11. Pulang Bareng

16.6K 3.4K 411
                                        

Fast update, nggak?

Ramein, ya~

Narapidana: Masih lama?

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Narapidana: Masih lama?

Candy memutar bola mata. Navy rajin sekali mengiriminya pesan sejak dua puluh menit yang lalu. Tepatnya, setelah ia mengatakan latihannya selesai dan meminta Candy bergegas keluar juga. Seperti Candy punya kuasa saja. Dia kan hanya anak baru.

Dan Kak Aksal tidak tinggal, dia pergi setelah memperkenalkan diri. Salah satu hal yang membuat Candy bosan.

Narapidana: Kendi!

Narapidana: Dek

Narapidana: Dedek~

Narapidana: Duh, keburu tua gue nungguin lo!

Selin yang duduk di sisi Candy sampai menyikutnya. Pasalnya, getar yang dihasilkan ponsel Candy yang terus-terusan berbunyi sampai ikut mengganggu fokusnya. Jangan sampai benda itu terus berisik dan membuat dirinya diusir senior sekarang. Sambil mencuri tatap ke depan kelas coba mencari kesempatan, Candy kemudian menyelinapkan ponsel ke bawah meja dan membalasnya secepat mungkin.

Dedek Babu: Yaudah kalau mau pulang, pulang aja!

Tidak ada balasan. Candy mengira cowok itu sudah menyerah dan pulang. Namun tidak sampai lima menit kemudian, tidak sampai Candy menyelesaikan sketsa daun yang ia buat, pesan dari makhluk jahanam itu datang lagi.

Burnonan: Kita pulang bareng.

Narapidana: Gue udah di depan

Dedek Babu: Depan rumah?

Narapidana: Bukan. Depan klub drawing.

"HAH?!"

Semua orang menatap ke arahnya. Barulah Candy menyadari ia baru saja menyuarakan pikirannya keras-keras. Ia balik menatap orang-orang termasuk para senior pembimbing di klub itu dengan senyum meminta maaf. "Maaf keceplosan."

Meraih ponselnya lagi, buru-buru cewek itu mengetikkan balasan.

Dedek Babu: Kan janjinya tungguin depan toko es krim yang dekat sekolah! Atau agak jauhan dikit lagi gapapa! Jangan pulang bareng!

Cinderella EffectTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang