"Shotaro, kau tau. Di taman kota akan diadakan bazar makanan"
"Benarkah? Kapan?"
"Sabtu malam nanti, kita harus datang"
Shotaro mengiyakan ajakan Renjun, sejak dia datang ke Korea, dia belum pernah jalan-jalan keluar.
Untung saja Renjun mengajaknya ke bazar.
Pintu kamar Renjun terbuka dengan kasar.
"Wah wah, lihat lah ini. Kalian berdua akan pergi dan tidak mengajakku?"
Renjun menggeleng, "kami memang berencana pergi tanpa kau"
Jaemin memasang wajah se dramatis mungkin.
"Ya tuhan, kenapa aku punya kakak kembar yang sangat kejam"
Shotaro yang tidak tahan dengan drama dihadapannya itu langsung melempar bantal yang dipelukannya tepat di wajah Jaemin.
Jaemin yang tidak terima diperlakukan seperti itu, langsung melempar kembali bantalnya ke Shotaro.
"Bisakah kalian diam?" Perkataan Renjun itu membuat Jaemin langsung duduk di ranjang kakak kembarnya itu.
Shotaro dengan tenang tiduran sambil memeluk boneka moomin milik Renjun.
Shotaro yang sudah memejamkan matanya, menjadi terganggu karena pipinya di tusuk-tusuk jari Jaemin.
Ah, jika seperti ini, maka akan ada perang bantal yang terjadi!
"Hyung bisa diam tidak, aku sangat mengantuk"
Shotaro membalikkan badannya menghadap Renjun.
Renjun dengan sayang mengusap kepala Shotaro pelan, membuat sang empu semakin nyaman untuk tidur.
Jaemin menatap Renjun dengan dramatis.
"Apa?"
"Kenapa hyung tidak pernah bersikap lembut kepadaku? Kenapa hanya denagn Shotaro hyung menjadi lembut?"
Bukannya menjawab, Renjun lebih memilih memeluk tubuh Shotaro.
"YAK CEBOL KENAPA KAU MENGABAIKANKU HAH?"
Baiklah, lebih baik kita tinggalkan mulut berisik Jaemin
#####
"Sungchan, hyung dengar kau mencium Shotaro benar?"
Sungchan tanpa ragu-ragu, mengiyakan pertanyaan hyungnya itu.
"Iya hyung, memangnya kenapa? Bukankah hyung juga mencium Haechan sebelum kalian pacaran?"
Pertanyaan Sungchan membuat Mark tersedak, bukan ini maksudnya untuk bertanya kepada Sungchan.
Dia ingin menggoda adiknya itu, tapi kenapa dia yang kena imbasnya?
Ekhem, "baiklah, bagaimana dengan usahamu? Semua berjalan lancar?"
"Hyung, kau mengubah arah pembicaraan"
"Ya, kau tau dari mana?"
"Semua informasi ada di tangan Jung Sungchan" ucap Sungchan sambil memukul-mukul dadanya bangga.
"Gila, jadi bagaimana usahamu?"
"Semua berjalan lancar hyung, semua berkat bantuanmu"
"Tidak, jika kau tidak mau berusaha mungkin restoran mu akan bangkrut"
"Aku tidak akan membiarkannya bangkrut begitu saja, itu salah satu tabunganku untuk menikahi Shotaro"
"Dekati dulu, baru menikah"
#####
Kamar Renjun sangat berantakan.
Kapuk berhamburan dimana-mana.
Terdapat 3 orang yang masing-masing membawa bantal yang isinya sudah berhamburan keluar.
Mereka melakukan perang bantal!
Semua berawal dari teriakan Jaemin yang membuat Shotaro tidak bisa tidur, lalu dengan jengah Renjun memberikan hadiah bantal untuk Jaemin.
Dengan usil Jaemin memukul tubuh Shotaro dengan bantal yang dia bawa.
Dan karena tidak terima, Shotaro membalas Jaemin.
Dan terjadilah perang bantal antar saudara Nakamoto itu.
Winwin yang mendengar teriakkan dari kamar Renjun langsung membuka pintu itu.
"Astaga, apa yang sedang kalian lakukan?"
"Nana hyung yang mulai"
"Tidak tidak tidak, Renjun hyung yang mulai"
"Fitnah, Jaemin bun yabg mulai duluan"
"Jadi, siapa yang mulai duluan?" Suara huksy itu membuat ketiga bersaudara langsung terdiam.
"Kalian bersihkan kamar ini dulu, lalu temui ayah di bawah"
Winwin menutup kembali pintu kamar Renjun.
"Ini semua salahmu!"
"Lebih baik, kita langsung membereskan kekacauan ini, kalau tidak mau mendapatkan hukuman dari ayah"
Mereka bertiga langsung membersihkan kamar, walaupun tak jarang Jaemin dan Shotaro saling menyenggol dan menyalahkan.
#$#$#
"Jadi, katakan kepada ayah, siapa yang memulai?"
"Kami tidak tau yah" Jaemin menunduk.
"Lain kali jangan melakukan perang bantal lagi
Jika tanpa ayah"
KAMU SEDANG MEMBACA
SungTaro: Be With You
Non-FictionWarning ‼️‼️‼️ B×B areaa‼️‼️‼️ Jangan salah lapak This is SungTaro story
