Math and Spring
By. AurelChaca_
Keterangan:
-tanda (•••) = pergantian waktu, tapi masih di dalam hari yang sama
-tanda (~•~•~) = pergantian hari
***
~°•°•. MATH and SPRING .•°•°~
"Roséanne Park, kamu terpilih menjadi perwakilan sekolah untuk kompetisi olimpiade Matematika."
Mendengar penuturan Bu Mira—wali kelasnya—, Rosé hanya mengangguk. Dia tidak keberatan. Lagi pula matematika adalah pelajaran favoritnya.
"Saya sendiri, Bu?" tanya Rosé.
"Nggak. Nanti ada siswa dari kelas lain yang terpilih juga. Lomba akan di adakan sekitar satu bulan lagi. Mulai sekarang kamu harus belajar lebih banyak tentang matematika."
"Saya akan usahakan, Bu."
"Cukup informasi yang mau Ibu sampaikan. Jam ini kalian kosong. Pak Indra tidak berangkat. Kalau begitu saya pamit. Selamat siang."
"Siang, Bu."
Setelah Bu Mira pergi, kelas menjadi ramai. Sudah cukup lama kelas Ini tidak mendapat jam kosong. Terakhir kali jam kosong mungkin sekitar satu bulan lalu. Hal itu menjadikan siswa-siswi kelas menjadi sangat senang.
"Wah! Rosé kepilih jadi perwakilan! Hebat deh temen gue!" seru Lisa, teman sebangku Rosé.
"Kira-kira siapa, ya, partner lo?" tanya Yeri, siswi yang duduk di depan Rosé.
"Nggak tau. Mungkin si Jaemin itu. Katanya 'kan dia jago matematika," jawab Rosé.
"Lo nggak keberatan jadi perwakilan buat olimpiade matematika?" tanya Lisa.
"Nggak sama sekali. Malah gue seneng."
Lisa dan Yeri menatap aneh Rosé yang menjawab demikian. Bagi Lisa dan Yeri, matematika adalah hal yang mematikan. Itu sudah dijelaskan dari namanya yang mengandung kata 'mati'. Mendengar namanya saja Lisa dan Yeri merasa terancam. Maklum, mereka berdua tidak suka dengan matematika.
•••
Tidak biasanya kantin sesepi ini. Ini jam istirahat pertama. Bisanya akan sangat ramai. Lantas kenapa hari ini sepi?
"Tumben sepi. Pada ke mana?" tanya Yeri.
Lisa yang tak tau, menjawab dengan mengangkat bahunya. Langkah mereka mendekat menuju salah satu meja kosong dengan dua bangku panjang yang berhadapan. Bisa di bilang itu adalah tempat favorit mereka untuk singgah di kantin.
"Mau pesan apa?" tanya Rosé.
"Aku es teh anget aja deh," jawab Lisa yang kemudian mendapat pukulan di pundaknya.
"Nggak ada es tapi anget. Nggak usah ngadi-ngadi deh lo, Lis!" sungut Yeri.
"Ya maaf. 'Kan gue niatnya bercanda."
"Bercanda sana sama setan. Bercanda mulu lo."
Rosé sudah terbiasa dengan itu. Lisa dan Yeri memang sudah di kenal sebagai Tom and Jerry. Mereka akur adalah hal yang langka.
KAMU SEDANG MEMBACA
DARAH HIGH MUMBUL
FanfictionKontes kepenulisan FF oneshot teamorosie untuk umum.
