Seoul, South Korean.
Jungmo meletakkan backpack Hyeongjun serta kopernya di sebelah sofa, perlahan ia membantu si manis untuk mendudukannya.
"jahitannya sudah tidak sakit?"
"eum, rasa sakitnya sudah mereda. Ini semua berkat hyung yang merawatku selama sakit. Terima kasih banyak, maafkan aku kalau terkadang bersikap egois dan keras kepala padamu" Hyeongjun mengalungkan kedua tangannya pada leher yang lebih tua
Jungmo mengecup kedua mata indah si mungil.
"sama-sama baby"
"hyung, kau janji akan meluluskanku sepulang dari New Zealand, kan?"
Jungmo tertawa mendengarnya, "Hyeongjun sayang, kau sudah lulus, aku yang meluluskanmu. Ketika kau dirawat di rumah sakit, hyung begadang hanya untuk mengurus berkas kelulusanmu dan mengecek tugasmu takut-takut ada yang kurang atau belum dikumpulkan semuanya. Aku akui kau sangat pintar"
Jungmo mengusap pipi gembil Hyeongjun.
"aku bekerja keras untuk itu. Jadi, hyung menerima skripsiku?"
"tentu saja aku menerimanya"
Hyeongjun tersenyum manis dengan kedua matanya yang melengkung.
"aaa~ jadi makin sayang padamu~" Hyeongjun menusuk-nusuk gemas perut Jungmo
"jadi bagaimana? Sudah siap bertemu ibu mertua?" tanya Jungmo sembari menaik turunkan kedua alisnya
Deg
Jantungnya seketika berdegup 2 kali lebih cepat, sejujurnya, Hyeongjun belum siap bertunangan maupun menikah. Meskipun dalam lubuk hatinya yang paling dalam, Hyeongjun ingin sekali melakukannya.
Tetapi dirinya selalu dilingkupi ketakutan, takut akan melangkah lebih tinggi lagi, takut akan pertengkaran dalam hubungan, takut salah memilih untuk melilitkan benang merah bersama dengan pria yang kini tengah melihatnya dengan intens dan dalam.
Hyeongjun belum siap.
Jungmo yang menyadari bahwa si manis merasa tidak nyaman dengan pertanyaan yang ia lontarkan hanya berdehem dan mengusap hidungnya.
Seketika suasana terasa canggung.
"maafkan aku jika pertanyaan itu membuatmu tidak nyaman Hyeongjun-ah, aku tidak akan memaksamu untuk menjawabnya sekarang. Yang terpenting adalah dirimu, pikirkan apa yang kau inginkan untuk hidupmu. Aku tidak akan mengekangmu"
Ucap Jungmo lalu menangkup kedua telapak tangan Hyeongjun.
Hyeongjun meneteskan buliran beningnya.
"kemarilah"
Tangannya menarik Hyeongjun ke dalam dekapan hangatnya, membiarkan kesayangannya untuk melepaskan emosinya.
• LUCIFER •
Disinilah Lucifer, ia bersimpuh dengan penuh penyesalan dihadapan Tuhan. Tak henti-hentinya kedua maniknya mengeluarkan air mata, meskipun ia tahu bahwa Tuhan memang tidak akan pernah memaafkannya sekalipun ia mengeluarkan air mata darah. Dan Lucifer pantas mendapatkan hukuman ini.
"kau lupa akan janjimu, Lucifer? Kau lupa pada kulitmu sendiri?"
"maafkan aku" ucapnya dengan tubuh yang bergetar ketakutan
"kau membunuh orang-orang tanpa rasa bersalah dengan wajah angkuhmu itu, tidakkah kau melihat apa akibatnya? Bagaimana kabar keluarganya ketika mereka mengetahui bahwa orang yang mereka cintai itu tiada hanya karena dirimu?!" murkanya
KAMU SEDANG MEMBACA
𝐋𝐔𝐂𝐈𝐅𝐄𝐑 || 𝐇𝐰𝐚𝐧𝐠𝐌𝐢𝐧𝐢
Hayran Kurgu[COMPLETED] Lucifer dibuang ke bumi setelah ia melakukan kesalahan terbesarnya di surga. Ia lalu menjanjikan kebahagiaan kepada orang-orang, termasuk kepada seorang aktris besar yang tengah naik daun, Kang Minhee. "You shouldn't have to change for a...
