Gadis berparas ayu dengan suara yang begitu merdu itu seketika mengalihkan perhatian Angkasa dan Jagad. Mereka berdua bahkan tak berkedip karena saking terpesonanya dengan sosok bidadari yang menjelma manusia itu. (Lebay banget ya othornya wkwkwk)
Angkasa dan Jagad berpangku tangan seraya terus mengawasi gerak gerak gadis itu, mereka seolah tersihir dan bahkan mengabaikan seruan Raya.
Sebuah tepukan keras melayang di pundak mereka berdua.
"Auw ... Sakit, Oneng!" pekik Angkasa seraya mengelus pundaknya yang terasa panas.
"Iya, nih. Napa coba tiba-tiba mukul kita?!" imbuh Jagad sambil melakukan hal sama dengan Angkasa, mengelus pundaknya. Namun, lebih kalem dari Angkasa.
Gadis cantik itu merasakan bahwa ada dua pemuda yang memperhatikannya pun menoleh dan seraya tersenyum kepada ketiga sahabat somplak itu. Tentu saja sikapnya itu membuat Angkasa dan Jagad salah tingkah.
"Mbak senyumnya manis amat, ya? Melebihi manisnya gula jawa," rayu Angkasa sambil nyengir kuda.
"Sembarangan lo, Ang. Mbaknya cakep banget terus putih lagi, masa gula jawa? Harusnya mirip gula kapas," protes Jagad yang juga menampakkan barisan gigi putihnya.
Raya yang melihat tingkah laku kedua sahabatnya hanya bisa mendengus geli. Ia bak melihat tanda cinta berwarna merah yang muncul di mata kedua pemuda itu.
"Maaf, Mbak ... kedua temen saya kayaknya keracunan makanan makanya pada aneh, ha-ha-ha." Raya tertawa lebar sambil berusaha melengkungkan bibirnya ke atas.
Gadis cantik bak bidadari itu tersenyum kepada Raya. "Nggak apa-apa, Mbak."
"Mbak, manis. Boleh kenalan nggak? Siapa namanya?" tanya Angkasa to the point seraya meringis tanpa beban.
Jagad merasa kalah start, ia menggeser kursinya dan kini sedikit menghalangi pandangan Angkasa dari gadis cantik itu.
"Hai, namaku Jagad. Boleh tahu nama kamu siapa?" Jagad mengulurkan tangan tepat di hadapan gadis yang memiliki senyum menawan.
Wah, gercep juga si Jagad. Nggak bisa dibiarin ini, gue juga harus gercep, batin Angkasa dengan mengikuti gerak Jagad menggeser kursinya agar bisa lebih dekat dengan gadis tersebut.
"Aku Angkasa!" sela Angkasa dengan menarik tangan Jagad.
"Apasih, lo?!" protes Jagad tak terima.
"Gue dulu yang kenalan, secara gue senior, lo!" balas Angkasa seraya mendelik.
Jagad tersenyum ke arah Angkasa. Ia tidak ingin imagenya runtuh karena meladeni pemuda setengah berandal itu.
"Ngapa lo malah senyum-senyum ke gue? Wah ... bahaya ini!" ujar Angkasa sambil berdecak.
Muehehe ... sono lo terus bersikap konyol di depan cewek cantik ini. Pasti dia bakalan ilfil dan lebih milih kenalan sama gue, batin Jagad.
"Kalian berdua kayaknya akrab banget, ya?" ucap gadis cantik yang diajak kenalan oleh mereka berdua. Tentu saja suara yang terdengar merdu itu membuat keduanya tertegun.
"Kenalin namaku Jasmine." Gadis yang baru saja memperkenalkan diri itu mengulurkan tangannya ke arah Angkasa dan Jagad yang sedang terkena virus cinta.
"Aku Jagad," sahut Jagad yang hendak menyambut tangan Jasmine.
"Aku Angkasa, cowok paling populer di Pelita Bangsa!" serobot Angkasa sambil menyambut tangan halus milik Jasmine, padahal ia sudah menyebutkan namanya tadi.
Melihat Angkasa yang bergerak cepat, tentu saja membuat Jagad mendelik tajam. Meskipun pada akhirnya, mereka berdua dapat merasakan berjabat tangan dengan gadis yang mereka sukai pada pandangan pertama.
KAMU SEDANG MEMBACA
Trio Jangkar [Mencari Jati Diri dan Cinta Sejati]
Novela JuvenilApa jadinya jika Jagad, Angkasa, dan Raya bersatu? Tentu saja akan terjadi hal luar biasa, di luar nalar, dan hal-hal menakjubkan lainnya yang bisa membuat orang di sekeliling mereka menggeleng heran. Trio Jangkar begitulah mereka memberi nama genk...
![Trio Jangkar [Mencari Jati Diri dan Cinta Sejati]](https://img.wattpad.com/cover/272645300-64-k915.jpg)