* * * * *
Klinting!
"Hyung!" Jungwon langsung menghampiri Taehyun dan Soobin yang terlihat kerepotan dengan barang belanjaan mereka, Jay juga ikut dibelakang Jungwon
Jungwon membantu Taehyun sedangkan Jay membantu Soobin.
"Oh! Ada Jay juga rupanya" ucap Taehyun setelah selesai menata barang belanjaan di dapur
"Ah... Ne hyung.. Itu anu aku mau ijin mengajak Jungwon keluar" ucap Jay malu - malu
"Ajak saja, tapi jangan pulang terlalu malam ok!" ucap Taehyun
"Oke hyung! Kajja Jungwonie" ucap Jay, Jungwon mengangguk dan berjalan beriringan bersama Jay, tentu setelah berpamitan pada Taehyun dan Soobin
"Sepertinya aku juga harus kembali, Yeonjun hyung membutuhkanku" ucap Soobin
"Pergi saja, untuk apa juga kau memberitahuku!" ucap ketus Taehyun
"Galak amat sih... Tapi I like it.. Ya kan aku takutnya kau malah kangen padaku" goda Soobin, Taehyun hanya memutar bola matanya malas
"Sepertinya tingkat kepercayaan dirimu sudah melewati batas ya!.. Sana pergi!" usir Taehyun mendorong - dorong Soobin keluar, yang didorong malah tertawa
"Baiklah-baiklah.. Sampai besok manis, kalau kangen telpon saja" ucap Soobin mengerling jahil pada Taehyun yang pipinya sudah memerah
"Apa matamu itu sering kelilipan hah!" ketus Taehyun, tapi Soobin lagi-lagi tertawa
"Mungkin iya, dan sepertinya kau juga menyukainya, wajahmu saja memerah!" Soobin makin semangat menjahili Taehyun, mendengar perkataan Soobin, Taehyun langsung memegang pipinya rasanya panas, deberan jantungnya juga tidak karuan
"PERGI SANA!!!" usir Taehyun lagi kali ini dengan wajah memerah amat sangat
Soobin hanya tertawa mengejek sambil berlarian keluar dari toko, hari-harinya benar-benar indah, sangat berbeda dengan dulu, meski dulu dia berpacaran dengan Jihan, tapi rasanya tidak semenyenangkan saat dia bersama Taehyun, apa ini artinya jodoh ya? Hmm secara alami kedua orang yang memang saling memiliki akan merasa sangat nyaman jika berada di dekat satu sama lain.
Taehyun melihat kepergian Soobin dari jendela toko, entah mengapa ada perasaan tidak rela Soobin pergi, meski Taehyun sendiri yang mengusirnya.
*
*
*
*
Baru saja Soobin ingin membuka pintu mobilnya, tapi suara yang amat sangat dia kenal menghentikannya.
"Soobin hyung... Boleh kita bicara sebentar?" tanya Jungwon disampingnya ada Jay, Soobin menatap kedua orang itu dengan bingung, bukannya tadi Jungwon dan Jay sudah pergi duluan
"Tentu saja " ucap Soobin dengan senyum ramahnya
"Tapi tidak disini hyung" ucap Jungwon lagi, Soobin mengangguk mengerti
KAMU SEDANG MEMBACA
Blue Hour (√)
FanfictionPertemuan antara mimpi dan kenyataan dibawah langit 5:53 pm...
