* * * * *
Dengan kedua telinga yang tersumpal headset, Taehyun melangkahkan kaki-kaki kecilnya menuju sekolah.
Raut wajah Taehyun benar-benar seperti orang yang tak memiliki semangat hidup, rasanya hari ini dia ingin bolos saja, tapi jika dia melakukan itu hidupnya tidak akan menjadi lebih baik dan sebaliknya hidupnya akan makin berantakan,
Karena sudah tentu baik Ibu dan Ayahnya hanya akan mencaci maki dirinya.
Jalan setapak yang dilalui Taehyun kini penuh dengan dedaunan yang telah menguning, itu karena sekarang sudah memasuki musim gugur jadi daun-daun di Pohon mulai berjatuhan.
"Ayah! Ayah aku mau balon itu! " terlihat seorang anak laki-laki menarik-narik tangan Ayahnya meminta dibelikan balon, dan Sang Ayah tampak tertawa dengan tingkah menggemaskan putranya
Sang Ayah langsung menggendong anak laki-laki itu "tentu saja, jangankan satu kalau kau mau lima Ayah pasti memberikannya" sang anak yang mendengar itu terlihat tertawa dengan sangat bahagia.
Taehyun terus memperhatikan Ayah dan anak itu dari kejauhan, ekspresinya terlihat sangat datar tapi matanya memancarkan sesuatu yang dia sendiri tak bisa menjelaskannya.
"Ibu tau kemarin aku mendapat nilai 100 untuk test seni bu" dari kejauhan tampak seorang yeoja mengenakan seragam sekolah berjalan bersama seorang Yeoja paruh baya disampingnya yang dia panggil Ibu, ditangan Yeoja yang lebih muda tergengam kantung-kantung plastik yang sepertinya isinya belanjaan
"Wah! Benarkah putri Ibu memang hebat!" puji Sang Ibu, tapi si Yeoja muda itu langsung cemberut "tapi.. Test matematikaku hanya 80 bu" nada suara Yeoja muda itu sedikit kecewa
Namun sang Ibu justru tersenyum lembut dan membelai pipi si Yeoja muda "tidak masalah, jika kau terus belajar Ibu yakin nilaimu akan naik" si Yeoja muda langsung tersenyum manis mendengarkan tuturan Ibunya
"Pasti bu! Aku akan berusaha!" dengan semangat menggebu-gebu Yeoja muda itu berkata dengan yakin, membuat sang Ibu tertawa "baiklah Ibu percaya, selepas sekolah cepat pulang ne Ibu akan buatkan bulgogi untukmu" mendengar perkataan Ibunya si Yeoja muda kembali berteriak senang.
Lagi-lagi Taehyun terus memperhatikan interaksi Ibu dan Anak itu yang berjalan melewatinya, Taehyun menghela nafasnya kemudian menggeleng pelan, lantas melepaskan headset ditelinganya dan tangan Taehyun bergerak menaikan penutup hoodie hitamnya kembali, yang langsung menutupi kepalanya
Kaki-kakinya kembali melangkah menyusuri jalan setapak untuk sampai ke sekolah.
"Hahahaha itu lucu!"
Taehyun mengangkat sedikit kepalanya karena mendengar tawa seorang yeoja, dan benar ada seorang Yeoja dan namja yang mengenakan seragam sekolah berbeda dengan Taehyun, sepertinya mereka sepasang kekasih dari sekolah lain pikir Taehyun, itu karena sang Yeoja menrangkul lengan namja yang sangat tinggi menjulang disampingnya dengan begitu mesra
Namja tinggi dan Yeoja cantik itu berjalan menuju kearah Taehyun
'Mereka terlihat seperti pasangan yang bahagia, sepertinya semua orang bahagia hari ini, kecuali aku' batin Taehyun miris
KAMU SEDANG MEMBACA
Blue Hour (√)
Fiksi PenggemarPertemuan antara mimpi dan kenyataan dibawah langit 5:53 pm...
