Hari ini sangat cerah, matahari bersinar dengan terangnya. Aku berangkat kesekolah dengan hati yang senang, itu karena Rani dan Ayu kembali menjadi sahabatku.
Kali ini aku berangkat lebih awal, karena aku tak mau terlambat lagi seperti kemarin.
Setelah sampai disekolah, aku langsung memasuki kelas ku dan duduk dikursiku. Sambil menunggu jam pelajaran dimulai, aku melihat-lihat situasi diluar lewat jendela yang berada tepat disampingku.
Betapa kagetnya aku, malihat Rani yang jalan berdampingan dengan Fadil. Begitupun dengan Ayu, mereka berempat berjalan memasuki sekolah.
"Sejak kapan, mereka jadi akrab?" batinku. Mulai bingung dan bertanya-tanya.
Aku kemudian mengambil buku pelajaranku untuk membacanya berulang kali.
"Makasih ya kak," ucap Rani dari seberang balik pintu kelas.
"Daaah, kak Aldi," seru Ayu melambaikan tangannya.
Begitu mendengar suara mereka, aku langsung menoleh ke arah Rani dan Ayu yang mulai memasuki kelas dengan wajah penuh senyum gembira.
Begitu memasuki kelas, pandangan Rani langsung tertuju padaku.
"Kyaaaa, Putrii!" Seru Rani. Berlari menghampiriku lalu duduk tepat disampingku. Sedangkan Ayu, dia langsung duduk di kursinya.
"Cieee ... yang udah akrab." Ledekku, pada Rani seraya mencubit pelan pipinya.
"Iya nih! ehehee," balasnya terkekeh kala mengingat dirinya berjalan memasuki sekolah dengan orang yang sangat dia kagumi.
"Aku gak nyangka aja, bisa akrab dengan kak Fadil. Ternyata isu itu benar ya, kalau kak Fadil itu ramah dan tidak sombong," ujarnya, memuji-muji seniornya itu
"Syukurlah Ran, aku senang akhirnya kau bisa akrab dengan kak Fadil." Ujar ku, dengan gembira melihat sahabatku senang.
"Tapi ... kenapa kak Aldi sangat cuek padaku?" ucap Ayu. Merasa sedih karena dihiraukan oleh Aldi.
"Bukannya Kak Aldi memang jutek ya! dia juga suka jail sama murid yang lain." Imbuh ku, mencoba memberi pengertian padanya.
"Emm ... bener juga sih Put!" ucap nya, seraya menaruh jari telunjuknya didagu. Seperti sedang memikirkan sesuatu.
"Yu! kamu harus lebih berusaha lagi untuk mencuri perhatiannya kak Aldi." Kata Rani, memberi saran pada Ayu seraya berjalan lalu duduk disampingnya.
"Oke deh, makasih sarannya Ran!" ucap Ayu. Kemudian mereka berdua berpelukan.
Aku hanya tersenyum melihat mereka berdua senang dengan kedekatannya pada senior yang mereka kagumi.
"Slamat pagi Put!" sapa Tina teman sebangku ku yang baru saja datang, kemudian duduk disampingku.
"Pagi juga Tin," ucap ku. Dengan senyuman.
"Kalian lagi bahas apa sih?" tanya Tina, ingin tahu.
"Kami lagi bahas Kak Fadil dan Kak Aldi, soalnya mereka berdua tadi jalan bareng masuk sekolah dengan Rani dan Ayu," jawab ku, seraya menjelaskan rinciannya.
"Bagus dong .. soalnya kan, gada cewe yang berani deketin Kak Fadil kalau dia sedang bersama Kak Aldi. Yaa ... kalian tau lah sifat kak Aldi itu kek gimana." Jelas Tina, seakan dia sangat tau tentang Duo Harimau itu.
"Terserah deh! intinya aku seneng bisa ngobrol lama dengannya," ujar Rani. Seraya memegang kedua pipinya tersenyum membayangkan wajah Fadil.
"Ehh! ada Ibu Guru tuh," saut ku dengan segera. Setelah melihat Ibu Hidayah memasukin kelas.
KAMU SEDANG MEMBACA
Illusion
Misterio / SuspensoMasa lalu yang kelam, membuatku terpuruk. Aku tak bisa melupakan masa lalu ku, begitu juga dengan dirinya.
