Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Setelah berlatih keras selama seminggu ini, dan sekarang lah waktu nya Beomgyu dan yang lain memperlihatkan kerja keras latihan mereka untuk mempertahankan piala bergilir itu agar tetap berada di Seoul Internasional School.
Ara, Yaya, dan Yura sedang berada diruang tunggu, karna Yaya ingin memberi semangat untuk Soobin.
"Ih ka Soobin mana si?" Yaya terus mundar mandir menunggu Soobin yang sedang mengganti bajunya ditoilet.
"Kamu duduk sini dulu, sebentar lagi Soobin selesai ko gantinya" ucap Ara dan Yaya hanya menurut, ia pun duduk di samping Ara.
Clekkk..
Pintu terbuka dan 12 siswa perwakilan dari Seoul Internasional School itu pun masuk.
"KA SOOBIN" Yaya langsung berlari ke Soobin dan memeluknya. "Kakak lama banget ganti nya, ade udah lama loh nunggu disini"
"Mulai" gumam Soobin dan tersenyum mengelus kepala adiknya itu. "Kan nunggu yang lain juga de"
"Ka ubin semanget ya!!" Yaya menang seperti itu pada Soobin, jika Soobin akan pergi atau mengikuti lomba Yaya akan sedikit manja dan menyemangati Soobin seperti anak kecil.
"Iya Yaya makasih"
"Kakak tenang aja Yaya bakal duduk paling depan buat nyemangatin kakak" Yaya melepas pelukannya dan mengangkat kedua tangannya memberi semangat.
"Gue baru tau, segalak-galaknya Yaya dia punya sifat yang manja sama kakaknya" gumam Jungwon terdengar oleh Ara dan Yura yang tepat berdiri dibelakang nya.
"Yaya emang gitu ka, jadi jangan heran" bisik Yura pada Ara.
"Ekhmm"
Ara dan Yura pun menengok ke belakang, mendapati Yeonjun yang sedang memakai headband dikepalanya.
"Gak mau ngasih semanget gitu?" tanya Yeonjun.
"Semanget ka" ucap Yura cuek.
"Kalo gak niat gak usah, makasih! Pergi sana lu" usir Yeonjun melepas kembali headband nya.
"Dihh ngusir"
Ara hanya terkekeh melihat perdebatan Yura dan Yeonjun. "Njun" panggil Ara dan Yeonjun pun langsung melirik Ara sambil tersenyum. "Semangat yah, tunjukin latihan kamu selama seminggu ini, semangat!!" Ara tersenyum dan mengangkat satu tangannya menyemangati Yeonjun.
Yeonjun senang bukan main, ia pun mengelus kepala Ara lembut, entahlah Yeonjun juga tidak tau semenjak ia mengenal Ara ia memiliki hobi baru, yaitu mengelus kepala Ara seperti sekarang.