Gadis Menawan

14 5 9
                                        

Angkasa dan Raya kini tengah berkumpul di rumah Jagad. Sahabat yang baru bersatu beberapa hari itu saat ini tengah mengadakan syukuran kecil-kecilan untuk mengikrarkan persahabatan baru mereka.

"Eh, kira-kira nama genk kita apaan, ya?" Jagad mulai angkat suara dengan wajah sok serius.

"Gimana kalau nama genk kita, genk 'Asoy Geboy'? Kayaknya seru tuh!" saran Angkasa dengan wajah berbinar senang.

"Udik banget sih namanya, gue nggak setuju. Gimana kalau nama genk kita 'Raya and Absurd Boys'?!" ujar Raya dengan berdiri dan seolah sangat bangga berada di antara dua pemuda tampan yang kini menjadi sahabatnya.

"Apaan, ngadi-ngadi lo. Kenapa nggak sekalian aja genk 'Raya Alay dan Duo Pemudo Hot'," kelakar Angkasa seraya terkekeh demi mendengar ide absurd yang muncul di kepalanya.

Jagad malah terbahak mendengar ide di luar nalar yang dicetuskan oleh kedua sahabatnya. Ia yang tadinya cool, elegan, dan bersahaja pun ikut menjadi absurd.

"Kenapa nggak sekalian 'Genk Jcolankercer'?" cetus Jagad yang langsung membuat kedua sahabatnya mengerutkan kening karena memang aneh. Yang nulis aja bingung itu apaan. Wkwk.

"Gad! Yang bener aja lo?! Itu bahasa mana kok kayak asing gitu," protes Angkasa.

"Dia emang dari dulu suka buat istilah aneh," timpal Raya.

"Makin aneh makin beken dong," kilah Jagad.

Angkasa yang merasa penasaran pun mendekati Jagad dan menatap mata pemuda itu dengan saksama.

"Jadi, itu apaan?"

"Jagad cool, Angkasa boker, dan Raya cerewet," jawab Jagad sambil tersenyum bangga.

"ITU MAH YANG BAGUS LO DOANG!!!" pekik Angkasa dan Raya kompak.

Jagad hanya tersenyum mirip kuda karena ternyata ucapannya garing sekali.

"Tapi, guys ... gue jadi kepikiran dari pencetusan ide aneh Jagad tadi," ucap Angkasa dengan raut wajah serius.

Ketiga orang tersebut mulai mendekat dan saling memandang dengan raut wajah penuh dengan aura-aura mencekam bak orang ingin menahan kentut.

"Terus ... apaan?" tanya Raya penasaran. Ia mulai menjauh dari dua sahabatnya karena merasa perutnya tidak enak.

"Woh anjir! Ini bau kentut nusuk banget! Sapa ini yang buang gas sembarangan?!" bentak Angkasa yang tiba-tiba kehilangan konsentrasinya.

"Tiba-tiba gue mau meninggoy," timpal Jagad yang mengibaskan tangannya di depan hidungnya agar mengusir bau busuk yang telah menyerang.

Raya hanya nyengir kuda karena dia pelaku tunggal. Tentu saja perilaku mencurigakannya ditangkap oleh kedua pemuda tampan yang sedang mabuk gas.

"Wah parah lo ini, Ya! Gue jadi mendadak amnesia, 'kan!" Angkasa mencoba menenangkan pikirannya dan berusaha berkonsentrasi lagi.

Setelah bau yang menguar hilang. Angkasa pun langsung mengutarakan idenya yang terinspirasi dari singkatan Jagad yang aneh.

"Gimana kalo genk kita namanya 'Trio Jangkar' yang artinya Jagad, Angkasa, Raya?" ujar Angkasa.

Jagad dan Raya saling pandang dengan alis bertaut, seolah sedang berpikir keras tentang ide yang tercetus dari bibir Angkasa.

Namun, beberapa detik kemudian. "Gue setuju!" Kompak mereka berdua seraya menjentikkan jari masing-masing.

"Buset, kompak bener kalian. Nggak salah gue memilih kalian jadi sahabat." Angkasa sok melow dengan berpura-pura menyusut hidungnya dengan jaket milik Raya.

Trio Jangkar [Mencari Jati Diri dan Cinta Sejati]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang