaruh kedalam kulkas karena mereka sudah kenyang duluan gara gara kebanyakan makan.

Mild telah pergi karena masih banyak (katanya) yang harus dia selesaikan sebelum misi selanjutnya dimulai.

sedangkan untuk pasangan ini mereka lebih banyak ber cuddling dan bermain game.

.

.

.

- Ditempat lain-

disebuah rumah seperti istana terdapat banyaknya pemuda yang berpakaian berwarna hitam dengan topi khas ala mafia dengan kacamata hitam dan sebuah walkie-talkie yang terpasang ditelinga mereka tengah berjejer rapi disetiap sudut ruangan tersebut.

sampai akhirnya pintu itu pun terbuka dan memperlihatkan siluet seorang pemuda tampan tengah berjalan pelan dan duduk di salah satu sisi tempat dimana sang Boss seperti tengah menunggu dirinya.

"beberapa anak buahmu telah terbunuh dengan cara yang unik, Jongcheveevat menurunkan langsung Anak didiknya Marian untuk menghentikan barang ilegal itu" seringai Pemuda tersebut saat melihat tatapan mematikan dari sang Boss.

"barangnya?" tanya sang Boss.

Pemuda itu pun lantas terkekeh dan ia pun melipatkan tangannya.

"terbakar dengan orang orang didalamnya" kata sang Pemuda yang langsung duduk didepannya dengan menyilangkan kakinya.

mendengarnya lantas membuat sang Boss tersebut terdiam, ia pun yang awalnya membungkukkan badannya kedepan lantas langsung memundurkan badannya dengan tangan yang masih tergenggam.

"tiga hari lagi adalah pertunangan keluarga Jahanam itu dan aku yakin Alexander dan Mick akan datang kesana bersama dengan sang penembak itu" kata sang Boss dengan wajah datarnya meskipun sang pemuda itu tau ia terlihat marah.

"kau kesana?" tanya Pemuda itu dengan santainya.

"lihat saja" seringai sang Boss dengan seramnya.

.

.

sementara itu sang Pemuda yang berada didalam Cafe atau kita sebut dia dengan panggilan Haii tengah menghubungi seseorang.

"Sang Jenius dengan Code name Sky ditemukan." kata Haii dengan seringainya. tidak berapa lama ia pun berjalan keluar dari Cafe tersebut sambil menunggu seseorang menjemputnya.

Mine or Not ?Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang