Memori Yang Kembali

552 101 7
                                        

Selamat Membaca ....


Suka dengan apa yang kau lihat?

.

.

.

.

Seulgi seketika sadar dengan apa yang ia ucapkan, rasanya seperti dejavu. Apa dia pernah pada posisi ini sebelumnya? kenapa kata-kata itu mengalir begitu saja. Sedang Irene sekarang berlari keluar kamarnya meninggalkan Seulgi sendiri. Mukanya tampak merah padam seperti menahan amarah, kenapa dia? Seulgi bahkan tidak ada clue sama sekali kenapa Irene terlihat marah. Lalu setelah memperbaiki pakaiannya ia berlari menuju Irene yang sedang membereskan barangnya dan ingin pergi tapi, Seulgi segera menahannya.

"Unnie kau mau kemana?"

"Kau." Irene menarik nafas kasar menahan amarah, "kau ingat kan?"

"Ingat apa? apa maksudmu" wajah Seulgi benar-benar terlihat bingung saat ini.

"Jangan berlagak tidak tahu, Kau ingat kan malam itu.." suara Irene tercekat karena emosi, dia hampir melupakan malam itu tapi suara berat Seulgi tadi membuat dia teringat lagi dan sekarang dia pura-pura tidak mengerti.

"Malam itu? apa maksudmu? apa kita pernah bertemu sebelumnya?" Seulgi masih menahan tangan Irene karena bingung tanpa sengaja ia menggenggam dengan sangat kuat agar Irene tidak kabur darinya.

"Lepaskan aku Seulgi kau brengsek." irene berusaha melepas genggaman

"aku brengsek? tolong jelaskan? kenapa kau marah apa yang kulakukan?" tanya Seulgi sekali lagi.

"lepaskan aku ini sakit."

"kumohon Unnie jelaskan padaku, kenapa kau sangat marah? Kenapa kau tiba-tiba marah? aku benar-benar bingung saat ini." Ada nada tulus pada wajahnya Seulgi benar-benar frustasi ia merasa buntu ia kehilangan sesuatu dan dia benci itu. "kumohon Unnie jelaskan padaku, aku benar-benar bingung saat ini, kenapa kau marah"

"Kau bertanya apa kita pernah bertemu sebelumnya? apa kau pura-pura sekarang? atau memang kau hanya selalu seperti ini? mempermainkan wanita dan meninggalkannya. oh aku tau kau memang selalu seperti itu kan? tidur dengan sembarang wanita saat kau mabuk dan melupakannya."

"hah? apa aku pernah tidur denganmu?" dengan bodohnya Seulgi bertanya

"yang benar saja, sekarang kau bertanya? dan bahkan kau melihatku seperti tidak pernah bertemu denganku sebelumnya dasar brengsek." Irene mengeluarkan semua emosinya. 

Setelahnya Seulgi tersadar Irene sudah tidak dihadapannya. Seulgi merasakan getaran pada seluruh tubuhnya keringat dingin membasahi tubuh gadis monolid itu seketika kejadian kejadian menghampiri dirinya melayang di otaknya. Seperti sebuah rekaman film tapi itu bukan film itu adalah sebuah memori, ya itu adalah ingatannya. Kepala Seulgi seperti akan pecah kenangan-kenangan ia tak sengaja lupakan menari-nari dikepala saat ini entah kenapa dia berusaha mengingat semuanya mencari detail kecil kejadian yang terjadi antara dia dan Irene. Kenapa Irene begitu marah? dia benci melihat orang marah padanya disaat dia tak tahu apa-apa.

***

TW // Blood, selfharm

Wendy kembali dari kantornya saat sudah mulai gelap, ia langsung menuju apartemen Seulgi. Dari tadi hatinya gelisah, Seulgi tidak menghubunginnya sama sekali jadi ia buru-buru memasukkan pin apartemen Seulgi dan ketika pintu dibuka ruangan itu gelap, Seulgi tidak menyalakan lampunya.

"Seul." Panggil Wendy hati-hati dia yakin Seulgi dirumah dia berjanji tidak akan kemana-mana pada Wendy sebelumnya. Wendy mencari saklar lampu dengan meraba-raba dinding ketika ketemu ia langsung menyalakannya.

Caramel MacchiatoTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang