Typo tandain!!
Karena situasi yang tak kondusif sedari tadi malam, ditambah hujan lebat yang tiba2 mengguyur tempat perkemahan panitia memutuskan untuk menyudahi acara atas permintaan ketua pelaksana pak Wira.
"yahhhh"
Keluhan murid terdengar diseluruh penjuru gedung, mereka saat ini berada di aula sekretariatan guna menutup acara.
"dengan ini, kemah gabungan saya nyatakan ditutup. Semoga ditahun yang akan datang tidak ada kejadian seperti yang lalu, kita bisa mengadakan lagi dengan lancar tanpa hambatan suatu apapun"
"anak anak, besok sudah memasuki jam mata pelajaran biasa dan kalian akan beraktifitas seperti biasa jadi mohon dijaga kondisinya ya"
pengantar terakhir disambut secara terpaksa oleh anak anak.
"yahhh gabisa kemping lagi kita" kata Heejin memeluk kakaknya yang sedang bersedekap dada melirik guru yang ada diatas panggung kecil.
"kangen kan lo gabisa ketemu gue" kata Lisa
"ga"
"kalian kalo mau pulang kerumah masing2 gapapa, ntar gue mau bersih2 rumah kita soalnya" kata Irene kepada adik adiknya.
"lo nggak pulang rene?" tanya Wendy
"engga, nyokap mau ngecek rumah kita, jadi kudu gue beresin dulu" kata Irene yang diangguki oleh mereka.
"gue pulang sama lo aja deh" kata Wendy
"yang lain?"
"gue ikut yeji chae" kata Seulgi.
"gue dijemput momy" saut Yeri.
"sama" Jisoo menimpali
"gue bareng siyeon"
"gue balik sama mino"
"gue sama heejin"
"gue sama momy kak" terakhir Rose.
"oke jadi yang balik gue sama wendy ya, kalian ati2" kata Irene yang terlebih dahulu berpamitan pulang.
Pas sekali hujan2 begini Irene dikirim mobil oleh Krystal jadi tak perlu repot2 ikut bus sekolah.
.
"lo mau bales mereka apa rene?" tanya Wendy
Saat ini mereka sudah memasuki rumah sejak 2 jam lalu dan sedang membersihkan dapur.
Irene terhenti sejenak, lalu meninggalkan Wendy yang kebingungan dengan tingkah nyai yang satu itu.
"sabar banget gue punya temen nggak ada akhlak semua"
sepersekian detik pergerakan Wendy yang sedang mengelap meja terhenti kala ada map yang baru saja di letakan oleh sang pemilik, Irene.
Wendy membuka map yg berisi file itu dan sukses membuat mulutnya terbuka lebar, selanjutnya pandangannya jatuh ke arah irene yang kini mengepel lantai.
"Sejak kapan lo nyetujuin ini rene?" tanya Wendy menaik turunkan alisnya menggoda Irene.
"Beberapa hari lalu bokap nelfon gue, jabatan bokap bakalan jatuh ke gue dan gue udah nolak tapi gamungkin kan kalo gue pasrahin ini ke eunbi juga? yaudah untuk kali ini gue ambil keputusan yang gabakal ngelibatin embi lagi" jelas Irene yang mengundang senyum Wendy.
"sebenernya nggak ada salahnya lo terima ini dari dulu rene, dari jaman perusahaan kakek dikasih ke lo juga masih bisa lo terima. kalo lo berfikir nggak bisa nanggung itu semua apa gunyanya Krystal kerja sama lo? apa gunanya gue yang udah ngurusin keuangan kantor bokap? apa gunanya yeri jadi sekretaris mamanya? temen2 lo banyak yang bakal bantu irene, lo selalu kaya gini. seakan2 kita ga bisa kerja buat lo" kata Wendy menepuk pundak temannya itu.
"gue ngga mau ngusahin kalian, sorry" kata Irene yang masih fokus mengerjakan pekerjaan rumahnya.
"it's okayy, it's your business. tapi setelah lo serah terima jabatan lanjutan nya gimana?" tanya Wendy yang berganti duduk di meja makan.
"nahh, gue belum tau" kata Irene lesu menghentikan aktifitasnya.
"okey, kalau gitu biar gue sama yang lain yang atur selanjutnya" kata Wendy tegas dengan senyumnya.
ting tong....
"nyokap lo tuh?" kata Wendy bergegas membuka kan pintu.
.
Jam menunjukan pukul 6 sore, dan tanpa diduga kesembilan perempuan yang tadinya berpisah kini sudah berkumpul di ruang tengah rumah ini.
Seperti kata Wendy tadi, jika Irene sudah menyiapkan maka sisanya akan diselesaikan oleh mereka, Wendy berencana membicarakan ini dengan yang lain agar tidak sendirian untuk mengambil keputusan.
"besok berarti ada apel?" tanya yang paling muda. Dan mendapat anggukan dari yang tertua.
"sebelum apel ada rapat anggota direktur penyelesaian masa jabatan bokap gue, dan pasti didalamnya gue bakal ikut ambil buat perkenalan formal" jawab Irene
"dan jam apel udah pasti sesudah bel masuk" timpal Seulgi.
Mereka mengangguk.
"kalo kita ikut andil apa nggak jadi rusuh ya kak?" tanya Rose yang diangguki oleh Lisa.
"dan nggak mungkin kita ngerusuh didepan dad, kalo gamau mempermalukan beliau nantinya" timpal Lisa.
Perkataan Lisa lagi lagi membuat mereka berpikir lagi. Bagaimana cara agar mereka bisa membuat jera Twice agar tidak mencari masalah lagi dengan mereka, namun dilain sisi mereka juga tidak mau jika orang tua Irene kena imbas dari perbuatan mereka.
"Kak, apa nggak lebih baik kita main2 setelah acara lo selesai? atau saat mereka buat ulah lagi disekolah kita baru turun tangan" usul Joy
"Setuju sama Ijoy kak, kita nggak mungkin ngegagalin acara lo nantinyaㅡbiarin dulu mereka tau siapa lo sebenernya, itu bisa jadi peringatann buat mereka biar nggak main main lagi sama kita" saut Jisoo.
"tapi gue bener2 dendam sama ikan koi, di rapat direktur sama komite sekolah lo harus pecat dia sih kak sukanya playing victim mulu kalo sama murid. Manaa ada guru menjelek2an murid sendiri?" kata Jennie kesal.
"sabar kak jen, karma is coming buat tuh guru yang minus akhlak" saut Yeri menenangkan Jennie yang berada disampingnya.
"gue punya ide" Perkataan Seulgi mengundang tatapan bertanya dari kedelapan perempuan lainya.
"jangan aneh aneh lo kak" peringat Jennie.
"apaan tuch?" kata Joy heboh.
"tapi gue butuh bantuan Krystal buat rencana ini" kata Seulgi mengetikan sesuatu di ponselnya.
"besok kalo semisal memang berjalan lancar semua kita gausah nyari masalah, kita gerak waktu ada masalah aja. Kita kasih waktu si Koi sama Twice sadar kalo Irene udah megang kendali penuh atas yayasan itu. Kalo mereka belum sadar kita kasi hadiah buat mereka, biar netijen disekolah yang berkomentar buat mereka" Jelas Seulgi panjang lebar.
"hadiahnya apaan?" tanya Lisa yang bingung oleh perkataan Seulgi.
Seulgi menyunggingkan senyumnya sembari menggeser ponselnya kepada Lisa.
Beberapa detik kemudian Lisa juga ikut menyunggingkan senyum yang membuat yang lain ikut penasaran.
"good! gue setuju" kata Lisa kembali menggeserkan ponselnya ditengah2 mereka.
Dengan berebut mereka bergantian melihat ponsel Seulgi yang berisi Video yang ternyata kiriman dari Krystal sekretaris Irene, dan membuat mereka langsung tersenyum kepada Seulgi.
"tumben lo pinter" kata Jennie mengembalikan ponsel Seulgi.
"emang pinter gue, cuma gamau sombong aja" sombong nyaaa....
"itu lo nyombongin diri bangsat" umpat Lisa yang sama sama ga ada akhlaknya.
••••
°°°°
••••
Sebentar lagi...
sebentar lagii hueeeee...
jangan bosen bosen ya kalian!!!!!
Jangan lupa VOTE & KOMEN jugaa beb!!!
😍💓
~마크.gf💚
KAMU SEDANG MEMBACA
[✓] idc | Blackvelvet
FanfictionB l a c k v e l v e t a r e a🚫 Blackvelvet ft Boys Bahasa non baku⛔ start Up : 1 July 2020 end : 2 Oktober 2021 Highest Rank : #2 In Yeri ( 05/09/2020 ) #1 In Blackvelvet ( 01/09/2020 ) #2 In Jennie ( 04/09/2020 ) #5 In Jisoo ( 05/09/2020 ) #4 In R...
![[✓] idc | Blackvelvet](https://img.wattpad.com/cover/230536185-64-k978316.jpg)