Note: Ini adalah sebagian dari Extra Chapter 4. Love is Goblok dari novel Cinderella Effect.
Dalam novelnya, Cinderella Effect ditambahkan 6 extra Chapter, 1 epilog dan 1 hidden chapter, ditambah chapter yang sudah dipublish di Karyakarsa, jadi tebel.
Extra chapter juga akan saya publish di KaryaKarsa setelah novel dikirim, jadi bisa baca bareng-bareng. Stay tune~
Dah, happy reading!
***
Backstreet tidak buruk. Malah, seru. terutama ketika mereka saling bertemu di tempat-tempat umum dan hanya bisa saling lirik. Lalu, diam-diam bertemu di tempat-tempat dimana orang lain tidak tahu, seperti tadi.
Tapi, backstreet juga tidak selamanya menyenangkan. Ada beberapa keadaan tidak menyenangkan yang mungkin terjadi. Lebih dari itu, mengesalkan. Dan itu terjadi sekarang.
Usai memberikan susu stroberi untuk cewek itu, mereka berjanji untuk bertemu kembali selesai waktu istirahat. Nyatanya, mereka bertemu sebelum waktu yang direncanakan, yang seharusnya menjadi hal baik seandainya keduanya tidak sedang bersama teman-teman yang lain.
Candy tengah duduk di salah satu meja di sudut kantin bersama keempat sahabatnya dan hanya mereka. Meja itu besar, menyisakan kosong yang bisa ditempati setidaknya lima orang lagi di sana. Kebetulan juga, kantin cukup penuh siang itu dan meja Candy adalah meja yang paling lowong.
Navy ingin berjalan ke sana, duduk di sisi Candy yang saat itu tengah duduk sendiri sementara teman-temannya berjajar di seberang. Tetapi itu tidak mungkin. Semua orang akan curiga. Jadi ia mengedarkan pandang, mencoba mencari tempat lain.
Namun di luar dugaan, Aksal yang berdiri di belakangnya justru melangkah melewati Navy, dengan entengnya berjalan ke arah Candy.
"Hai, Candy!" sapanya ramah. Senyumnya dengan rata dibagikan ke semua orang yang ada di meja itu.
"Eh, Kak Aksal.Hai."
Dan Candy membalas. Candy membalas. Navy tanpa sadar menggenggam kaleng soda di tangannya erat, begitu erat sampai benda itu menjadi agak penyok. Kenapa cewek itu membalas senyuman Aksal? Apa dia masih memiliki perasaaan pada cowok itu?!
"Boleh duduk di sini?" tanya Aksal tanpa basa-basi. Ia menoleh ke belakang, pada Nino dan Langit yang mulai mengekor.
Candy melakukan hal yang sama, meminta persetujuan teman-temannya. Dan setelah semuanya mengangguk, ia pun, dengan senyum tipis mengangguk pada Aksal. "Boleh, kak." Sembari bergeser agar cowok itu bisa menempatinya.
Navy merasakan darahnya mulai mendidih. Terutama, ketika Aksal memang benar-benar duduk di sebelah Candy. Posisinya begitu dekat hingga kedua puncak bahu mereka nyaris bersentuhan! Tidak bisa dibiarkan!
Navy dengan cepat berjalan menyusul teman-temannya yang lain. Ia menaruh soda di tangannya agak terlalu keras hingga mengagetkan semua orang.
"Guys! Kita pindah duduk!"
"Kemana?" Nino yang duduk di samping Aksal mengerang. "Ah elah, gue baru duduk juga."
Langit menyapukan pandang.ke seantero kantin. "Nggak ada yang kosong lagi, Nav."
"Duduk aja napa, sih!" Nino menariknya di pinggang, mendudukkannya paksa.
Itu menjadikan Navy tidak punya pilihan selain duduk di tempatnya dan bergumam kesal. Terutama, karena ia ditempatkan di ujung tempat duduk sementara Candy berada di ujung lainnya, bersama Aksal.
Pesanan mereka diantarkan tidak lama kemudian. Empat porsi nasi goreng dan empat teh es, hanya empat karena Pandawa memilih tidak ikut ke kantin. Dan sementara teman-temannya mulai menyantap makanan mereka dengan rakus, Navy tidak bisa melakukannya. Matanya terus-menerus mencermati Aksal dan Candy.
KAMU SEDANG MEMBACA
Cinderella Effect
Fiksi Remaja𝚃𝚑𝚎 𝙴𝚏𝚏𝚎𝚌𝚝 𝚂𝚎𝚛𝚒𝚎𝚜 #1 "Mulai sekarang, lo gue angkat jadi babu." Candy pikir, dia bisa menjadi Candyrella dan hidup bahagia bersama Pangeran crushnya. Sial, dia malah bertemu Navy yang kejamnya melebihi ibu tiri! Navian Adraha, gitaris...
