U || 20

3.2K 306 56
                                        

hey, dont forget to vote n coment! ☺️


•UNCONSCIOUS•

Evelyn dan Jeffrey tengah dalam perjalanan untuk kembali pulang ke rumah. Setelah gadis itu menginap selama 2 malam di tempat tinggalnya, akhirnya Eve mau juga diajak untuk pulang. Gadis itu mau pulang karena paksaan dari papanya dan juga bujukan dari Krystal.


Johnny telah meminta maaf dengan tulus lewat telfon, ia juga membujuk agar putrinya itu mau untuk pulang. Sedangkan Krystal, wanita itu juga membujuk agar calon putrinya itu kembali pulang karena kekasihnya itu sangat mengkhawatirkannya.


Di mobil keduanya saling diam, perasaan canggung masih terasa.


"Astaga! Aku melupakan powerbank milikku yang masih ter-charge di kamar," kata Evelyn tiba-tiba.


Evelyn mengatakan itu saat mereka hampir sampai rumah.


"Nanti kuambilkan," balas Jeffrey.


"Sebetulnya aku nyaman berada dirumahmu. Aku merasa bebas dan tidak stress. Rasanya aku akan gila jika kembali ke kandang dan terkurung"


Evelyn mengatakan itu dengan nada sedih.


"Intinya, kau jangan membangkang pada papamu. Jika menurut, papamu juga akan bersikap baik padamu"


"Terima kasih ya Jeff, kau telah menolongku"


Evelyn menoleh ke samping untuk menatap ajudannya yang tengah mengemudi. Jeffrey pun ikut menoleh.


"Sama-sama," senyumnya.


DEG!


Sial, jantung Eveyn tiba-tiba berdegub kencang saat disenyumi seperti itu. Tiba-tiba ia teringat ciuman semalam.



































Evelyn melangkahkan kakinya lebar berjalan memasuki rumah. Di ruang tengah ia melihat Johnny tengah duduk di sofa dengan Krystal seolah menunggunya datang.


"Eve...," sapa Johnny sambil bangkit dari duduknya. Raut wajahnya terlihat lega saat melihat kedatangan putri semata wayangnya.


Evelyn membuang pandangannya pada Johnny karena masih teringat akan ucapan papanya yang menyakitkan.


"Syukurlah jika kau tidak apa," imbuh Johnny, sambil memeluk Eve.


"Jaemin brengsek! Ia dan Ayahnya memang tidak beda jauh, sama-sama licik!" Marah Johnny.


Evelyn terkejut saat papanya bahkan mengenal Ayah Jaemin.


"Sayang, tante dan papa sangat khawatir sekali padamu"


Kini Krystal yang menghampiri Evelyn lalu memeluknya. Terlihat raut wajah kekasih papanya itu tak kalah cemasnya. Kemudian Krystal menarik Eve untuk duduk di sofa. Sedangkan Jeffrey masih berdiri tidak jauh.


"Eve, maafkan papa ya? Perkataan papa dan perbuatan papa padamu pasti menyakitimu. Itu semua karena papa khawatir"


Johnny menggenggam tangan Evelyn, terdengar jika pria itu sangat menyesal.


"Aku marah saat papa tidak mengingat hari ulang tahunku! Aku marah papa sibuk dengan dunia sendiri! Aku marah saat papa lebih memilih bersama tante Krystal dari pada denganku! AKU MARAH!" teriak Evelyn. Gadis itu tengah mengutarakan kekesalannya.


UNCONSCIOUSTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang