Mr. Kim

843 116 17
                                    

Sepasang mata elang yang kini sedang menatap tajam seseorang yang dikerumuni para fansnya ditengah keramaian depan gedung agensi.

Ia memasukkan tangannya kedalam saku dan bersandar di tembok toko swalayan, sudah terhitung lebih dari 1 jam ia berdiri disana hanya untuk melihat Kang Minhee yang meladeni beberapa penggemarnya.

Kelihatan norak.

Ia mengeluarkan smirknya dan melihat ke arah jam tangannya, waktu yang tepat untuk menyantap mangsanya sore ini. Lengkap dengan keadaan yang dingin dan hampa.

Lucifer, ia pergi ke kediaman ayah tiri Minhee untuk menyelesaikan sedikit masalah dalam keluarga yang lumayan kacau ini.








• LUCIFER •








Sebelum memencet bel mansion, Lucifer terlebih dahulu merapihkan jas merahnya, dan sentuhan terakhir yaitu mengecek apakah mulutnya berbau atau tidak.

Sempurna, mulutnya wangi papermint.

Ia lalu menekan belnya.

Lalu ia melihat seorang gadis muda membuka pintu gerbangnya, gadis itu cantik dengan bando kupu-kupu hitam yang menghiasi rambut panjang coklatnya.

"anda siapa?" tanya Yujin sambil merapihkan sedikit anak rambutnya

Lucifer tersenyum manis, "maaf karena lancang berkunjung sore hari begini, saya Hwang Yunseong dari perusahaan XXXX, saya diutus oleh bos besar untuk melakukan kerjasama bisnis bersama Mr. Kim. Benarkah ini rumahnya?"

Yujin mengangguk, "iya benar, mari saya antar kedalam"

Lucifer tersenyum dan mengekori Yujin dibelakangnya, tidak mungkin ia menggunakan nama aslinya. Lagipula ini bukan surga, jadi ia harus memiliki nama lain di bumi, setidaknya tidak akan ada yang curiga padanya.

Juga, siapa yang percaya bahwa Lucifer itu hidup di zaman begini? Mustahil jika ada, pikirnya.

"ukiran yang bagus, apa beliau yang memahatnya?" tanya Yunseong ketika ia melihat sebuah patung medusa ditengah kolam air mancur, indah sekali ditambah pantulan cahaya matahari sore hari

Yujin tersenyum, "bukan, itu pahatan anaknya. Namanya Kang Minhee, ia mahir memahat" Yujin meremat ujung bajunya

Yunseong menoleh, "benarkah? Di usia muda begitu ia sudah seperti pemahat profesional, aku kagum"

"eum, ia mempelajarinya ketika masih sekolah dasar, lalu mengikuti les memahat untuk mengasah bakatnya" timpal Yujin

Setelah itu mereka masuk kedalam mansion yang dihiasi beberapa ukiran keramik yang menambah kesan berkelas pada beberapa titik mansion tersebut.

Sampailah keduanya di depan ruangan Mr. Kim.

"terima kasih, sayang"

Pipi Yujin memerah, ia seolah tersihir setelah menatap kedua manik Yunseong. Ia lalu meninggalkan Yunseong dan berjalan-jalan ke taman belakang mansion dengan jantungnya yang terus berdegup kencang.

Rasa yang tidak pernah sekalipun ia rasakan bahkan setelah ayah tiri Minhee melontarkan beribu ucapan cinta dan sayang kepadanya.

𝐋𝐔𝐂𝐈𝐅𝐄𝐑 || 𝐇𝐰𝐚𝐧𝐠𝐌𝐢𝐧𝐢Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang