Minhee saat ini sedang berada di sebuah restoran ditemani Hyeongjun dengan 2 botol soju yang sudah habis sepenuhnya, Minhee bercerita begitu panjang hingga membuat Hyeongjun mau tidak mau harus menemaninya mabuk malam ini. Bagaimanapun juga, Minhee adalah orang penting dalam hidup Hyeongjun.
Entah itu saat susah maupun senang, dia harus membantunya.
Hyeongjun tidak akan mengatakan sepatah katapun hanya untuk menghibur Minhee, karena saat ini yang ia inginkan hanyalah seorang teman yang bisa menerima keluh kesahnya.
Sejujurnya Hyeongjun sangat ingin menarik Minhee keluar dari lubang hitamnya, namun ia hanya akan membiarkan Minhee keluar seorang diri dari lubang hitam yang kini tengah menghisapnya.
Tidak ada yang bisa menyelamatkan dirimu selain orang lain, kau harus berusaha sendiri.
Dengan begitu, Minhee dapat dengan mudah bangun dan kembali menjalani harinya seperti biasa. Tanpa Yunseong.
"kau tahu? Aku sangat mencintainya~" Minhee menopang dagunya di atas meja dengan kedua mata yang tertutup rapat
Memorinya dengan Yunseong masih begitu terekam jelas di dalam otaknya, berputar-putar layaknya kaset rusak.
Hyeongjun mengusak rambut Minhee.
"sudah relakan dia, tidak baik mengharapkan seseorang yang sudah pergi dari hidupmu"
"tapi aku masih sangat mencintainya"
Hyeongjun menatapnya miris, ini adalah pertama kalinya dia melihat Minhee begitu hancur hanya karena seorang pria. Sebelumnya Minhee tidak pernah seperti ini. Jadi ia bertanya-tanya memangnya sesayang apa soulmatenya pada lelaki bengis itu.
Ditambah lagi dia adalah iblis.
"kita pulang saja ya" kata Hyeongjun ketika melihat beberapa pelayan restoran yang melihat ke arah Minhee
Minhee mengangguk lemas lalu merentangkan kedua tangannya pada Hyeongjun membuat Hyeongjun memiringkan kepalanya bingung.
"apa lagi?"
"gendong aku" pintanya dengan bibir yang mencurut gemas disertai eraman nafas panjangnya
Hyeongjun meremat rambutnya, ia lalu melingkarkan sebelah tangan Minhee pada lehernya lalu tangan yang satunya memegang pinggang Minhee.
"kenapa tidak menggendongku di punggungmu saja? Aku malas berjalan, kakiku mati rasa"
"sadar diri bodoh, tubuhku bisa remuk jika aku menggendongmu"
"makannya jangan pendek, sudah pendek kecil pula. Aku heran kenapa Jungmo hyung bisa begitu mencintaimu padahal diluar sana banyak sekali wanita tinggi dengan kaki jenjang" kekehnya
Hyeongjun hanya memutar bola matanya malas, tidak ingin menanggapi ucapa Minhee yang membuatnya merasa ciut tapi memang benar bahwa dia lebih pendek daripada Minhee. Minhee ketika mabuk akan selalu berkata pedas dan terkadang terlalu jujur.
Inilah mengapa dia tadinya tidak ingin menemani Minhee mabuk dan lebih baik main bercocok tanam bersama suami tercintanya yang sedang bekerja.
Hyeongjun dan Minhee perlahan berjalan ke luar restoran dan memesan sebuah taksi yang terparkir di depan restoran. Sang supir membantu Hyeongjun untuk mengangkat Minhee dan mendudukkannya di kursi penumpang.
"kemana tujuan kalian?" tanya sang supir
Hyeongjun lalu mengatakan alamat Mansion Minhee pada supir itu.
Kepala Minhee menyender manis di bahu Hyeongjun, sebelah tangan Hyeongjun terangkat untuk mengelus lembut surai Minhee dan menatapnya dengan senyuman.
"hatiku sakit melihatmu seperti ini, cepat sembuh Miniya" bisiknya sembari mengusap kedua mata sembab Minhee dengan jari lentiknya
KAMU SEDANG MEMBACA
𝐋𝐔𝐂𝐈𝐅𝐄𝐑 || 𝐇𝐰𝐚𝐧𝐠𝐌𝐢𝐧𝐢
Fanfic[COMPLETED] Lucifer dibuang ke bumi setelah ia melakukan kesalahan terbesarnya di surga. Ia lalu menjanjikan kebahagiaan kepada orang-orang, termasuk kepada seorang aktris besar yang tengah naik daun, Kang Minhee. "You shouldn't have to change for a...
