Tandai kalo ada typo ya!!
Happy Reading!! Enjoy!!
*****
Zera dan Deva duduk di hadapan kedua orang tua Deva dan ibu Zera, Lyla. Hanya ada Lyla karena ayah Zera belum pulang dari perjalanan bisnisnya.
Sesuai ucapan Zera kemarin bahwa zera akan mengakhiri hubungan ini, Zera tidak ingin menjadi orang ketiga di hubungan Raya dan Deva dan zera pun tidak ingin perasaannya semakin jatuh kepada Deva.
"Aku ingin Berpisah dengan Deva," ucap Zera.
"Ada apa Nak? Apa Deva menyakiti kamu lagi?" Tanya Rere.
Zera menggeleng, "Gak Mah, Tetapi jika hubungan ini di lanjutkan aku dan Deva sama-sama sakit. Deva memiliki pilihannya sendiri." Ungkap Zera.
Deva menatap wajah Zera dari samping ada perasaan tidak suka ketika Zera mengatakan ingin berpisah dengan dirinya, Entah mengapa dada terasa sesak.
"Papah tidak setuju dengan keputusan kamu Zera, karena pernikahan bukan mainan yang dengan gampangnya memutuskan hubungan. Pernikahan mengikat antara dua keluarga." Ucap Edwin.
"Mamah setuju dengan ucapan Papah, kalian tidak bisa mengambil keputusan ini secara sepihak dan apa kamu Dev yang menyuruh Zera mengatakan ini?" Tanya Rere.
Semua orang yang ada di ruangan itu menatap Deva menunggu Jawaban Lelaki itu, Deva terdiam dengan pandangan terfokus tepat Dimata Zera.
Please Dev, bilang iya! Agar kita tidak tersakiti dan memilih jalan hidup masing-masing!. Batin Zera
"Dev tidak menginginkan perceraian ini mah," jawab Deva.
Zera menatap kecewa wajah Deva, mengapa lelaki yang bergelar suaminya itu mempersulitkan semuanya? Ini adalah kesempatan bagi mereka berdua.
"Jadi ini keputusan kamu sepihak nak?" Tanya Lyla.
Zera hanya menunduk dengan jari yang saling meremas untuk menghilangkan kekecewaan pada dirinya.
"Kami menolak permintaan kamu Zera, kurangi Ego kalian dan berusaha saling mencintai. Cinta dan sayang hadir karena terbiasa." Tutur Rere.
Deva berdiri dengan menarik tangan Zera, "Kami pulang dulu." Hanya itu ucapan Deva dan meninggalkan para orang tua, zera hanya bisa mengikuti langkah Deva.
Deva mendorong tubuh Zera memasuki mobil Deva melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi tangan yang mencengkram kuat stir mobil, amarah nya memuncak saat ibunya berbicara cinta datang karena terbiasa, Deva akui itu benar tetapi hatinya hanya untuk raya.
Menghentikan mobilnya di tepi jalan yang sepi Deva menatap Zera yang sedari tadi menangis, Deva mencengkram dagu Zera.
"Ini yang akan terjadi jika Lo ungkapin semuanya Bodoh! Mereka menolak dan sebentar lagi gue gak akan di percayai untuk memegang perusahaan cabang Zera! Ini kan yang Lo inginkan?!" Sentak Deva.
Zera menggeleng, "B-bukan itu-" ucapan Zera tertahan saat tangan Deva turun ke lehernya untuk mencekik Zera.
Deva terus menekan leher Zera hingga wajah Zera pucat, Zera sedari tadi memukul dada Deva untuk menghentikan cekikkan Deva. Hingga pukulan itu melemah dan mata zera meredup, dan baru saja Deva melepaskan cekikkan itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
BAD HUSBAND [Selesai]
ChickLit[⚠ DON'T COPY MY STORY!!] [⚠ BUDAYAKAN VOTE SETELAH MEMBACA!!] __________________________________________________ Menikah muda bukan lah impian seorang gadis bernama Nafeesa Zeraiah, Zera gadis berlesung pipi itu selalu terkena amarah sang suami. Ra...
![BAD HUSBAND [Selesai]](https://img.wattpad.com/cover/262624590-64-k404245.jpg)