1

494 28 2
                                    

Adelia sapaan akrabnya kini tengah berada dirumah Harry Baskoro.gadis berusia 16 tahun itu terlihat sangat berantakan dengan rambut acak-acakan dan wajah sembap.

Pria yang sedari tadi sibuk dengan benda pipih ditangannya menoleh menatap keponakannya dengan tatapan tidak terkejut lagi.bukan lagi hal baru bagi pria itu melihat keadaan Adelia yang berantakan seperti saat ini.

"Karena Revan lagi?"Adelia mengangguk.

"Adelia melihat Revan mencium Nala ..hiks..hiks..."ujar Adelia sambil mengusap ingusnya membuat pria tampan yang memiliki banyak tatto ditubuhnya itu geleng-geleng kepala.

"Om sudah mengatakan bahwa Revan itu tidak selevel dengan keluarga kita.Masih banyak laki-laki diluaran sana jadi berhenti menangis karena pria tidak tau diri seperti Revan."

"Tapi Adel itu cinta sama Revan.om Harry nggak akan ngerti karena om itu nggak pernah jatuh cinta."

Pria yang dipanggil Harry itu memijit pelipisnya pelan.sangat susah memang memberitahu keponakannya yang keras kepala.

"Adel kesini mau belajar sesuatu dari om,"Harry memicingkan matanya tanda waspada.Harry memang bajingan bahkan pernah masuk penjara akibat Narkoba tapi pria itu tidak akan mau jika sampai keponakannya bertindak berbahaya.

"Perasaan om nggak enak."Adelia yang mendengar itu segera mengusap air matanya dan mendekat kearah Harry.

"Om mau nggak ajarin Adelia berciuman,"Harry menatap wajah Adelia yang terlihat sangat berharap.

"Om nggak bisa,"Adelia yang mendengar itu melipat tangan didepan dada.

"Katanya om Harry akan nurutin semua permintaan Adelia.tapi kenapa om nggak mau ajarin Adelia berciuman?"

"Permintaan kamu itu sudah diluar batas."

"Om jahat hiks...hiks...Adelia akan minta diajarin sama kak Seto aja."setelah mengatakan itu Adelia beranjak mengusap air matanya membuat Harry mengepalkan tangannya.

"Berani pergi dari rumah om ,Adelia nggak akan lagi om biarkan kemari!"Adelia menghentikan langkahnya menoleh kebelakang dan menatap Harry tajam.

"Om jahat sama Adelia."lirihnya membuat Harry berdiri dan dengan cepat menarik tangan kanan Adelia.

"Jangan menyesal jika nanti om hilang kendali."Adelia yang masih menangis tidak mengatakan apa-apa.gadis itu pasrah saja saat Harry membawanya memasuki sebuah kamar yang didominasi warna Abu-abu.

"Mau belajar atau mau menangis?"Adelia yang mendengar itu segera mengusap kembali air matanya.gadis itu entah mengapa sangat cengeng jika berada di depan om nya padahal Adelia ini adalah salah satu gadis yang suka membully disekolah.

Harry menatap wajah Adelia yang ada di sampingnya.pria itu dengan perlahan mendekatkan wajahnya.tangannya terulur mengusap air mata yang membasahi pipi Adelia sebelum bibir tebalnya mengecup kedua mata Adelia bergantian.

"Sudah siap."Adelia yang mendengar hembusan nafas Harry di kupingnya mengangguk Antusias.

Harry menatap bibir tipis berwarna merah muda milik Adelia.pria itu mengusap bibir tipis itu dengan perlahan.

"Jangan menyesal jika om tidak bisa berhenti."Adelia tidak menjawab.gadis itu mendekatkan bibirnya ke bibir Harry.

Bibir keduanya bertemu.Harry mengerakkan bibirnya menyesap bibir tipis Adelia yang terasa lembut dan manis.

Adelia terhanyut,gadis itu tidak pernah menyangka jika berciuman akan sehebat ini.sesuatu berdebar kencang.

Adelia mulai berani,gadis itu mengalungkan tangannya dileher Harry sambil membalas ciuman pria yang dipanggilnya Om.

Mereka berciuman begitu lama.Beberapa kali keduanya mengambil nafas dan kembali berciuman.

"Adelia sayang om Harry."Harry yang mendengar itu menatap wajah Adelia yang terlihat lebih berantakan.bibir tipis itu membengkak akibat ciumannya yang begitu liar.

"Adelia mau om bantuin Adelia dekat dengan Revan.om itu kaya jadi pasti mudah mengancam agar Nala berhenti dekat-dekat dengan Revan."Harry masih menatap wajah cantik Adelia.pria itu mengulurkan tangannya mengusap kepala Adelia.

"Apa imbalannya untuk om?"

"Adelia tidak punya uang sebanyak om Harry.Adelia juga yakin Om tidak butuh uang.satu-satunya yang Adelia bisa berikan cuma kehormatan Adelia."Harry melepaskan pelukannya dan berbaring di ranjang.pria itu menatap langit-langit kamar.berpikir apakah yang dilakukannya itu sudah benar.Adelia bisa saja memberikan tubuhnya pada pria manapun yang mau membantunya.daripada dengan yang lain tentu Adelia lebih baik melepaskan keperawanannya pada Harry.

"Adelia yakin jika om tidak akan membiarkan Adelia nekat kan?"Harry menarik tangan Adelia membaringkan tubuh gadis yang sudah mati-matian ia benci dan berusaha ia abaikan tapi tidak pernah berhasil.

"Jangan sampai menyesal."Adelia mengangguk sangat yakin dan hal itu membuat Harry semakin berani.

Jangan lupa vote dan komen):

HARA [END]✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang