3. Air Mata Kim Yoojung

215 39 10
                                        

Sebelum lanjut baca chapter 3, gue mau bilang kalau cerita ini terinspirasi dari
ost Run On - Ride Or Die
Jadi pas dengerin sambil lihat artinya tetiba pingin bikin FF Sehun -Yoojung yang baru
Jadilah Ride Or Die yang kalian baca ini
Jadi buat teman-teman boleh sambil dengerin nih lagu biar makin enak baca ceritanya hehe
••
Happy Reading ya
Maaf kalau typo bertebaran, gue jarang pratinjau dulu soalnya sebelum publis.

•••••


Setelah keributan yang Sehun buat tadi, Yoojung yang merasa kesal memilih masuk kedalam kamarnya dan membersihkan dirinya. Sungguh dirinya sangat terkejut dengan apa yang ia lihat tadi. Kemarahan Sehun yang mengerikan, sorot matanya sangat tajam seolah siap membunuh saat itu juga—apa dia seorang psikopat?"

Tok tok...

Yoojung pun terkesiap sebab suara ketukan pintu kamarnya.

"Siapa..."

"Saya nyonya..."

"Masuklah..."

Kepala pelayan itu pun membuka pintu kamar Yoojung dan berjalan mendekati Yoojung yang tengah duduk didepan meja riasnya.

"Nyonya makan malam sudah siap..."

"Lima menit lagi aku akan turun"

"Baiklah nyonya...."

Kepala pelayan yang bernama Lee Seyong itu pun membalikkan tubuhnya dan hendak melangkah keluar. Namun baru beberapa langkah suara Yoojung menghentikannya.

"Bibi Lee, apa tuan Oh selalu bersikap seperti tadi?"

Kepala Pelayan itu pun kambali membalikkan tubuhnya kearah Yoojung.

"Nyonya saya adalah pelayan anda, jadi silahkan panggil saya pelayan Lee saja"

"Pertanyaannya ku bukan tentang itu bibi, dan aku akan tetap memanggil mu dengan bibi Lee saja"

"Tapi nyonya...."

"Jangan membantah bibi Lee, dan bibi belum menjawab pertanyaan ku tadi"

"Baiklah nyonya, Ne tuan Oh memang sedikit temperamental, jika dia sudah marah bahkan bisa berbuat yang lebih menyeramkan dari pada itu hingga para pelayan berakhir dirumah sakit"

Yoojung pun terkaget hingga menutup mulutnya dengan keduan tangan.

"Bibi tidak sedang bercanda bukan?"

"Tidak nyonya, tapi hal seperti tadi adalah yang untuk pertama kalinya"

"Tadi..."

"Ne, tuan Oh langsung berhenti ketika nyonya meminta"

Yoojung pun hanya terdiam mendengar ucapan bibi Lee barusan.

"Baiklah nyonya saya pamit kebawah dulu"

"Tunggu sebentar, kita turun bersama saja. Aku ganti baju dulu"

Setelah Yoojung mengganti bajunya, ia pun turun bersama dengan kepala pelayan. Yoojung melihat sekitat ruang makan yang terlihat sepi.

"Apa tuan Oh tidak makan?"

"Tuan Oh sudah pergi nyonya, setelah mendapat telepon dari tuan Park"

"Aa begitu..., jadi aku akan makan sendirian"

"Ne nyonya, kami sudah menyiapkan makanannya nyonya, silahkan..."

"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
RIDE OR DIECerita yang bikin terobses. Temukan sekarang