13

167 15 0
                                    


Happy reading!

"Tunggu!"Ryder yang akan melangkah ke arah pintu depan menoleh.pria itu menaikkan alisnya menatap kearah wanita didepannya.

"Ada apa?"tanyanya.Suara Ryder membuat Adel benar-benar gugup.bisa-bisanya cowok mudah didepannya itu terlihat sangat tampan dengan rambut pirang.Adel benar-benar memperhatikan Ryder keseluruhan.Rahang kokoh,bulu mata panjang, hidung mancung, dan bibir tebalnya membuat pria itu terlihat sempurna.

"Ada apa?"kembali Ryder membuka suaranya.menatap malas kakak dari temannya yang sepertinya terpesona dengannya.

Bukan terlalu percaya diri tapi Ryder sudah sering melihat gadis-gadis yang begitu terpesona pada ketampanannya menunjukkan wajah seperti kakak temannya ini.

Adel tersadar dari keterpesonaannya dan menggelengkan kepalanya sebelum berlari dari hadapan Ryder.

"Bodoh,"gumam Ryder sebelum membalikkan tubuhnya.

Ryder Pamungkas Mahapatra adalah putra seorang mantan dong juan dan wanita kaya raya yang sombong.ketampanan Ryder tidak pernah diragukan hanya saja dibalik semua yang terlihat sempurna pasti ada saja yang menjadi nilai minus.Diumurnya yang baru menginjak angka 17 tahun Ryder sudah berulang kali mempermainkan wanita baik itu yang lebih muda ,seumuran,bahkan lebih tua darinya.lingkup pergaulannya tentu jauh lebih luas dan berkelas.Club malam bukan sesuatu yang baru bagi Ryder dan Anggota-anggota gengnya.diumurnya yang 15 tahun Ryder sudah tidak lagi perjaka.kehidupan Ryder memang terlalu bebas tapi sebebasnya Ryder dia tetaplah seorang anak yang begitu mencintai wanita yang melahirkannya.

*****

Adelia menutup pintu merasa bodoh karena bersikap kekanak-kanakan.

"Bocah ingusan,"gumamnya kesal sambil menatap mobil mewah Ryder menghilang dari balik balkon kamarnya.

Menutup pintu balkon Adel segera menghampiri ponselnya dan membuka gogle.tangan lentiknya mengetik nama Ryder dengan begitu lincah.

"Mahapatra,"ujarnya tak percaya.

Semua berita tentang keluarga itu Adel baca baik-baik.tingkat kekepoannya sepertinya meronta-ronta.Baru kali ini Adel sadar jika ternyata ada pria yang lebih segalanya dari Revan.

*****
Sedangkan ditempat lain kini Revan bersama dengan Anna dan Eden baru saja selesai makan malam.Sudah beberapa hari ini Eden dan Revan makan malam dirumah Anna.mereka bertiga bersahabat sejak masa kuliah.

"Semangat untuk besok,"Revan yang mendengar itu hanya bergumam tidak jelas.berbeda dengan Eden yang dari tadi terus memperhatikan Anna.

"Aku akan menikah 2 minggu lagi.kalian datang yah."

"Jangan bercanda,"Eden tertawa keras diikuti oleh Revan.

"Aku serius,"Anna menjawab dengan sangat yakin.

"Bagaimana bisa,An?"Revan menghentikan tawanya kini mulai serius menatap kearah Anna yang sedang tersenyum tipis.

"Kami dijodohkan,"Anna menjawab.

"Laki-laki itu pasti sudah gila karena mau menikah dengan kamu ,An."Eden tertawa merasa tak percaya jika temannya yang dari dulu selalu dicampakkan laki-laki akan menikah karena perjodohan.

Selalu seperti ini,Eden akan terus mengejek tanpa pria itu sadari jika Anna terluka.dari segi body memang Eden sangat tertarik menjadikan Anna teman tidurnya tapi tidak untuk menjadi istri karena Eden memiliki kriteria wanita idaman.sedangkan Revan yang mendengar ucapan Eden tidak berniat ikut campur.Revan memang begitu karena baik dia dan Eden selama ini tidak benar-benar serius menjadikan Anna teman mereka selain karena Anna pintar dan baik.selalu ada yang namanya simbiosis mutualisme antara mereka bertiga.

"Lebih baik menjadi teman tidurku daripada menikah dan ujung-ujungnya kalian malah berpisah karena suami tidak mencintai kamu.sadar diri dong ,An."Eden kembali membuka suara membuat Anna yang selama ini selalu diam dan berpura-pura tidak tersinggung akhirnya melayangkan tangannya.

"Keluar!!"teriaknya dengan mata berkaca-kaca.cinta kadang memang membuat orang menjadi bodoh dan itu terjadi pada Anna.karena begitu mencintai Eden hingga membuatnya selama ini selalu bersabar.tapi Eden sudah benar-benar keterlaluan.

"Anna!!"Eden berteriak namun Anna tidak peduli.wanita itu mengunci dirinya didalam kamar tak peduli dengan Eden dan Revan yang masih berada di ruang tamunya.

"Dia sama bodohnya dengan Adel,"Eden berhenti memanggil Anna dan menatap Revan yang Malah membakar rokoknya.

"Sebaiknya kita cabut."Eden mengangguk dan mengambil kunci mobilnya.

Rasa sakit yang sesungguhnya adalah ketika kamu yang benar-benar tulus pada seseorang sementara orang itu hanya memanfaatkanmu.Memproritaskan orang lain sementara kamu bukan prioritasnya.mengkhawatirkan orang lain sementara kamu tidak pernah dikhawatirkan.Anna adalah salah satu wanita bodoh itu Yang merasakan rasa sakitnya.

Jangan lupa vote dan komen Yahh 😇

Se you Next part all.

HARA [END]✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang