Matahari bersinar cerah di kerajaan Ephemeral, cuaca yang sangat mendukung. Hari ini, Alsyna pergi berburu dengan Almeer. Setelah perdebatan panjang dengan Raja, akhirnya Almeer mendapat izin dari Raja untuk membawa Alsyna bersamanya. Tentu saja dengan bantuan Ratu untuk membujuk Sang Raja. Senyum cerah tak pernah lepas dari wajah Alsyna sejak pergi meninggalkan istana hingga mereka tiba di tempat perburuan.
“Sepertinya membawa Kakak bersamaku adalah hal yang bagus. Kakak terlihat senang.” Hal pertama dilakukan Almeer ketika membuka kereta kuda kerajaan yang berisi Alsyna di dalamnya adalah menggoda Sang kakak.
Alsyna hanya tersenyum manis dan menerima uluran tangan Almeer untuk membantunya turun dari kereta kuda. Angin bertiup menyambut Alsyna yang turun dari kereta kuda, dia memegang topi di kepalanya supaya tidak tertiup dan terbang. Alsyna menatap sekeliling, hanya ada pepohonan hijau dan beberapa macam bunga sepanjang pandangan matanya. Dia menghirup udara di sekitarnya yang terasa segar dan menenangkan.
“Setelah beristirahat sebentar, para pelayan dan kesatria akan mendirikan tenda di sini. Sebaiknya Kakak juga beristirahat dengan Alista selagi menunggu tenda selesai,” ucap Almeer pada Alsyna yang masih mengagumi sekitarnya.
“Sepanjang perjalanan, aku hanya duduk di kereta kuda. Aku tidak bisa diam lagi sekarang. Aku ingin berjalan-jalan di sekitar sini dengan Alista.” Alsyna menatap Almeer penuh harap.
“Aku harus mengawasi pendirian tenda dan memastikan perlengkapan untuk berburu, jadi, tidak bisa mengawal Kakak. Aku juga tidak bisa membiarkan Kakak berjalan-jalan sendiri di sekitar sini, terlalu berbahaya. Tapi aku tidak bisa menolak permintaan Kakakku.” Almeer tampak berpikir sebentar, melihat sekeliling lalu melanjutkan ucapannya, “Kalau begitu aku akan menugaskan beberapa kesatria untuk mengawal Kakak, bagaimana?”
Alsyna mengangguk setuju. Dia berjalan menuju Alista berada dan mengajaknya untuk berjalan-jalan bersama. Alista menyetujui permintaan Alsyna, tentu saja karena tidak ada yang berani menolak anggota keluarga kerajaan. Apalagi Alsyna ini pewaris tahta sah kerajaan Ephemeral, mereka percaya suatu hari nanti Alsyna akan menjadi Ratu menggantikan ayahnya. Ya, kita lihat saja.
“Yang Mulia Putri Alsyna, hamba dan teman hamba ditugaskan oleh Pangeran Almeer untuk mengawal Tuan Putri berjalan-jalan di sekitar sini. Nama hamba Fanrel Reis dan teman hamba bernama Cleine.” Seorang kesatria memperkenalkan diri sebagai pengawal pada Alsyna.
“Oh, baiklah, Sir. Fanrel dan ... siapa tadi?” Alsyna menjawab dengan tenang walau sebenarnya dia terkejut dengan kedatangan dua kesatria ini secara tiba-tiba.
“Cleine, Tuan Putri. Cleine Aegus Eustacio. Hamba masih baru sebagai kesatria,” jawab kesatria yang tadi hanya diam.
Alsyna hanya mengangguk dan berbalik untuk memulai berjalan-jalan. Di belakangnya, Alista dan dua kesatria tadi mengikuti kemana pun Alsyna pergi. Hari pertama perburuan mereka dihabiskan dengan mendirikan tenda dan mengecek peralatan, beberapa kesatria juga berkeliling mengawasi keadaan sekitar. Alsyna berjalan-jalan sekitar dua jam sampai kakinya sakit dan ketika kembali, tenda sudah berjejer rapi.
Di malam hari, mereka semua berbincang santai dan saling bertukar cerita. Alsyna menyukai suasana ini, rasanya hangat dan membuat mereka setara. Tidak seperti biasanya, di mana seakan ada tembok besar yang memisahkan Alsyna dan orang lainnya, malam ini tembok itu seakan runtuh. Hanya ada mereka, para manusia yang setara sebagai sesama makhluk hidup.
***
Keesokan harinya, perburuan dimulai. Para kesatria bersiap dengan peralatan masing-masing dan mulai memasuki hutan. Tak terkecuali Alsyna, walaupun dia seorang Tuan Putri dia lumayan mahir dalam memanah. Dia juga masuk ke hutan bersama dengan Almeer, Alista dan dua kesatria yang kemarin menjadi pengawal Alsyna.

KAMU SEDANG MEMBACA
Ephemeral Princess [Segera Terbit]
Fantasy[Follow sebelum membaca~] Advance Team 3 - Orion Belt -A Fantasy Story- **** • Ephemeral Princess • Alsyna, sang Putri Ephemeral yang manja jatuh hati pada seorang kesatria, namanya Cleine Aegus Eustacio. Namun, sayang kesatria Cleine justru mencint...