Ada 2 hal yang harus dipersiapkan dengan matang.
Yang pertama adalah amal sebelum ajal. Yang kedua adalah persiapan jasmani rohani sebelum menikah, yang merupakan proses ibadah terpanjang. Mengapa demikian? Karena kita tidak mengetahui yang mana akan dahulu kita coba, antara ajal dan jodoh.
____
Setelah menyelesaikan beberapa hal selama sebulan terakhir ini, mulai dari acara lamaran sampai dengan hari dimana yang paling di nantikan, yaitu hari pernikahan Reni dan Bian yang di laksanakan secara tertutup.
Karena merupakan Private Wedding, jadi tamu undangan yang hadir pun hanya terdiri dari keluarga inti beserta kerabat dekat dari kedua belah pihak keluarga.
Bisa dilihat dari konsep yang dipilih, yang setiap menatap penjuru ruangan sangat kental dengan balutan warna putih yang menandakan kesucian. Bahkan, Nanda sendiri sebagai sahabat Reni tak di undang. Hanya ada dua sahabat Bian yang hadir, yang merupakan sahabat Bian dari kecil.
"Saya terima nikah dan kawinnya, Renitanggini Valenandra binti Ardiansyah Valenandra dengan mas kawin tersebut di bayar tunai." Bian mengucapkan ijab qobul dengan satu tarikan nafas.
"Bagaimana saksi? Sah?"
"SAH!!"
"Alhamdulillah."
Reni yang berada di belakang Bian saat ijab qobul bersama bundanya, tersenyum tipis dan tak kuasa menahan haru. Ia tak menyangka jika hari ini Ia resmi menjadi seorang isteri.
"Silahkan, Renitanggini Valenandra mencium punggung tangan suaminya. Dan Abian Alfindratama mencium kening istrinya!"
Dengan ragu-ragu, Reni mencium punggung tangan Bian, yang baru saja resmi menjadi suaminya. Begitupun sebaliknya, Bian dengan pelan dan lesu mencium kening Reni dengan singkat.
Setelah beberapa saat, kini mereka berdua tengah berdiri di pelataran pelaminan untuk menyapa tamu yang datang.
Reni begitu cantik dengan balutan gaun pengantin berwana putih, yang juga serasi dengan Bian yang terlihat tampan dengan balutan kemeja putihnya.
"Udah jadi suami aja Lo, Bian. Jagain istri lo, lupakan masa lalu dan rajut masa depan." Ujar Rio, sahabat Bian. Rio ini orangnya sangat bijak, dan merupakan tempat mencari jalan keluar untuk Bian yang memiliki masalah.
Bian memutar kedua bola matanya malas. "Hm," dehemnya.
"Istri lo cantik juga ya. Jagain istri lo bro! Dia sangat cantik di mata laki-laki lain." Goda Alam, sahabat Bian. Diantara mereka bertiga, Alam lah yang paling petakilan, dia yang paling lemes, tapi semua gak asik kalo dia gak ada.
"Udah deh, kalian makan aja di sana!"
"Haha!! Abang gak sabar ya mau berduaan dengan istri? Tenang udah halal kok."
Rio menarik Alam yang sedari tadi menggoda Bian. "Mending kita pergi, sebelum singa ngamuk."
Reni hanya menyimak mereka bertiga. Tak mau ikut campur dengan pembicaraan mereka. Ia hanya tersenyum tipis sesekali sahabat Bian melihat ke arahnya.
°°°°°°
Para tamu undangan sudah pergi, dan hanya menyisakan keluarga inti di rumah kediaman Valenandra ini.
"Sayang, ingat pesan bunda! Kamu harus nurut apa kata Bian, Karena sekarang dia udah jadi suami kamu." Muti memeluk anaknya itu, sebelum anaknya pergi ke rumah mertuanya, yakni rumah kediaman Alfindratama.
"Iya bunda." Reni memeluk bundanya erat. Ia tak ingin meninggalkan rumahnya, tapi Ia juga harus memenuhi kewajibannya.
"Ingat, layani suamimu dengan baik. Jadi istri yang berbakti pada suami!" Muti mengusap air mata di wajah cantik putrinya itu.
"Anak ayah gak boleh nangis dong! Nanti cantiknya hilang." Ardi juga ikut mengusap air mata anaknya. Hal itu membuat Reni sedikit tersenyum dengan godaan ayahnya.
"Kalian tidak perlu risau, Reni akan menjadi anak perempuan kami di rumah. Soalnya kedua anak kami adalah laki-laki, dan yang satunya masih ada di Singapura jadi tidak bisa hadir hari ini." Windi memeluk Reni. Ia beruntung mendapatkan mertua sebaik mama Bian.
"Iya, Reni adalah penambah kebahagiaan di keluarga kami." Gumam Harun, yang kini masih setia dengan kursi rodanya.
"Kalo gitu, kita semua pamit dulu ayah, bunda." Kali ini Bian yang berujar. "Kasihan Reni juga seperti nya terlihat kelelahan." Lanjutnya, Ia sangat ingin pulang, karena seragam yang dikenakannya begitu lengket di badannya.
"Hati-hati di jalan yah kalian!"
TBC
Kanan kiri, kanan kiri🎶
Vote ada di kiri🎶
KAMU SEDANG MEMBACA
Altruistic✓
Chick-Lit[FOLLOW SEBELUM MEMBACA!] "Gue ingin hak gue sebagai suami, SEKARANG JUGA!!' "GAK, LEPAS! Kita masih terlalu muda untuk melakukannya." ~ Starting on March 26, 2021. Ending on September 29, 2021.
