Pagi ini Eric tak datang karena memang rencananya Juyeon mengajak Hyunjoon untuk ikut bekerja. Hyunjoon sudah sangat senang. Setelah mandi dia langsung menyiapkan sendiri barang-barang yang harus dia bawa. Seperti mobil-mobilannya, dan beberapa mainan lain.
"Daddy, hully!!" (Hurry) seru Hyunjoon dari ruang tengah. Sementara Juyeon masih memasang dasi dikamarnya.
"Wait, kitten!" Seru Juyeon untuk menyahuti Hyunjoon.
Si balita itu menunggu Juyeon disofa. Ia mengayunkan kakinya yang tak menapak pada lantai.
"Mari sarapan lebih dulu. Daddy sudah memasakkan makanan kesukaan Hyunjoon." Juyeon yang datang langsung menggendong putranya ke ruang makan.
"Aaaa! No daddy! Tulun, tuluuunnn!!" (Turun,turuuunnn) Hyunjoon merengek dan menggeliat meminta turun dari gendongan sang papa.
"Ahahaha! No baby!" Juyeon tertawa dan masih menggendong Hyunjoon. Si balita menatap papanya dengan wajah yang mengerut kesal.
"Daddy is hald head!" (Daddy is hard head)
"Hah? What's the hard head?"
"Hald is kelas and head is kepala. So daddy kelas kepala!" (Hard is keras and head is kepala. So daddy is keras kepala) bibir Juyeon menganga mendengar penjelasan putranya.
"Ahahaha!! No like that baby! Keras kepala is stubborn. You also stubborn like me. Dari mana Hyunjoon tahu kata itu, hmm?" Tanya Juyeon dan menaikkan alisnya menatap Hyunjoon.
"From cartoon." Jawab Hyunjoon begitu polos menatap Juyeon.
"Hahaha..cute." Juyeon mendudukkan Hyunjoon dikursi bar dapur.
☽♥︎☽♥︎
"Balonku ada lima. Lupa-lupa walnanya. Hijau kuning kelabu melah muda dan bilu. Meletus balon bilu, DOL!! Hatiku tangat kacau. Balon ku tinggal tiga, yang kuning taken daddy~"
Juyeon tertawa mendengar Hyunjoon bernyanyi dengan lirik yang diganti. Jika ia tak fokus menyetir, mungkin ia sudah memeluk dan mencium Hyunjoon saking gemasnya.
"Kenapa Hyunjoon mengganti liriknya?" Tanya Juyeon dengan melirik Hyunjoon sekilas.
"Because, it's so funny!!" Jawab Hyunjoon dengan girang. Setelahnya ia tertawa lucu yang membuat Juyeon ikut tertawa.
Mereka pun sampai. Juyeon turun lebih dulu, ia membuka pintu untuk Hyunjoon dan melepas seatbelt yang dipasang.
"Daddy my bag!!" Seru Hyunjoon saat Juyeon menggendongnya keluar mobil. Juyeon pun mengambilkan tas kecil bergambar kucing milik Hyunjoon. Ia membantu Hyunjoon memakai tasnya.
"Daddy tuluun! I want to walk!" (Daddy turuun!) Juyeon menghela nafas, ia menurunkan Hyunjoon dan menggandeng tangan mungil si balita. Mereka berjalan beriringan. Bertepatan dengan Younghoon yang juga berjalan masuk ke kantor.
"Uncle blead!!" (Uncle bread!!) Hyunjoon kerap mendengar Juyeon memanggil Younghoon roti, alhasil Hyunjoon meniru Juyeon dan memanggil Younghoon 'uncle bread'.
"Baby Joonie! How are you?" Dengan antusias Younghoon menghampiri Hyunjoon dan berjongkok untuk menyamakan tinggi dengan Hyunjoon.
"I'm otay uncle blead!" (I'm okay uncle bread) Hyunjoon mengacungkan jempol kecilnya didepan Younghoon.
"Aaaa! I miss you so much, baby Joon~" Younghoon mencubit kecil kedua pipi gembul nan lucu Hyunjoon.
"Nado, uncle blead!" Hyunjoon menyengir lucu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mistakes || JUJAE
FanfictionSebuah kesalahan besar yang Juyeon lakukan dimalam itu. Entah sampai kapan ia tak menemukan siapa ibu dari putranya. Masa lalu yang terus terbayang dan masa depan yang belum terencana untuknya. ☽♥︎☽♥︎ [SLOW UPDATE] Warning-!!⚠️⚠️ bxb•mpreg•yaoi•cr...
