Vote vote vote dulu!😍
dan
Komen!!!
•UNCONSCIOUS•
Jeffrey segera membawa Evelyn keluar dari lapangan golf dengan posisi memeluknya untuk melindungi tubuhnya. Tubuh wanita itu bergetar karena ketakutan. Trauma yang baru saja ia alami belum pulih kini ditambah lagi yang lebih menakutkan.
Setelah sampai di dalam mobil, segera Jeffrey melilitkan sabuk pengaman pada tubuh gadis itu. Kemudian bergegas ia melajukan mobil dengan kecepatan cepat.
Berkali-kali pria itu menoleh pada kaca spion tengah untuk memastikan tidak ada yang mengikuti mereka. Johnny menyuruhnya untuk membawa Evelyn ke suatu komplek apartemen miliknya.
Evelyn dibawa kesana karena tempat tersebut adalah tempat paling aman untuk melakukan pelarian. Komplek apartemen cukup jauh dari penthouse sehingga dirasa cocok agar tidak bisa diikuti musuh.
Evelyn masih terus menangis karena ia merasa shock. Ia sungguh terkejut, tubuhnya lemas dan bergetar. Ia heran mengapa dirinya selalu merasa terancam?
"Apa kau baik-baik saja?" tanya Jeffrey yang sesekali menoleh pada Evelyn.
"Aku takut"
"Kita sudah aman," tenangnya.
Jeffrey mengendarai mobil begitu cepat dan lihainya. Mungkin para penguntit pun tidak akan mampu mengejarnya.
"Kita telah sampai"
Tak butuh waktu lama, keduanya telah sampai di komplek apartemen. Segera Jeffrey turun dari mobil dan membantu gadis itu turun juga dari mobil.
Kepalanya ia tolehkan ke segela arah untuk memastikan lingkungan ini aman. Pistol tak pernah lepas dari jangkauan pria itu.
Keduanya telah masuk kedalam apartemen dua lantai. Segera Jeffrey memebawa gadis itu menuju kamar yang berada di lantai dua untuk beristirahat.
"Beristirahatlah. Sementara kita disini dulu" titah Jeffrey.
"Papa gimana?" tanya gadis itu khawatir.
"Tuan tidak apa. Kita menunggu aba-aba dari tuan sampai kapan kita disini"
Evelyn mengangguk paham.
Setelah menyuruh gadis itu untuk beristirahat, Jeffrey beregas untuk keluar dari kamar.
"Wolf, tolong jangan jauh-jauh dariku. Aku takut," kata Eve pelan.
Jeffrey menganguk sekali, kemudian melanjutkan langkahnya untuk keluar dari kamar.
Beberapa jam kemudian.
Tak!
Evelyn membuka kedua matanya dengan terkejut saat mendengar suara benda terjatuh. Segera ia menolehkan kepalanya ke kiri ke arah sumber suara yang terdengar dari luar kamarnya.
"Wolf?" psnggilnya.
Tidak terdengar sahutan dari ajudannya itu. Eve yang merasa was-was segera turun dari kasurnya.
Evelyn berjalan perlahan menuju pintu kamar untuk mengetahui suara apa diluar. Setelah sampai, ia membuka pintu sedikit hanya untuk mengintip. Alangkah terkejutnya ia saat melihat seorang pria asing tengah memasuki apartemennya.
Pria itu bertopi dan memakai masker hitam untuk menutupi wajahnya. Gadis itu takut dan panik menjadi satu, karena kepanikannya itu ia lekas menutup pintu dengan kencang sehingga keberadaannya diketahui oleh pria asing tersebut.
KAMU SEDANG MEMBACA
UNCONSCIOUS
Fanfiction[21+] MATURE CONTENT. Jung Jaehyun fanfiction✨ Genre : mafia-romance, youngadult. 🕊🕊🕊 Evelyn Seo, seorang putri tunggal dari Johnny Seo yang merupakan seorang agen rahasia andal dari Korea Selatan. Karena p...
