Tujuh : Kebenaran (2)

78 13 0
                                        

Flashback 

"ada apa aboenim memanggil saya kemari?" joongi akhirnya membuka suara setelah hampir 15 menit mereka diam tanpa bicara 

ya,, ia kini tengah berada di sebuah private lounge restoran dengan ayah kekasihnya moon chaewon, sudah sekitar 2 tahun mereka menjalin hubungan dan baru sekitar 1 tahun ia sudah mulai mengenal kedua orang tua chaewon,

ia bukan dari keluarga terpandang seperti kekasihnya, ia hanyalah mahasiswa biasa yang bekerja sembari kuliah, ibunya hanyalah tukang cuci baju dengan bayaran tidak seberapa sedangkan adiknya membutuhkan biaya untuk sekolah dan pengobatan penyakitnya yang mengidap sirosis hati 

entah kenapa ia sering merutuki nasibnya yang terbilang sial, hidupnya sudah cukup susah tapi penyakit  yang mematikan menyerang adik tersayangnya,penyakit yang seharusnya dilimpahkan pada orang-orang yang ber-uang tapi yang maha kuasa malah melimpahkan padanya yang bahkan harus berjuang untuk semangkuk nasi 

tuan moon masih diam menatap joongi lalu sesekali menghela nafasnya, joongi hanya bisa diam sembari menahan kegugupannya, walau sudah sering bertemu tapi ia tau tuan moon sebenarnya tidak menyukainya, ia hanya berlagak ramah hanya di depan putrinya saja, 

lalu tuan moon mengeluarkan sebuah amplop dan memberikannya pada joongi "bukalah" ucapnya

joongi pun dengan perlahan menerima dan membuka amplop tersebut dan ia pun langsung menatap tuan moon tak percaya saat ia melihat isi amplop itu  "a-apa maksudnya ini aboenim?"  

"aku tidak ingin berbasa-basi lagi ku mohon padamu tinggalkan putriku" 

perkataan tuan moon seperti sebuah pedang yang menusuk tubuhnya, ia pun masih tidak percaya dengan apa yang dikatakan ayah kekasihnya itu, meninggalkan chaewon bukan hal yang mudah untuk joongi, ia benar-benar mencintai wanita itu, ia bahkan tidak perduli dengan kesempurnaan yang dimiliki chaewon, bahkan ia sadar kalau ia hanya segumpal debu yang bisa saja tersingkir dari kehidupan chaewon tapi tidak, ia tetap mencintai wanita itu dengan segala kekurangan yang ia miliki 

"maaf tuan aku tidak bisa" joongi mengembalikan amplop yang di berikan tuan moon dan hanya di balas dengusan oleh pria paruh baya itu 

"jangan munafik, aku tau kau mendekati putriku hanya memanfaatkannya saja, tidak mungkin kau tidak punya tujuan apa-apa, lebih baik akui saja kau sangat membutuhkan apa yang ada di dalam amplop tersebutkan? terimalah lalu pergi dari kehidupan chaewon selamanya" 

wajah joongi bergetar rasanya ia ingin sekali memukul pria yang berada di depannya itu, semua yang dikatakan tuan moon tidak benar, joongi benar-benar mencintai chaewon, tidak ada niat apapun dalam hidupnya untuk memanfaatkan wanita itu 

"kenapa? apa kurang? aku bisa menambahkan jumlah uangnya, untuk operasi adikmu aku juga bisa mempecepatnya, apa lagi yang kau butuhkan aku akan memenuhi semuanya, tapi sekali lagi kutekankan, tinggalkan putriku!" 

joongi pun berdiri dari tempat duduknya, ia merobek amplop tersebut walau sebenarnya ia sangat membutuhkannya tapi tidak, dia tidak akan menukar chaewon dengan apapun ia akan berusaha tetap bersama chaewon dan menyembukan adiknya secara bersaamaan, 

ia tidak ingin mengorbankan siapa-siapa lagi, apapun yang akan terjadi ia akan menghadapinya sekuat tenaga, walau pada akhirnya nanti dia yang akan tetap kalah tapi ia tidak mau menyerah sekarang 

"saya permisi tuan" 

saat langkah joongi sampai di pintu depan private lounge restorant tersebut, suara tuan moon membuatnya berhenti "pikirkan sekali lagi tawaranku dan perlu kau ingat satu hal, aku bisa melakukan apapun yang kuinginkan lee joongi" 

Grey Sky..Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang