Ini yang paling tidak Shotaro sukai, menjadi pusat perhatian di bandara.
Yeah, usianya sudah masuk tahun ke 17.
Dengan langkah kecilnya, Shotaro mengedarkan pandangannya ke sekeliling bandara.
Harusnya ayah dan buna nya sudah menjemput dia.
Merasa lelah tidak mendapati orang yang dia cari, Shotaro lebih memilih ke kafe bandara.
Setelah mendapatkan tempat duduk, dia lantas memesan jus strawberry.
Tangannya mencari ponsel yang ada disakunya untuk memberitahu kedua orangtuanya.
Nanti yang akan menjemputmu, namanya Sungchan.
Pesan yang dia terima dari sang ayah membuat dia mengerutkan keningnya, jadi, yang menjemputnya orang asing?
Menggembungkan pipinya, lalu menghela nafas panjang sudah menjadi kebiasaannya ketika bosan.
"Kau siapa?" Di kafe ini banyak tempat duduk kosong, kenapa orang asing itu duduk di depannya?
Mengabaikan pertanyaan Shotaro, orang asing itu malah mengulurkan tangannya.
"Namaku Sungchan, kau Shotaro Nakamoto bukan?"
Shotaro terkejut, jadi orang asing ini yang menjemputnya?
"Yeah, aku Shotaro, kau tau dari mana aku ada disini"
"Cukup mudah, tuan Nakamoto yang memberitahuku"
"Tuan? Kau, anak buah ayah?"
"Lebih tepatnya, orang kepercayaannya"
Shotaro hanya menganggukkan kepalanya mengerti.
"Jadi, bisa kita pulang sekarang? Mereka sudah menunggumu di rumah"
Shotaro hanya menganggukkan kepala, lalu mengambil kopernya sebelum tangan Sungchan mendahuluinya.
"Biar aku saja, kau pasti lelah"
Shotaro tidak mencurigai apapun, lagi pula dia orang kepercayaan ayahnya bukan?
Melihat Shotaro yang berjalan mendahuluinya, membuat Sungchan tersenyum tipis.
"Ternyata dia lebih manis daripada di fotonya"
####
"Bun, Shotaro benar-benar pindah ke Korea kan? Dia tidak akan kembali tinggal di Jepang seperti kemarin bukan?"
Winwin tersenyum, tentu saja dia mengerti bagaimana perasaan Renjun.
Walupun mereka sering bertengkar, tapi Renjun-lah yang paling mengerti perasaan Shotaro.
"Tentu saja, dia akan tinggal bersama kita mulai hari ini"
"Ah Tae, jangan disana. Letakkan di dapur saja dulu" Taeyong menurut apa kata winwin, lalu kembali.
"Kenapa anak nakal itu lama sekali? Padahal aku ingin sekali melihat calon menantuku"
Winwin tertawa, ah ngomong-ngomong keluarga Jung juga ada disini.
Ingin menyambut kedatangan calon menantu, katanya.
Yeah, mereka semua sudah mengetahui hubungan Shotaro-Sungchan.
Yang belum mengetahui jelas hanya Shotaro.
Anak manis itu pasti akan menolak keras perjodohan ini.
Walaupun nanti mau tidak mau, suka tidak suka, Shotaro harus menyetujui perjodohannya.
####
Dalam perjalanan, Shotaro hanya menatap ke jendela mobil.
"Apa, kau lelah"
Shotaro hanya menganggukkan kepalanya, tidak berniat untuk membalas pertanyaan Sungchan.
Sungchan bisa saja mencairkan suasana, hanya saja dia tidak ingin Shotaro semakin bad mood.
Selama kurang lebih tiga puluh lima menit perjalanan menuju rumah keluarga Nakamoto, selama itulah mereka hanya saling diam.
#####
Shotaro memasuki rumahnya sambil menghela nafas panjang.
Rumahnya terasa sangat sepi, kemana keluarga nya?
"Sungchan, apa rumahku selalu sepi?"
Sungchan tersenyum canggung, hey dia dulu tinggal di luar negeri, Canada lebih tepatnya.
"Aku tidak tau, lebih baik sekarang kau masuk"
Mereka berdua-shotaro dan sungchan-masuk kedalam ruang tamu yang gelap.
Ctak
"KEJUTAN!!"
Kedua mata Shotaro membola.
Winwin berjalan ke arah Shotaro dengan membawa kue dan lilin angka 17.
"Selamat ulang tahun sayang" tepat di depan Shotaro, Winwin mengucapkan selamat dan memberikan kecupan manis di kening Shotaro.
"Buna"
"Make a wish sayang"
Shotaro tersenyum, kemudian menutup kedua matanya.
Semua orang tepuk tangan setelah Shotaro meniup lilinnya.
Mengerti akan situasi yang terjadi, Jaemin dengan cepat mengambil alih kue di tangan Winwin.
Winwin merentangkan kedua tangannya, dengan cepat Shotaro masuk ke dalam pelukan hangat sang Buna.
"Ekhem"suara huksy itu berhasil mengalihkan perhatian Shotaro.
"Ayah" Shotaro berlari kecil untuk segara memeluk ayahnya.
Yuta mengusap kepala Shotaro dengan lembut, lalu dengan jahil matanya melirik seseorang yang terlihat cemburu.
Senyum miring di wajahnya seakan mengejek orang itu dengan kata hey, kau cemburu denganku? Ayahnya sendiri?
KAMU SEDANG MEMBACA
SungTaro: Be With You
Não FicçãoWarning ‼️‼️‼️ B×B areaa‼️‼️‼️ Jangan salah lapak This is SungTaro story
