Changmin telah pamit pulang. Sekarang hanya ada Hyunjoon dan Hyunjae.
"Uncle. Joonie ingin makan sesuatu." Hyunjoon memanyunkan bibirnya lucu dengan menatap Hyunjae yang baru keluar dari kamar mandi.
"Emmm...Hyunjoon mau sandwich?" Tanya Hyunjae bertumpu lutut didepan Hyunjoon.
"Eung eung. Hyunjoon mau apapun itu, telselah pada uncle yang membuat." Hyunjoon tersenyum lucu pada Hyunjae.
"Baiklah, ayo kedapur." Hyunjae menggandeng Hyunjoon kedapur.
Hyunjae mendudukkan Hyunjoon dikursi bar. "Diam dan hati-hati ya, nanti Hyunjoon bisa jatuh."
"Nee, uncle."
Hyunjae membuka almari pendingin. Ia mengambil telur, keju, dan roti gandum. Hyunjae hanya akan membuat sandwich yang simple dengan tiga bahan itu saja.
Beberapa menit akhirnya Hyunjae selesai berkutat dengan masakan. Tapi anehnya tak ada suara apapun dari Hyunjoon saat ia berseru jika sandwich sudah siap dimakan.
Ia melihat Hyunjoon yang meletakkan kepala dilipatan tangan yang ada diatas meja. Si balita ternyata sudah tertidur.
Hyunjae terkekeh kecil. Ia meletakkan piring sandwich itu dimeja. Dengan perlahan Hyunjae menggendong Hyunjoon untuk dipindahkan ke ranjang kamarnya.
Hyunjae mengelus lembut rambut Hyunjoon. Ia nenyelimuti Hyunjoon hanya sebatas dada.
Hyunjae tersenyum sendu. Waktu memang cepat berlalu jika kau menikmati setiap gerakan jarum jam.
Tak terasa hampir lima tahun berlalu. Bayinya telah tumbuh menjadi anak yang lucu sekarang. Rasa ingin mengambil Hyunjoon dari Juyeon pada dirinya tinggi. Tapi ia ingat, selama ini Hyunjoon adalah sumber semangat Juyeon.
Hyunjae mengambil ponselnya. Ternyata ada banyak missing call dan pesan masuk dari Juyeon. Hyunjae pun membaca pesan dari Juyeon.
Lee Juyeon
Apa Hyunjoon sudah tidur?
Dia sudah makan kan?
Apa dia merepotkanmu?
Ah mian
Aku pulang besok
Apa kau tak keberatan mengantar Hyunjoon sekolah?
Jika keberatan aku akan menyuruh Eric mengambil Hyunjoon
Karena sudah jaga-jaga, seragam Hyunjoon dan beberapa buku ada ditasnya
Missed call from Lee Juyeon
Missed call from Lee Juyeon
Mian aku baru membukanya
Tenang saja
Hyunjoon aman padaku
Selesaikan saja pekerjaanmu hyung
Jangan lupa untuk istirahat
Tak butuh waktu lama ternyata, Juyeon langsung membaca pesannya. Hanya dibaca. Tapi setelah itu ponselnya berdering dan layar ponselnya muncul nama Lee Juyeon. Hyunjae pun mengangkat panggilan dari Juyeon.
"Eoh Hyunjae! Hyunjoon sudah tidur?" Tanya Juyeon mengawali dari seberang sana.
"Iya, sudah." Balas Hyunjae seadanya.
"Ah syukurlah. Dia tak merepotkanmu bukan?" Tanya Juyeon lagi.
"Tentu saja tidak." Jawab Hyunjae dan berjalan keluar kamar.
"Apa kau akan tidur sekarang?"
"Tidak. Masih belum mengantuk."
"Jangan begadang."
"Katakan itu pada dirimu sendiri hyung. Bahkan dijam segini kau masih bekerja." Sarkas Hyunjae.
"Hahaha..mian. Ah sungguh aku merasa marah dengan orang itu. Bodohnya aku yang tak tahu jika ia menipuku."
KAMU SEDANG MEMBACA
Mistakes || JUJAE
FanficSebuah kesalahan besar yang Juyeon lakukan dimalam itu. Entah sampai kapan ia tak menemukan siapa ibu dari putranya. Masa lalu yang terus terbayang dan masa depan yang belum terencana untuknya. ☽♥︎☽♥︎ [SLOW UPDATE] Warning-!!⚠️⚠️ bxb•mpreg•yaoi•cr...
