02. Lo, Gue Tandain

34.9K 5.2K 625
                                        

Pernah nggak, free trial masuk neraka?
Kalau mau nyoba, sini tukeran posisi.

- Candy

Kurang dari dua belas jam yang lalu, Candy senang bukan main. Yayah membelikannya sepatu baru, hal yang terjadi once in a blue moon, alias hanya sekali saat bulan biru, alias amat sangat luar biasa jarang sekali. Sekarang, Candy menyesal. Seharusnya ia tahu, jika hal itu berhubungan dengan Yayah, pasti selalu ada sesuatu yang salah.

Sekarang bukan pengecualian. Karena sepatu cantik berwarna putih dengan campuran motif merah muda dan lilac yang dibelikan Yayah ternyata ... kebesaran dua ukuran! Ugh!

Candy ingat ia mengikatnya dengan erat tadi pagi, lalu beberapa langkah setelah menerima hukuman lari, dan terakhir beberapa saat yang lalu. Tetapi tetap saja, sepatu itu kembali longgar! Tali temalinya kembali terurai dan Candy kecapaian untuk kembali berjongkok dan mengikatnya. Kakinya bisa kram!

"Cepat! Cepat! Itu yang di belakang ngapain kamu jalan kayak keong kena encok?! LARI!!!"

Astagfirullah. Bahkan hanya melihat kumis Pak Amitabh Bachan, mampu membuat Candy mengucap istigfar berkali-kali dalam hati. Dia melakukan apa memangnya di masa lalu sampai-sampai karma yang ia terima di kehidupan sekarang bisa sebesar ini?!

Halo, Pak! Assalamualaim. Nggak liat ya, muka saya udah kayak zombie gini saking pucetnya! Nggak ada belas kasihan sama sekali!

"Kok bengong? LARI!"

"I-iya, Pak!"

Mendengar hardikan Pak Amitab Bachan membuat Candy tersentak. Ia mengumpulkan sisa-sisa tenaga yang ia punya dan ... lari secepat mungkin. Atau itu rencananya. Sebelum sepatunya memilih jalan sesat dan berkhianat. Sepatu itu justru melayang bebas hingga menyeberangi jarak sekian meter dan mendarat sempurna di kepala orang.

Lebih sial lagi, orang itu bukan orang sembarangan.

Dia Navy. Navian Adraha. Idola satu sekolah. Mampus!

◄ NAVY ►

Semua orang terkesiap.

Jika diputar dengan gaya slow motion, maka akan ada sepatu yang bergerak lambat di udara, angin yang menyapa rambut Navy sebelum sang sepatu mendarat, mulut-mulut yang terbuka di sekitar, wajah-wajah terkejut, dan wajah sangat terkejut dari seorang cewek yang telah kehilangan sebelah sepatu.

Lalu, setelah slow motion berakhir, sepatu itu jatuh mengikuti gravitasi, meninggalkan semua saksi yang masih terguncang.

"Ya ampun! Itu Navy yang digituin?"

"Wah.... kasian banget!"

"Eh gue dapet fotonya nih pas itu sepatu nemplok di muka Navy! Sebarin, jangan?!"

Ia tidak dapat membaca pikiran orang. Tetapi melihat sejumlah pasang mata yang menatapnya, skenario-skenario buruk terus berputar di kepala Navy. Membuatnya mendidih. Bagaimana jika ada yang memoto dan menyebarkannya? Bagaimana jika gosip ini menjadi headline majalah sekolah? Bukan hanya tatanan rambut, tapi juga reputasi keren yang telah ia bangun mati-matian bisa luluh lantak dalam sekejap. Dan hal itu tidak boleh terjadi!

Dengan cepat, ia berjalan menghampiri si tersangka pemilik sepatu. Cewek yang sekarang sedang menatapnya ketakutan.

"Ini sepatu lo?" tanyanya galak.

Cewek itu memejamkan matanya, nyaris seolah-olah sedang menghadapi semburan api dari mulut Navy. Ia bergumam gugup dan memutar matanya dengan cepat, seolah sedang mencari-cari alasan agar bisa kabur.

Cinderella EffectTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang