Juyeon terbangun dari tidurnya. Ia melihat si kecil yang tidur menelungkup diatasnya. Juyeon menatap sendu saat dirasa badan Hyunjoon masih panas.
Juyeon meraih ponselnya diatas nakas. Ia ingin menghubungi guru Hyunjoon supaya si kecil itu absen dari sekolahnya.
Setelahnya Juyeon menghubungi Sakura, sekretarisnya. Ia baru ingat jika hari ini ada rapat penting dengan para petinggi perusahaan. Ia diwajibkan untuk menghadirinya.
Tapi jika keadaan Hyunjoon seperti ini, ia mana tega meninggalkannya dan lebih mementingkan pekerjaannya.
"Jam berapa rapat dimulai?" Tanya Juyeon sembari menatap jam yang terpasang didinding.
"Sekitar pukul setengah sebelas, pak." Jawab Sakura.
"Emm...sekitar pukul sepuluh akan saya usahakan datang ke kantor." Putus Juyeon.
"Baik pak."
Juyeon pun memutuskan sambungannya. Masih pukul setengah enam.
Ia memakaikan Hyunjoon pakaiannya dengan hati-hati. Lalu ia membaringkan si kecil diranjang.
☽♥︎☽♥︎
"Tolong panggil selanjutnya ya." Ucap Hyunjae sembari membasuh tangannya diwastafle pojok ruangannya.
"Baik dokter."
Hyunjae duduk dikursinya. Ia mengecek ponselnya sejenak sebelum menyambut pasien yang masuk keruangannya.
Matanya terpaku pada tatapan sendu seorang pria yang menggendong putranya.
Kenapa dia harus bertemu dengannya disini. Ingatannya langsung tertuju pada insiden beberapa tahun yang lalu yang membuatnya sempat trauma untuk pergi ke bar.
Kenapa sebagian masa lalunya harus kembali sekarang?
Dibanding itu, ia juga panik melihat anak yang pernah ia kandung sedang sakit. Matanya memanas menahan air mata.
"S-silahkan." Hyunjae mempersilahkan Juyeon dan Hyunjoon masuk.
Diam-diam Hyunjae senang putranya sudah tumbuh besar. Tapi ia juga sedih melihat putranya tengah sakit.
Meski dulu ia hanya mengasuh putranya sampai tiga bulan, tapi ia mengandungnya sembilan bulan. Tentu Hyunjae terus menyayanginya.
"Hyun– maksud saya anak Hyunjoon. Apa keluhan yang dirasakan?" Tanya Hyunjae berusaha tenang.
"Dia demam tinggi sejak kemarin sore. Dia juga merasa lemas."
"Anak manis. Kau ingin berbaring?" Hyunjae menanyai dengan lembut. Hyunjoon mengangguk lemas. Dengan senang hati Hyunjae menggendong Hyunjoon.
Rasanya berbeda saat pertama kali ia menggendong Hyunjoon saat anak itu lahir.
☽♥︎☽♥︎
Juyeon jadi tak tega meninggalkan Hyunjoon sendiri dirumah sakit.
Hyunjoon didiaknosis terkena demam berdarah. Si kecil itu harus dirawat inap. Tapi Juyeon harus menghadiri rapat yang diadakan satu jam lagi.
Ia pun memutuskan untuk menelpon sang adik untuk menjaga Hyunjoon sebentar. Ia menyuruh Eric untuk segera datang. Tapi Eric belum juga datang.
"Hyung, mian!" Tiba-tiba pintu terbuka menampilkan Eric dengan rambut yang acak-acakkan serta keringat bercucuran disekujur tubuhnya. Nafasnya pun terengah-engah.
"Eoh? Ada apa dengan mu?" Tanya Juyeon khawatir menatap Eric.
"Wait..hhh.." Eric berusaha menetralkan deru nafasnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mistakes || JUJAE
FanfictionSebuah kesalahan besar yang Juyeon lakukan dimalam itu. Entah sampai kapan ia tak menemukan siapa ibu dari putranya. Masa lalu yang terus terbayang dan masa depan yang belum terencana untuknya. ☽♥︎☽♥︎ [SLOW UPDATE] Warning-!!⚠️⚠️ bxb•mpreg•yaoi•cr...
