8. Salju Terakhir Yang Menghangatkan

211 38 7
                                        

[Yoojung POV]

Sudah lima hari aku berada di rumah sakit. Dan lima hari itu juga satu-satunya orang yang tak mau ku ajak bicara hanyalah Sehun. Setelah Sehun tahu akan luka ku, rasa bersalah kembali bertamu dalam diriku.

Sebenarnya aku sadar, seharusnya aku tak bersikap seperti ini pada Sehun. Namun hati ku menolak akan kesadaran itu dan tetap merasa bersalah pada dirinya.

Dan Sehun tak memaksa, aku juga merasa bingung mengapa seolah sangat memahami keadaan ku mengingat ia orang yang berkuasa atas hidupku sekarang.

Namun meski begitu bukan berarti Sehun tak datang ke rumah sakit untuk memantau keadaan ku. Setiap malam Sehun selalu berada di sini, menemani ku dalam kesendiriannya. Diam-diam Sehun selalu datang ketika aku sudah tertidur, dan Sehun akan pergi sebelum aku terbangun. Ya, seperti itulah yang dia lakukan. Dia mengira aku selalu tertidur pulas karena obat. Padahal sebenarnya aku tidak selalu benar-benar tertidur hingga tahu apa yang dia lakukan.

Setidaknya sudah empat malam Sehun melalukan hal itu untuk ku. Terkadang justru aku yang memperhatikan dirinya tertidur dengan wajah lelahnya, dan aku semakin merasa bersalah.

"Apa kau masih enggan bicara dengan Sehun?" ucap Hyojo unie pada ku saat ia masuk kedalaman kamar inap ku bersama Jane.

"Kau tega sekali padanya Jung~a. Sudah empat malam ia tidur di sofa itu dan kau menyadarinya tapi kau masih belum mau bicara dengannya" Jane menimpali.

"Jangan berfikir Sehun membenci mu karena kau membohonginya. Sehun tak berfikir seperti itu" jelas Hyojo unie pada ku dan di ikuti anggukan Jane.

"Benarkah...?" ucap ku ragu.

"Jika dia berfikir kau membohonginya bukankah seharusnya dia sudah marah dan bisa saja menceraikan mu. Tapi dia tak melakukan itu. Lelaki itu bahkan terus datang hanya untuk memastikan kau baik-baik saja".

Aku terdiam. Ucapan yang baru saja unie lontarkan begitu menyentil hati ku.—sekarang kau yang terlihat kejam Yoojung.

"Mungkinkah Sehun menyukai mu...?"

"Eeiii..., kau ini bicara apa Jane, apa kau lupa nama wanita yang ku ceritakan pada mu"

"Aa...ye, wanita yang pernah kau dengar namanya dari mulut nya itu ketika kalian tidur bersama saat kau sakit. Siapa namanya...Yoo...?"

"Yoora..."

"Ne, Yoora...nama yang juga pernah kau dengar dari pelayan mu bukan?"

"Yoora!...." ucap Hyojo mengulangi.

"Unie mengenalnya?" tanya ku karena wajah unie terlihat berfikir.

"Aniya, aku tak memiliki kenalan bernama Yoora. Tapi aku seperti  pernah mendengar nama itu"

"Aaa, mungkin nama pasien mu unie" ucap Jane.

"Lalu, siapa Yoora itu?"

"Aku pun tidak tahu unie.., tapi ku rasa wanita bernama Yoora itu lah yang Sehun cintai..."

"Lalu mengapa Sehun tak bersamanya dan justru dia menikahi mu?" selidik Jane penasaran.

"Molla..., bahkan alasan Sehun menikahi ku saja aku tak tahu pasti. Ia hanya menawarkan bantuan untuk perusahan appa dengan syarat kami menikah"

"Aku jadi curiga dengan suami mu Jung~a"

"Apa yang mau kau curigai darinya Jane?. Bukankah sudah biasa para chebol menikah dengan alasan bisnis didalamnya"

"Lalu apa kau menyesal menikah dengannya?"

"Entahlah..."

"Jawaban macam apa itu...?" Jane tak terima begitu juga dengan unie yang ikut merasa kesal.

RIDE OR DIECerita yang bikin terobses. Temukan sekarang