Hari yang ditunggu tiba, tepat pada hari Senin, tanggal Lima Belas bulan April. Lomba cerdas cermat disekolah SDN. 01 Lamasi diadakan.
Suasana dikelas sangat ricuh. Hampir semua teman sekelas berkerumun di tempat ku duduk sekarang.
"Putri, pokoknya kamu harus menang!" ucap salah satu dari mereka.
"Iya bener, kamu harus menang!"
"Kami yakin, kamu pasti bisa ngalahin kakak kelas!"Aku hanya terdiam dan tersenyum mendengar mereka ngoceh seperti itu. Sedangkan disisi kursiku ada Rani dan Ayu menatapku dengan malas.
Aku bergeser kesamping agar dekat dengan Rani.
"Ran!! ayo semangat?" ujarku memberi semangat kepada Rani.
"Ingat ya, kesepakatan kita?" Kata Rani berbisik pelan.
"Tentu saja, aku ingat!" balasku dengan senyuman.
"Baguslah," ucapnya.
Tak lama kemudian, Ibu Indry masuk kedalam kelas.
"Putri, Rani. Ayo ikut Ibu, lombanya sebentar lagi akan mulai." Tukasnya mengajak kami ikut dengannya.
Setelah sampai ditengah sekolah, tepatnya dilapangan sekolah. Aku mulai gugup melihat lawan yang akan kami hadapi, yaitu Fani murid kelas Lima sekaligus kakak kelas kami.
Serta Didi dan Andini dari kelas Enam.Setauku Fani adalah siswi yang berprestasi, dia sangat pandai dalam pelajaran biologi serta sejarah. Melihatnya membuat nyaliku menciut karena takut kalah olehnya.
Aku melirik Rani yang berada disampingku. Dia terlihat tidak gugup sama sekali, bahkan dia berdiri dengan tegak. Dia tak bergemin sedikitpun, Rani kemudian melihatku.
"Pokoknya kita harus menang Put, kita berdua kan sudah belajar bersama dengan giat!" ucapnya dengan penuh semangat.
Membuatku menjadi tak mau kalah semangat darinya.
"Baiklah, ayo semangat!" batinku memberi semangat kepada diriku sendiri.
*****
Peraturan dari lomba cerdas cermat adalah perwakilan dari kelas manapun, jika dia menang akan maju kebabak selanjutnya dan sejauh ini kelas Fani yang selalu menang. Bahkan Fani mampu menang melawan Didi dan Andini dari kelas Enam.
Setelah menunggu lebih dari Tiga Puluh Menit, akhirnya giliranku dengan Rani tiba. Kami berhadapan dengan Fani yang sedari tadi tidak terkalahkan.
Aku dan Rani mulai maju kedepan untuk memulai lomba tahap akhir. Karena kelas ku mendapat bagian akhir.
"Oke, ini babak akhir. Yang artinya siapapun yang menang di babak akhir ini, akan menjadi juara Pertama!" ujar MC Siska murid dari kelas Enam.
"Prok.. prok.. prook" suara tepuk tangan dari guru dan murid yang menonton.
"Silahkan jawab pertanyaan dariku ya!" ucapnya mulai membacakan soal.
•Pertanyaan Sejarah•
-----------------------------------
Kemanakah Soekarno dan Hatta di asingkan oleh Pemuda
ketika persiapan memproklamasikan kemerdekaan Indonesia?TEEETTT
Suara bunyi bel."Naah sekolah dari SD Negri 01 Lamasi silahkan jawab". Siska mempersilahkan
"Jawabanya Rengasdengklok." Saut Rani dengan cepat.
"Iyaaa benar!"
Tepuk tangan terdengar meriah.
Dari teman sekelas dan para Guru."Pertanyaan ke Dua ya!" tambah Siska.
•Soal Matematika•
------------------------------
Hitunglah operasi bilangan dari (-500)+125+200×3?"Silahkan pencet tombolnya sekarang."
Teet Teeett
"Yaa, silahkan murid dari sekolah SDN.01 Lamasi." Tambah Siska lagi.
"225" Jawab Rani dengan lantang.
Lagi-lagi Rani menjawab pertanyaan itu, dia tidak memberi kesempatan Fani dan Putri untuk menjawab.
Itu karena Rani berusaha dengan sungguh-sungguh. Aku tak bisa berbuat apa-apa karena kesepakatanku dengan Rani.
pertandingan itu berlangsung dengan sengit karena kedua kubuh sama-sama imbang. Rani menjawab soal sangat banyak, itu karena Putri yang memberikannya jawaban secara tersembunyi. Setelah lebih dari Tiga Puluh Menit. Pertandingan itu berakhir dengan kemenangan dari kelas Rani.
Sorak-sorak dari kelas Rani bergemuruh. Mereka senang karena dapat menang melawan kakak kelasnya.
"Horee kita menang!"
"Kau hebat Putri"
"Putriii!"
"Putri.. kau memang hebat!"Sorak-sorak dari teman sekelas yang berteriak memanggil-manggil namaku. Tapi tidak satupun dari mereka yang memanggil nama Rani.
Rasa senang karena dapat menang lomba, seketika itu sirna karena teriakan teman sekelasnya yang terus menerus menyoraki nama Putri bukan Rani.
"Ughh.. padahal aku yang menjawab pertanyaan lebih banyak dari Putri, tapi kenapa malah Putri yang mendapat dukungan dari mereka." Batin Rani, memasang wajah cemberut.
Pada saat penyerahan medali sebagai hadiah mendapat juara Satu berjalan dengan lancar. Setelah itu kami semua bubar dan pulang kerumah masing-masing.
Aku langsung berjalan pulang tapi aku tidak pulang bareng sama Rani. Karena aku melihat Rani yang masih duduk ditaman sekolah dengan Ayu.
Hay teman-teman >,<
Yuk ikutin terus kisah Putri dan kawan-kawannya...
Jan lupaaa di komen dan tekan tombol bintang yang tersedia disitu..
Supaya aku semakin smangat lanjutinnya>,< ...
Kyaaaaaa....Mohon dukungannya yaa gays
(Sungkem)

KAMU SEDANG MEMBACA
Illusion
Mystery / ThrillerMasa lalu yang kelam, membuatku terpuruk. Aku tak bisa melupakan masa lalu ku, begitu juga dengan dirinya.