Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Beomgyu menjatuhkan tubuhnya tepat di hadapan Ara, posisinya sekarang seperti berlutut. Ara jelas terkejut, ia pun memundurkan sedikit langkahnya.
"Kamu ngapain gyu?" tanya Ara kembali mendekat dan memaksa Beomgyu untuk berdiri. "Kamu sakit?" tanya nya lagi dengan tangan kanan yang mengusap rambut Beomgyu kebelakang.
Beomgyu diam tidak menjawab, ia hanya menatap Ara dengan mata sendunya.
"Badan kamu panas gyu, mending kamu izin buat pulang sama pak Taehyung" ucap Ara melepas pegangannya pada Beomgyu.
Beomgyu sedikit oleng saat Ara melepas tahanannya. Mungkin karna tubuhnya sangat lemas jadi Beomgyu sulit untuk keseimbangkan tubuhnya.
"Aku panggil Yeonjun dulu yah buat anter kamu pulang" Ara mengambil tangan kanan Beomgyu dan melemparkan nya pada bahu kanan nya untuk membopong Beomgyu ke kelas.
Ara menduduki Beomgyu di tempatnya, setelah selesai ia beranjak dari duduknya berniat memanggil Yeonjun namun..
Grepp..
Beomgyu lebih dulu menarik lengannya dan membuat Ara kembali menoleh. "Aku gapapa ko"
Ara duduk di kursi sebelah Beomgyu dan kembali memegang dahi Beomgyu yang tidak terhalang oleh handband. "Tapi kamu demam gyu, kamu sakit kan?"
Beomgyu menggenggam lengan Ara, dan mengarahkannya pada dada bidang nya. "Ini yang sakit ra, sakit banget"
Ara hanya diam, menatap Beomgyu yang juga menatapnya dalam.
"Hidup aku berantakan sejak kamu pergi" Beomgyu masih menggenggam lengan Ara di dadanya. "Aku harus apa supaya kamu maafin aku?"
Tess..
Bersamaan dengan itu air mata keduanya menetes. Mereka masih saling tatap satu sama lain bahkan genggaman tangan Beomgyu pada tangan Ara semakin erat.
Dari lubuk hati Ara yang paling dalam, sebenernya ia masih mencintai Beomgyu, namun setelah tau kebohongan Beomgyu memacarinya hanya karna ia mirip dengan cinta di masa lalunya Ara sedikit demi sedikit berusaha menghilangkan rasa cinta itu.
Soal memaafkan, Ara sudah memaafkannya. Namun jika untuk kembali ia tidak bisa, Ara benar-benar tidak membuka pintu hatinya lagi untuk Beomgyu, tapi tidak tau jika besok atau lusa.
"Maafin aku hikss" Beomgyu terisak sambil menunduk dengan posisi tangan yang sama. Beomgyu menghapus air matanya dan tersenyum getir kearah Ara. "Kamu tau? Aku gak pernah ngemis kaya gini sebelumnya, aku kaya gini karna aku gak mau kehilangan kamu"