“Wah, parah lo, Gad! Pulang dari Inggris bukannya jadi manusia berakhlak, malah jadi manusia lucnut.”
Angkasa melepaskan ponsel milik Jagad dari telinganya seraya menatap saksama nama yang tertera di layar.
“Gile juga si Jagad, punya sohib bar-bar gini! Gue pikir, dia cuma temenan sama anak sholeh, sholehah macam Ahmad Sapeudin sama Siti Maemunah,” gumam Angkasa masih dengan menatap benda pipih milik Jagad.
“Woy, lo kok malah bengong, sih!” Suara melengking gadis bernama 'Raya Bawel' itu kembali memekakkan telinga Angkasa.
“Santuy, njir! Gue nggak budeg!” sungutnya sambil menggebrak meja.
Jagad yang datang dengan membawa sepiring siomay tampak melongo melihat Angkasa yang sedang emosi jiwa. “Itu ponsel gue,” ucap Jagad datar seraya menunjuk ponsel yang baru saja dimakinya.
Pemuda dengan dandanan ala kadarnya itu segera menyerahkan smartphone milik Jagad dengan wajah innocent. “Nih!”
"Wah ... kira-kira hape gue kena virus nggak ini?" gumam Jagad sambil memperhatikan smartphonenya dari segala sisi. Mulai dari layar sampai bagian belakang, tengah-tengah, dan pusernya. Memangnya hape ada puser?
"Wah ngadi-ngadi lo, ya?! Lo kata gue apaan? Bisa-bisanya lo ngomong kena virus!" sambar Angkasa emosional.
"Sapa bilang gue ngomongin lo?" sahut Jagad sambil menempelkan ponselnya ke telinga.
Suara memekikkan dari 'Raya Bawel' tadi mulai terdengar lagi lewat ponsel Jagad.
"Woy! Lo kok diem aja, Gad?! Lo sariawan, ya? Tadi, lo ngocehin gue eh sekarang nggak ada suara!"
"Itu bukan gue keles," jawab Jagad santai.
"Jadi, siapa manusia nggak berakhlak yang tadi ngatain gue?!" geram Raya dari seberang telepon.
Jagad menatap Angkasa yang masih duduk di dekatnya. Lagi-lagi pemuda bertindik itu memakan siomay yang dipesan olehnya tanpa dosa.
"Orang yang nggak ada akhlak lagi makan siomay gue," sahut Jagad dengan suara yang sengaja dikencangkan agar Angkasa mendengar.
Angkasa yang masih mengunyah siomay milik pemuda tamvan di hadapannya itu merasa tak terima. "Apa nih maksudnya? Lo nyindir gue? Bakal siomay sesuap aja lo udah ngatain gue! Lo nggak terima siomay ni, gue embat? Ngomong dong, kagak usah nyindir-nyindir macam mak-mak gang sebelah yang lagi ghibah!" sungut Angkasa tak terima.
"Ya ... udah dulu, ya. Nanti lo gue telepon, nih ada manusia yang lagi baper!" ucap Jagad seraya menggeser layar ponselnya, lalu menyimpannya di saku celana.
"Bukan gitu maksud gue, Sa!" ujar Jagad yang merasa tak enak hati karena membuat pemuda yang baru dikenalnya beberapa jam lalu itu meradang.
Wah, kesempatan ini. Si Jagad kayaknya takut gue marah, gue kadalin aja sekalian, batin Angkasa girang.
"Lo, manggil gue apa? Sa?! Lo kira gue Sasa, HAH!!!" ketusnya dengan memasang wajah garang.
"Lah, 'kan nama elo Angkasa. Emang lo biasa dipanggil apa? Angka? Apa Ngkas?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Trio Jangkar [Mencari Jati Diri dan Cinta Sejati]
Teen FictionApa jadinya jika Jagad, Angkasa, dan Raya bersatu? Tentu saja akan terjadi hal luar biasa, di luar nalar, dan hal-hal menakjubkan lainnya yang bisa membuat orang di sekeliling mereka menggeleng heran. Trio Jangkar begitulah mereka memberi nama genk...
![Trio Jangkar [Mencari Jati Diri dan Cinta Sejati]](https://img.wattpad.com/cover/272645300-64-k915.jpg)