Aku tahu, mesti kalian ngerti bagaimana cara menghargai karya seorang penulis.
Bisa ngehargain aku kan?
Enjoy for reading !
-----
"Sun, kamu pukul lebih keras lagi ya. Kaya gini nih, liatin bapak." Bukannya memperhatikan, sunoo malah menatap lamat wajah Pak Mingyu yang tengah mempraktikkan service atas kepadanya.
Ditambah lagi ia tersenyum sangat lebar membuat jungwon yang berdiri dibelakangnya mendecak malas seraya memutar bola matanya.
Dengan sengaja, ia menoyor belakang kepala sunoo membuat kepala korban memaju. "Heh, jungwon jangan kaya gitu."
Jungwon mencibir, "itu pak. Sunoo ngga nurutin kata-kata bapak, malah natap bapak terus tuh. Nyeremin tau pak,"
Pak Mingyu menoleh menatap sunoo yang menatap nya masih dengan senyuman. Seakan-akan apa yang tadi jungwon lakukan padanya bukan masalah besar.
Guru muda itu bergidik ngeri, ia menyentil pelan dahi muridnya membuat sunoo tersentak sendiri. "Kenapa pak?" Tanyanya.
Pak Mingyu menghela nafas, "perhatikan dan kerjakan apa yang saya ucap atau kamu jadi tim cadangan pas lomba agustusan besok?"
Memang, dari beberapa sekolah, sekolah ini salah satu penerima undangan dari kecamatan untuk mengantisipasi pada lomba kemerdekaan Indonesia nanti.
Tentu saja sekolah ini mengambil beberapa lomba olahraga untuk diikuti. Salah satunya adalah volly ini. Dan sunoo adalah salah satu peserta dari lomba bola besar tersebut.
Mendengar perkataan tegas dari guru tinggi disampingnya, sunoo sontak menggeleng. Ia menukikkan alisnya tak suka yang mana membuat Pak Mingyu menahan senyumnya.
Hey dude, sunoo is so cute.
"Iya deh iya, tapi tambahin nilai saya loh pak!"
"Deal!"
Tanpa mengucapkan sepatah kata lagi, sunoo merampas bola volly yang ada di tangan pembimbingnya membuat Pak Mingyu terkejut sendiri.
Sunoo mundur beberapa langkah membuat murid lain juga ikut mundur, memberi ruang untuk sunoo.
Pemuda bermata rubah itu melambungkan bolanya, saat bola tersebut berada dalam titik targetnya, ia mengayunkan tangannya.
Memukul bola volly menggunakan telapak tangannya dengan keras seperti apa yang tadi Pak Mingyu lakukan.
Walau sunoo tak memperhatikan ucapan gurunya, ia mengerjakan service atas dengan baik. Sangat malahan. Pak Mingyu tersenyum lebar akan hal itu.
Beliau tahu bahwa sunoo akan memuaskan dirinya. Serius, dalam artian volly ini bukan yang lain. Jangan berpikiran macam-macam hanya dengan membaca kata memuaskan.
Pak Mingyu menepuk pundak sunoo sebagai bentuk rasa bangganya masih dengan senyuman membuat sunoo senang lalu berjalan untuk ke belakang dan mengantri menunggu giliran lagi.
Sesampai nya disana, ia tersenyum ke arah Karina, kakak kelasnya yang memang juga mengikuti extrakulikuler volly ini.
Pak Mingyu memang sengaja menyatukan antara siswa maupun siswi. Ia juga membiarkan murid yang lain mencoba passing selagi menunggu giliran.
Membuat barisan giliran tersebut menjadi acak adul bahkan tidak rapi. Namun masih ada beberapa yang mengantri sambil berbicara banyak hal, terutama yang kelas bawah.
"Service atas lo bagus, ajarin gue sabi ngga?" Sunoo terdiam sebentar. Ia mengusap tengkuknya dengan pelan, nampak menimang-nimang apa yang harus ia jawab.
KAMU SEDANG MEMBACA
Secret Admirer | SungSun
Fiksi Penggemar[FOLLOW DULU SEBELUM BACA KAK!!] Sunoo tak mengira bahwa mendapatkan Sunghoon itu mudah. Nyatanya, kesulitan yang ia alami hanya disaat bagaimana cara menjadikan Sunghoon kekasihnya. 180521 - ? Bahasa semi baku! Bxb / homo / gay! Lokal!
