capter 2 --Arti Sahabat

15 5 3
                                        

Aku bersekolah di SDN.01 Lamasi. Itu adalah Sekolah yang cukup populer akan gedung serta vasilitasnya. Sedangkan Kakak ku yang bernama Sitty bersekolah di Madrasah Ibtidaiyah, itu adalah Sekolah Swasta.
Walaupun kami sama-sama masih SD, tapi kami berdua bersekolah di tempat yang berbeda.

------------------------------------------------------
Setelah Empat tahun kemudian Aku selalu mendapat Peringkat Pertama di kelas dan itu membuat ku senang, bahkan banyak teman-teman yang minta di ajari soal pelajaran yang mereka tak kuasai.

Sekitar pukul 10:25 Pagi.
Di dalam kelas Ibu Guru sedang membagikan lapor serta membacakan peringkat para Murid nya.

"Baik lah anak-anak, Ibu akan membagikan lapor kalian!!"

"Baaikk Bu Guruuu!!" para Murid menjawab dengan serentak

"Peringkat Pertama!? Masih sama seperti Tahun lalu yaitu Putri! Ayoo beri tepuk tangan Anak-Anak"

"Prook.. Prook.. Prook" para murid tepuk tangan bersamaan.

"Waaahh, salamat ya Put!?" Seru teman-teman ku memberi ucapan.

Aku gak nyangka bakalan mendapat peringkat Pertama secara berturut-turut seperti ini,
hingga Wali kelas menyuruh ku untuk ikut kompetisi Cerdas Cermat antar Sekolah.

"Naah peringkat kedua adalah Rani! beri tepuk tangannya"

"Prook.. Prook.. Prookk" para Murid memberi tepuk tangan ke pada Rani.

"Uggh..  lagi-lagi peringkat kedua!"  batin Rani menatap lapor nya dengan raut wajah cemberut.

Setelah pelajaran usai, waktu istirahat pun tiba.

Seperti biasa Aku dan Ayu menghampiri Rani untuk mengajaknya ke kantin.

"Ran! ke kantin yuuk?" ajak ku ramah sembari memegang tangannya.

"Aku gak mau ke kantin sma kamu!" jawab Rani dengan ketus yang kemudian melepas genggaman tangan ku.

"Ehh.. knp? Aku dan Ayu mau ke kantin bareng, biasanya juga kita berti...?"

"Aku juga gak mau ke kantin sama kamu?" timpal Ayu dengan nada yang keras. Memotong omonganku yang tadi.

"Kee-kenaapa?" tanya ku yang kebingungan dengan sikap mereka yang tiba-tiba berubah?

"Kalau Rani gak pergi, yaa aku juga gak mau pergi." Jawab Ayu yang semula dia berdiri di sampingku lalu duduk di samping Rani.

"Udeh deh, pergi sana!!" sungut Rani kesal sambil mendorong ku.

Aku kemudian pergi dari hadapan mereka, dan kembali duduk di kursiku dengan menundukkan kepala.

    Bingung! karena sifat mereka berubah drastis setelah Ibu Guru membagikan lapor.

"Apa karena dia mendapat Rangking Kedua!"  pikirku.

   Kemudian aku mengangkat kedua kepalaku, mencoba melirik mereka yang ada disebelah tempat dudukku.

  Terlihat Rani yang masih cemberut manatap raport nya, menatap semua angka nilai dari setiap pelajaran. Lalu dia menoleh ke arahku, aku langsung memalingkan wajahku.

"Liat aja, tahun depan aku akan merebut peringkat pertama darimu!" ujarnya dengan tekat yang sungguh-sungguh.

   Aku hanya mendengarnya berbicara karena jika aku berbalik ke arah Rani. Pasti dia semakin marah denganku.

*
*
*

    Keesokan harinya di kelas. Ibu Guru sedang memberi kami tugas untuk di kerjakan dirumah.

IllusionCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang