28

1.3K 151 52
                                    

Hari-hari berlalu ,lim dan jennie masih tetap menjalani rutinitas mereka selagi mereka juga mempersiapkan pernikahan mereka ,pagi ini adalah minggu kedua jennie tinggal dengan lim dan eommanya,tak seperti biasanya karna saat ini weekend dan mreka tidak terlalu memiliki kepentingan yang mendesak membuat mereka masih meringkuk dibawah selimut karna tidak mau meninggalkan tempat hangat dan nyaman itu terlalu cepat

  " Eumm,, honey",,, jennie yang sedari tadi sudah bangun mencoba menghidupkan suasana  karna jennie tau lim sudah bangun namun dia enggan melepaskan jennie dari pelukanya

  " Hmm",,,

  " Hanya tersisa dua minggu bagaimana perasaanmu",,, tanya jennie dengan jari telunjuk yang bermain didada lim membuat bentuk love disana berulang kali,lim merasa geli namun tidak menghentikan

  " Bagaimana? Tentu saja aku senang tidak ada yang bisa mengukur kesenanganku,sesuatu yang aku perjuangkan akhirnya bisa aku capai",,, senyum jennie merekah

  " Begitukah? Aku senang dengan jawabanmu ,honey aku mencintaimu",,, jennie kembali memasukkan kepalanya diceruk leher lim bermaksud ingin lebih lama menikmati waktu mereka namun ketukan pintu membuat jennie kembali membuka mata

  " Jennie ,lim kajja sarapan eomma tunggu dibawah",,,

  " Ne eomma",,, lim menjawab sedikit berteriak

  " Kajja jangan membuat eomma menunggu lebih lama",,, jennie dengan enggan bangun dan menuju kamar mandi sedangkan lim sibuk menyikat gigi dan membasuh muka meninggalkan jennie yang saat ini mandi dibelakangnya hanya berbatas kaca buram untuk menutupi tubuhnya dari orang yang berada diluar kamar mandi ,namun walau kaca itu sedikit buram kurang lebih lim bisa melihat siluet lekuk tubuh jennie yang sangat sempurna

  " Honey, kau sangat- SEXY",,,lim yang selesai membasuh muka pada awalnya ingin keluar tapi gagal karna pantulan kaca yang menghadap bilik kaca buram itu memperlihatkan tubuh jennie

  " Yaaaa!!!! Pervert!!!!....",,,, jennie berteriak marah ,malu dan kesal mendengar amukan kucing betina itu lim bergegas keluar dari kamar mandi dan mengambil kaos mengabaikan dia masih memakai boxer kuning bergambar anak ayam pemberian jennie

  " Selamat pagi eomma",,, sapa lim pada hye kyo

  " Pagi lim,dimana jennie?",,

  " Dia masih mandi sebentar lagi pasti menyusul",,, hye kyo mengangguk dan mengisi piring lim dengan roti bakar yang ia siapkan,tak lama jennie menuruni tangga dan mencium pipi hye kyo dan lim sebagai rutinitas barunya dan mengucapkan selamat pagi

  " Hari ini kalian akan melakukan fitting bukan?",, hye kyo bertanya

  " Itu benar eomma",,, hye kyo mengangguk

  " Eomma sudah sangat tidak sabar menunggu kalian menikah meskipun sekarang kalian tinggal bersama tapi itu tidak akan menghasilkan cucu untuk para orang tua,mengingat kepribadian kalian",,, jennie terbatuk karna tersendak akan kejujuran hye kyo ,jennie tidak biasa karna biasanya mertuanya ini akan mengatakan hal2 yang mencerminkan sikap keibuan

  " Eomma,berhenti menggoda lihat jennieku tersendak karna kata2 eomma",,, lim ingin menangis mendengar keterusterangan sang eomma

  " Haha,,, jennieyah menantu emma yang emma sayangi, mianhae eomma bukan bermaksud menyuruh kalian terburu-buru. Tapi sepertinya lebih cepat lebih baik",,, kini giliran lim yang memuncratkan coklat uyu yang dia minum ,dia bertanya-tanya apa ini eommanya? Sungguh eommanya sangat berterusterang tentang tujuannya

Mengabaikan beberapa kata yang membuat mereka menggelengkan kepala, karna janji temu dengan desainer adalah siang hari setelah sarapan lim dan jennie menikmati waktu mereka menonton tv dengan hye kyo yang membaca majalah edisi terbaru,setelah cukup lama dan sudah waktunya lim yang belum mandi meninggalkan para wanita untuk mandi dan segera melaju untuk fitting baju

Snow Drop {END} ✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang