𝚃𝚑𝚎 𝙴𝚏𝚏𝚎𝚌𝚝 𝚂𝚎𝚛𝚒𝚎𝚜 #1
"Mulai sekarang, lo gue angkat jadi babu."
Candy pikir, dia bisa menjadi Candyrella dan hidup bahagia bersama Pangeran crushnya. Sial, dia malah bertemu Navy yang kejamnya melebihi ibu tiri!
Navian Adraha, gitaris...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Narapidana: Masih lama?
Candy memutar bola mata. Navy rajin sekali mengiriminya pesan sejak dua puluh menit yang lalu. Tepatnya, setelah ia mengatakan latihannya selesai dan meminta Candy bergegas keluar juga. Seperti Candy punya kuasa saja. Dia kan hanya anak baru.
Dan Kak Aksal tidak tinggal, dia pergi setelah memperkenalkan diri. Salah satu hal yang membuat Candy bosan.
Narapidana: Kendi!
Narapidana: Dek
Narapidana: Dedek~
Narapidana: Duh, keburutuaguenungguinlo!
Selin yang duduk di sisi Candy sampai menyikutnya. Pasalnya, getar yang dihasilkan ponsel Candy yang terus-terusan berbunyi sampai ikut mengganggu fokusnya. Jangan sampai benda itu terus berisik dan membuat dirinya diusir senior sekarang. Sambil mencuri tatap ke depan kelas coba mencari kesempatan, Candy kemudian menyelinapkan ponsel ke bawah meja dan membalasnya secepat mungkin.
Dedek Babu: Yaudahkalaumaupulang, pulangaja!
Tidak ada balasan. Candy mengira cowok itu sudah menyerah dan pulang. Namun tidak sampai lima menit kemudian, tidak sampai Candy menyelesaikan sketsa daun yang ia buat, pesan dari makhluk jahanam itu datang lagi.
Burnonan: Kitapulangbareng.
Narapidana: Gueudahdidepan
Dedek Babu: Depanrumah?
Narapidana: Bukan. Depan klub drawing.
"HAH?!"
Semua orang menatap ke arahnya. Barulah Candy menyadari ia baru saja menyuarakan pikirannya keras-keras. Ia balik menatap orang-orang termasuk para senior pembimbing di klub itu dengan senyum meminta maaf. "Maaf keceplosan."
Meraih ponselnya lagi, buru-buru cewek itu mengetikkan balasan.
Dedek Babu: Kan janjinyatungguindepantoko es krim yang dekatsekolah! Atauagakjauhandikitlagigapapa! Janganpulangbareng!