Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Bel pulang sudah berbunyi sekitar 45 menit yang lalu, dan Ara masih menunggu Beomgyu didepan halte sekolah. Sejak Beomgyu pergi begitu saja dari kelasnya, Soobin bilang Beomgyu absen jam terakhir, dan tas Beomgyu pun tidak ada ditempatnya.
Ara terus menghubungi Beomgyu, mengirim pesan, namun tidak ada jawaban dari Beomgyu. Handphone nya pun tidak aktif dan itu membuat Ara khwatir.
"Kamu kemana gyu?" Ara terus menelpon Beomgyu dan tetap tidak ada jawaban.
Ara terus menengok kanan kiri memastikan ada Beomgyu disana, namun tetap jalan terlihat sepi. Ara pun kembali menghubungi Beomgyu.
Tinn.. Tinn..
Ara menengok dan mendapati mobil sport putih milik Yeonjun dan berhenti tepat dihadapanya.
"Ra" Yeonjun keluar dari mobil dan berdiri disamping Ara sambil menyisir rambutnya kebelakang.
"Njun, kamu belum pulang?" tanya Ara namun ia tidak menoleh, ia masih pokus pada handphone nya.
"Gue habis ngerjain tugas tambahan dari pak Jimin, lo sendiri kenapa belum pulang?"
"Aku nungguin Beomgyu" jawab Ara menatap Yeonjun sekilas dan kembali pokus pada handphone nya.
"Beomgyu? Emang dia kemana?"
Ara menyimpan handphone nya kedalam saku jas dan menatap Yeonjun. "Kamu tau kan pas Beomgyu tiba-tiba keluar dari kelas tadi?" tanya Ara dan Yeonjun mengangguk. "Kata Soobin Beomgyu absen jam pelajaran terakhir, dan aku udah berusaha ngehubungin dia tapi gak ada balesan" jelas Ara.
"Mungkin urusan mendadak makanya dia gak sempet ngabarin lo" ucap Yeonjun namun Ara malah cemberut dan menatap jalan. "Kalo lo mau pulang bareng gue aja"
Ara kembali menatap Yeonjun dan tersenyum. "Kamu duluan aja njun"
"Lo mau disini sampai kapan ra?"
"Aku gak tau" jawab Ara menggeleng lesu.
"Ayo gue anter pulang, nanti kalo Beomgyu nyariin tinggal bilang kalo lo udah nunggu dia di halte tapi dia gak dateng" ucap Yeonjun dan Ara berfikir sebentar. "Udah ayo, lama kalo lo mikir dulu mah" Yeonjun langsung mendorong Ara kepintu samping dan membukakan nya pintu.
"Tunggu"
"Apa lagi?"
"Jangan anter aku pulang, anter aku ke supermarket deket rumah aja yah" pinta Ara tersenyum dan Yeonjun hanya mengangguk mengiyakan.
"Iya gue anter ke supermarket, sekarang masuk" Yeonjun kembali mendorong Ara masuk ke mobilnya dan ia pun berlari kepintu pengemudi dan menjalankan mobilnya menuju supermarket.