* * * * *
Jeju 10:01 pm
Soobin memandang keluar jendela kamar tempatnya menginap, matanya menatap langit bertabur bintang diatas sana, diluar tampak banyak pohon maple yang daunnya mulai berguguran, pemandangan yang sangat indah.
Setelah menikah Soobin bersama Taehyun langsung berangkat ke Jeju untuk bulan madu, selama tiga hari dua malam, tadinya Soobin ingin mengajak Taehyun ke daratan Eropa tapi Taehyun lebih suka tempat yang sejuk dan penuh dengan pemandangan alam seperti di Jeju, Soobin tentu tak bisa menolak keinginan sederhana Taehyun.
"Bin kau mau mandi?" tanya Taehyun yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan tubuh terbalut bathrub
Soobin menoleh kearah Taehyun dengan senyum penuh arti dibibirnya, kaki panjangnya melangkah mendekati Taehyun yang diam membeku ditempatnya.
"Tentu... Jangan tidur dulu ne" ucap Soobin mencuri satu kecupan dibibir Taehyun sebelum memasuki kamar mandi, tentu hal itu membuat pipi Taehyun bersemu merah dan jantungnya berdetak kencang
Dengan buru-buru Taehyun mengganti bathrubnya dengan piyama biru kotak-kotak miliknya dan langsung naik keatas kasur, punggungnya bersandar pada brankar atas ranjang, tangannya memegangi dada kirinya, mendadak Taehyun merasa sangat gugup.
Selang 15 menit Soobin keluar dengan keadaan segar setelah mandi, tapi Taehyun langsung menutup wajahnya begitu melihat Soobin keluar kamar mandi hanya dengan mengenakan handuk yang melilit pinggangnya, memperhatikan enam kotak yang tersusun rapi diperutnya.
"Kenapa sayang?" tanya Soobin tersenyum usil
"Yak! K-kenapa tidak pakai baju!?" tanya Taehyun masih menyembunyikan wajah merahnya
"Buat apa? Toh nanti juga di buka" ucap Soobin menyeringai naik keatas ranjang berhadapan dengan Taehyun, tangan Soobin menarik turun kedua tangan Taehyun agar Taehyun melihat kearahnya
"Kenapa pipimu merah begini heum?" goda Soobin mengelus pelan pipi Taehyun
"Di-diamlah" ucap Taehyun terbata, membuat Soobin tertawa
"Baiklah aku akan diam, tapi kurasa kau yang tidak akan bisa diam setelahnya Taehyunie..." ucap Soobin menyeringai tampan
"Yaaa!!..."
Soobin menarik tubuh Taehyun agar tidur telentang dibawahnya, lantas Soobin mendekatkan wajahnya dengan Taehyun, sampai kedua kening mereka menyatu.
"Apa kau sudah siap?" tanya Soobin tersenyum pada Taehyun
"Aku istrimu sekarang, jadi tentu saja aku siap.." sahut Taehyun malu-malu
Taehyun berhasil membuat seringai kian melebar dibibir Soobin, segera saja Soobin langsung melahap bibir Taehyun, melumatnya atas bawah secara bergantian, kedua tangan Taehyun kini sudah memegang pundak lebar Soobin, lidah Soobin terjulur membuat gerakan mengetuk bibir Taehyun,
Taehyun langsung membuka mulutnya dengan sukarela, tentu saja lidah Soobin langsung melesak kedalam mengaitkan lidahnya dengan lidah Taehyun, sehingga kini kedua lidah itu saling membelit dan mengecap rasa satu sama lain, sampai menghasilkan suara decapan dan saliva yanh entah milik siapa mulai merembes keluar dari mulut Taehyun.
KAMU SEDANG MEMBACA
Blue Hour (√)
FanfictionPertemuan antara mimpi dan kenyataan dibawah langit 5:53 pm...
