Kalista, gadis dingin dan enggan bersosialisasi harus berurusan dengan pria tengil seantero Kampus Nirwana karena menolaknya, ia harus menerima perlakuan tak menyenangkan dari penggemar berat si pria yang terkenal sebagai pangeran kampus.
"Pangeran...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Share location rumah kamu"
"Buat apa?"
"Buruan"
Dia tak menyangka jika Kalan akan sepeduli itu, bayangkan saja ini jam dua malam tapi pria itu sekarang berada di balkon kamar Kalista. Bagaimana bisa? Kalista tak habis pikir jika pria yang mengaku sebagai kekasihnya itu bersikap selayaknya kekasih idaman.
"Kal, bukain. Aku dari tadi di luar, kamu tega?"
Kalista menggeser pintu pembatas balkon kamarnya, pria itu tersenyum dan segera menarik tubuh Kalista ke dalam pelukannya.
"Syukurlah kalau kamu baik-baik aja"
Kalista terdiam, entah mengapa pelukan Kalan begitu mendamaikan hatinya yang tadinya ia ketakutan karena mimpi buruk yang selalu menghantui tidur nyeyaknya kini dia seakan melupakannya. Pelukan Kalan semagic itu.
"Aku akan nyalahin diri aku sendiri kalau terjadi sesuatu dengan kamu Kal, tapi ternyata kamu baik-baik saja. Thank God"
"Kal"
"Hm, bisa dilepas gak? Kamu meluknya terlalu erat, aku jadi susah nafas"
Kalan segera melepaskan pelukannya dan terkekeh, ia mencubit gemas kedua pipi Kalista membuat si empunya hanya terpaku tak dapat mengeluarkan kata-kata.
"Kamu kok sampai nekat kesini segala, terus gimana caranya kamu tiba-tiba ada di balkon kamar aku. Jangan bilang kalau kamu manjat ya Kal?"
"Hehe"
Pria itu terkekeh sambil mengelus tengkuknya, Kalista menggelengkan kepalanya tingkah ajaib yang dilakukan Kalan kali ini membuatnya tersentuh, pria itu larut malam ke rumahnya hanya untuk memastikan jika ia baik-baik saja, bolehkah Kalista merasa sedikit tersanjung? Ia belum pernah diperlakukan semanis ini, belum ada yang pernah baru Kalan.
"Ya udah sekarang kamu balik sana sebelum orang tua aku tau kalau ada maling yang masuk mengendap-endap ke kamar aku"