Kamu adalah akhir dari hidupku selamanya
Bahkan jika aku melihat masa lalu, masa depan ku adalah kamu
Kau seperti putihnya awan yang menghiasi langit ku yang kelabu
Disaat hujan dan air mata jatuh, bagaimanapun juga kamu adalah aku
Bahkan jika aku b...
Sehun menepati janjinya untuk ikut ke rumah kakek. Dan tentu apa yang Sehun lakukan kali ini membuat Junghwan merasa sangat bahagia. Pasalnya, selama ini Sehun tak pernah mau datang kerumah kakek meski untuk acara keluarga sekalipun.
"Noona gumawoyo..." ucap Junghwan seraya menggenggam erat tangan Yoojung dan menampilkan senyuman manis diwajahnya.
"Ne, kau pasti merindukan nenek dan kakek bukan?, nanti bersenang-senanglah dengan kakek"
"Noona juga, noona harus lebih mengenal kakek. Kakek orang yang sangat baik, meski...entah mengapa hyung sekarang membencinya. Mungkin jika nenek, appa dn eomma masih ada hyung takkan seperti sekarang"
"Hyung mu datang, jika dia mendengar apa yang kita ucapkan bisa-bisa moodnya berubah dan dia tidak jadi ikut nanti"
"Ne.., aku akan mengunci mulutku noona"
Keduanya pun terkekeh kecil sebelum Sehun masuk kedalam mobil yang sudah ditumpangi Yoojung dan Junghwan lebih dulu.
Sesampainya di mansion, Sehun menyempatkan untuk mengganti baju terlebih dahulu. Sedang Junghwan dan Yoojung memilih menunggu dirinya di dalam mobil.
Sedan mewah milik Sehun melaju dengan tenang. Sesekali ia melirik ke kursi belakang dimana Yoojung dan Junghwan duduk seraya bercanda bersama.
"Apa kalian begitu senang?" ucapnya dengan mata yang masih menatap lewat kaca spion.
"Ne... " jawab keduanya kompak.
Sejurus dengan jawaban Yoojung dan Junghwan, Sehun hanya bisa menggelengkan kepalanya seraya tersenyum.
Yang sebenarnya terjadi, tak hanya Junghwan yang merasakan kerinduan pada kakek nenek meraka. Di dalam lubuk hati Sehun pun sangat merindukan kakek dan nenek. Terlebih Oh Sehun sangat dekat dengan Kakek. Namun setelah kabar kematian kedua orangtuanya dan juga Yoora, Sehun seketika menutup hatinya untuk kakek. Selama ini Sehun menganggap sebab kematian ketiga orang yang berarti di dalam kehidupannya adalah kakek.
"Hyung..."
Sehun terkesiap, mendengar namanya di panggil oleh Junghwan.
"Wae...?"
"Gumawoyo..., karena sudah mau ikut bersama kami"
Sehun tak menjawabnya, ia hanya menatap keduanya lagi melalui kaca spion dan kemudian kembali fokus menyetir.
Junghwan tersenyum manis meski tak mendapatkan balasan dari kakaknya, ia bisa mengerti dan ia yakin kakak lelaki satu-satunya itu pun tengah merasakan hal yang sama dengannya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Dua jam perjalanan akhirnya meraka sampai di sebuah bangunan mewah yang tak kalah dari mansion milik Sehun.
Sehun memarkirkan mobilnya, dan kemudian mereka semua berjalan bersama memasuki mansion yang hanya di tinggali oleh kakek dan para pelayan setianya.