Tepat 50 menit berlalu ,baik jennie yang merasa terintimindasi secara batin oleh kehadiran lim ,dia bisa melalui itu dan menyelesaikan pemotretanya dengan cepat ,iris mata jennie melihat dari sudut matanya lim tengah mengotak atik kamera yang ia pakai memotret dirinya tadi.
" Hasilnya bagus ,anda bisa kembali nona, pemotretan sudah selesai",,, setelah mengatakan itu pada jennie lim berlalu kearah layar komputer yang dijaga oleh taehyung,disana lim akan melihat hasil jepretanya dengan lebih jelas dan mengabaikan jennie yang memasang wajah layu
" Fighting!!, cepat ganti baju aku akan membantumu agar bisa meluangkan waktunya sebentar untukmu ",,, tiba2 soo he datang dari arah samping dan menyemangati jennie ,membuat jennie menemukan secercah harapan dan mengangguk ,10 menit jennie masuk ruang ganti dan telah berganti baju yang lebih nyaman dipakai ,jennie melihat sang unnie sedang berbicara dengan lim dan sesekali tertawa bersama,dalam lubuk hatinya jennie merasakan iri karna senyuman lim terbit bukan karena dia melainkan orang lain
Sudut mata soo he melihat jennie sudah ganti dan siap untuk kembali,jadi dia berdehem dan berbicara pada lim untuk memberi jennie kesempatan untuk menyelesaikan apa yang belum terselesaikan
" Jennie ingin meminta waktumu sebentar apa kau keberatan?",,, lim diam sejenak dan memandang soo he ,jujur saja hatinya sakit karna mengabaikan jennie yang jelas2 ada didepanya tadi namun itu harus ia lakukan pasalnya ,itu adalah permintaan jennie agar dia menjaga jarak denganya
" Heumm..",,, senyum soo he merekah dia berjalan menuju jennie dan memberitahunya bahwa lim menunggunya ,jennie dengan ragu berjalan kearah sudut ruangan dimana lim berada,taehyung yang tadi fokus melihat hasil pemotretan sudah pergi dan para staf sudah tidak ada lagi hanya ada lim ,jennie dan soo he yang duduk jauh untuk menghargai mereka dan tidak menganggu mereka
" Silahkan duduk ",,, jennie mengangguk dan duduk dikursi yang tersedia disana ,tiba2 pikirannya buntu dia tidak tau harus berkata apa saat ini ,sampai menghabiskan beberapa menit lim yang sedari tadi menunggu tujuan jennie akhirnya berucap
" Jadi ,apa yang membuat nona jennie menghampiriku? Apa ada hal tentang pemotretan hari ini yang mengganggu ?",,, lim mencoba yang terbaik untuk mengetahui tujuan jennie namun yang ia dapatkan hanya gelengan yang membuat alis lim menyatu heran
" Apa kau sibuk nanti malam?",,, lim makin heran dengan ucapan jennie
" Tidak,aku tidak sibuk wae nona?",,,
" Bisakah—bisakah kau berhenti menganggilku nona? ",,,
" Baiklah ,jennie aku akan memanggil namamu apa ini lebih baik? Jadi kenapa jika nanti malam aku tidak sibuk?",,,
" Aku—Aku hanya ingin mengundangmu makan malam,ada sesuatu hal yang ingin aku katakan padamu ",,, lim mengangguk namun sedikit enggan menyadari jarak mereka ,walau dirinya tak pernah menganggap hubungan mereka berakhir namun disisi lain jennie sudah membentangkan tembok pembatas denganya
" Apa tidak masalah? Maksudku bagaimana jika kekasihmu melihat kita. Itu akan menjadi masalah dimasadepan",,, lim berkata dengan berat hati karna dia tidak mau baik dia atau jennie terlibat masalah
" Sama sekali tidak, ini akan menjadi urusanku aku hanya ingin mengundangmu makan malam dan berbincang",,,
" Baiklah , aku hanya bisa setuju apa ada lagi? Jika tidak aku harus segera melanjutkan perkerjaanku",,, jennie dengan enggan menggeleng sebenarnya dia ingin masuk kedalam pelukan hangat lim saat ini namun dia harus menahanya dan berganti mengucapkan selamat tinggal dan terima kasih untuk waktu luang lim
" Kajja kita pulang",,, soo he lekas menghibur jennie agar tak terlalu layu dan sedih karna berpisah dari lim
🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋

KAMU SEDANG MEMBACA
Snow Drop {END} ✔
Teen FictionOrang baru memang selalu memberi kesan lebih,lebih dalam hal semua hal baru yang belum pernah kita lihat atau rasakan,tapi percayalah sebaik orang baru tidak akan bisa mengalahkan yang lama yang tau apa adanya kita.