Chapter 8

1.2K 138 16
                                        

Brukk

Tuan Jung mendorong tubuh Yunho hingga terjatuh ke lantai kamar Jaejoong. Wajah namja tampan itu kini penuh dengan luka membiru dan bibirnya terluka parah. Siwon yang baru saja terbangun karena keributan yang dibuat oleh ayahnya berusaha untuk melerai keduanya. Tapi Kibum dengan sigap memeluknya.

"KAU LIHAT HASIL PERBUATANMU!!"

Jaejoong memeluk tubuh ibunya dan menyembunyikan wajahnya di pundak nyonya Jung. Tubuh kecilnya kembali bergetar ketakutan ketika melihat sosok namja itu hadir di depan wajahnya. Air mata Jaejoong kembali membanjiri wajahnya yang kini terlihat semakin pucat. Kibum telah mengobati luka-luka yang ada di tubuhnya namun luka di hatinya tetap menganga lebar.

"Jelaskan apa yang terjadi disini JUNG YUNHO!!"

Namja tampan itu tetap pada posisinya. Duduk bersimpuh di depan keluarganya tanpa sepatah kata pun. Kepalanya tertunduk ke bawah dengan pikiran yang berkecamuk. Sejujurnya dia sendiri juga tidak tahu dengan apa yang telah terjadi. Dia hanya ingat tadi malam dia pulang setelah bertemu dengan teman-temanya. Mereka minum-minum...

Saat itu hujan lebat...

Lampu padam...

Dan dia melihat sosok itu...

Deg

Yunho merasakan tenggorokanya tercekat. Kali ini namja musang itu mau mengangkat sedikit wajahnya hanya untuk melihat sosok itu yang kini tengah bergetar ringkih di pelukan ibunya.

"Aku mabuk...."

Hanya sepatah kata itulah yang mampu keluar dari bibir hatinya. Yunho melihat ayahnya kembali bersiap memuntahkan kemarahanya namun Siwon segera menghalanginya. Butuh waktu beberapa menit hingga ayahnya itu tenang. Mr Jung akhirnya menyerah ketika merasakan nafasnya mulai sesak. Ayah dari Jung Yunho itu mendudukan dirinya di salah satu kursi yang ada di kamar itu dan berpikir keras.

Setelah beberapa waktu dia mulai membuat keputusan.

"Kau harus menikahi Jaejoong"

Deg

.

.

.

Dua minggu semenjak kejadian itu....mansion Jung terlihat sibuk dengan berbagai macam persiapan untuk sebuah pesta besar yang akan segera berlangsung.

Di tengah hiruk-pikuk semua orang, terlihat seorang namja berkulit putih yang kini tengah duduk termenung di pinggir kolam taman belakang keluarga Jung. Sosok cantiknya yang biasanya selalu terlihat ceria kini berubah menjadi lebih pendiam.

"Jaejoongie kau sudah makan?" celetuk seorang yeoja paruh baya mendekatinya.

Nyonya Jung datang dengan membawa beberapa makanan dan susu. Kedua pasang mata cantiknya memperhatikan sosok putera angkatnya yang kini terlihat semakin kurus dan menyedihkan. Sekuat tenaga dia mencoba untuk tidak menitikan air mata.

"Jaejoongie makan ya?"

Nyonya Jung menyodorkan sesendok nasi ke depan bibir Jaejoong namun namja cantik itu tidak mau membuka mulutnya.

"Ayolah sayang...sedikit saja hm?"

Jaejoong menggelengkan kepalanya kemudian menubrukan tubuhnya ke dalam pelukan ibunya. Namja cantik itu kembali memelas dengan pilu.

"Eomma aku tidak mau menikah....hikss..."

"Jaejoong..." nyonya Jung tidak bisa lagi menampung air matanya.

"Eomma aku takut....huhuhu...aku tidak bisa menikah denganya......" tangis namja cantik itu.

"Tolong aku...eomma...."

THE SNIPER {COMPLETE}Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang