" Nini..",,,,
" Nini...".........
" Hyung!! ... Ireona!!....
" Hyung!!!!....
Lim tersentak dari tidurnya keringat membasahi wajahnya dan tubuhnya ,dia mencoba membuka penuh matanya yang terasa teramat berat dan sedikit kabur ,kepalanya pening bahkan sangat pening dan orang pertama yang ia lihat adalah Jungkook yang menatapnya dengan cemas
" Gwecana?",,, lim mengangguk lalu perlahan duduk dengan kedua tangan yang memegang kepalanya ,pusing dikepalanya makin menjadi saat dipakai untuk bangun tidur
" Ini makanlah sup penghilang pengar aku sendiri yang membuatnya ,tae hyung sedang mandi ",,, lim mengangguk dia tak ingat kenapa bisa ada diunit Jungkook
Jungkook beranjak karna giliran dia untuk mandi setelah melihat taehyung keluar dari kamar mandi dan duduk disamping lim yang mulai makan sup buatan Jungkook.
" Bagaimana aku bisa disini? Seingatku kita disebuah club tadi malam?",,, tanya lim pada akhirnya. Taehyung menghela nafas sebelum menjawab
" Singkatnya kau mabuk tadi malam dan aku sudah izin pada bibi hye kyo jadi kau kubawa menginap disini",,, lim mengangguk dan meletakkan mangkuk sup yang sudah kosong diatas nakas
" Kepalaku masih pusing",, keluh lim dan taehyung mengangguk dia memberi sebutir obat pereda mabuk pada lim dan setelah itu lim tak lagi mengeluh pusing
🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼
Sementara diapartemen jennie,jennie menggigil kedinginan saat matanya terbuka dia sedikit tercenggang karna dia tertidur dibalkon dengan hanya memakai piyama tipis tentu saja dia pasti kedinginan ,dia bangun merasakan suhu tubuhnya tidak seperti biasanya tubuhnya kedinginan namun kulitnya hangat sudah pasti dia demam saat ini
Hari ini tidak ada jadwal apapun jadi dia tidak usah pusing memikirkan jadwal pekerjaanya disaat tubuhnya demam ,dia juga berbohong pada jiyoung tentang jadwalnya yang penuh dan sibuk ,dia hanya sedikit ingin menikmati waktunya sendiri dan memikirkan sesuatu yang mengganjal fikiranya akhir-akhir ini..
Dia sudah mulai kembali menempel dengan soo he dia meminta bantuan soo he agar tak memberitahu jadwal pribadinya akhir2 ini dengan jiyoung. Walau sempat dikecewakan oleh jennie namun soo he tetaplah menganggap jennie adalah adiknya dan berharap jennie segera sadar dengan kebodohanya selama ini, kenapa dia tak membuka kartu jiyoung saja? Alasannya adalah mudah jennie sedang kacau dalam benak dan pikirannya telah dicuci oleh jiyoung jadi percuma saja jika dia memberi tahu jennie walau mungkin sampai mulutnya berbusa ,dia tidak ada bukti kongkrit jadi dia hanya diam dan menyimak perkembangan keduanya ,dalam lubuk hatinya soo he sangat bersalah dengan lim karna tak bisa membantu ..
Bel apartemen berbunyi jennie sudah tau itu pasti soo he jika tidak dia pasti adalah rose ,karna yang sering datang keunitnya adalah mereka ,memaksakan bangun walau kepalanya pusing jennie membuka pintu dan benar itu adalah soo he ,sekarang soo he tidak pernah langsung masuk seperti dulu dia memberi jarak pada jennie yang memiliki privasi
" Unnie ..masuklah",,, soo he sedikit mengeryit kenapa rasanya jennie sedikit lebih riang dari biasanya? Atau apa ini hanya perasaannya saja? Dia seperti melihat jennienya yang dulu traine yang mengklaim dirinya unnie kandungnya
" Aku membuat pangsit dan iga asam manis untuk sarapan duduklah aku akan menyiapkanya",,, jennie menggeleng dan hendak mengambil alih paperbag yang dibawah soo he namun soo he menghalangi dan mencegah jennie mengambil bingkisanya tapi saat tangan soo he bersentuhan dengan lengan jennie ,soo he bisa merasakan tubuh jennie panas ,lalu untuk memastikan dia menempelkan telapak tangannya dikening jennie

KAMU SEDANG MEMBACA
Snow Drop {END} ✔
JugendliteraturOrang baru memang selalu memberi kesan lebih,lebih dalam hal semua hal baru yang belum pernah kita lihat atau rasakan,tapi percayalah sebaik orang baru tidak akan bisa mengalahkan yang lama yang tau apa adanya kita.