Happy Reading!!
Tolong tandai jika ada typo!!
*****
Deva mengerjapkan matanya dan memegang dahinya pusing, "Sialan gue mabuk terlalu banyak," Ucap Deva.
Deva menarik selimut untuk menutupi tubuh nya yang tidak memakai sehelai benang pun. Deva melihat ke samping tempat tidur tidak ada siapa-siapa, tetapi mata pandangan Deva terpaku pada noda merah.
"Gue nyentuh Zera? Gak! Gak mungkin Kemarin malam cuman mimpi!" Ucap Deva penik.
Cepat-cepat lelaki itu membersihkan tubuhnya dan turun menemui Zera di lantai bawah, tetapi Deva tidak menemukan Zera yang ada hanya kucing gadis itu yang sedang tidur di sofa ruang tamu.
Deva menelpon zera tetapi gadis itu meninggalkan handphone nya di kamar mereka, Deva mengacak rambutnya kenapa dirinya harus menyentuh gadis yang dirinya benci.
Deva terduduk di atas tempat tidur yang masih berantakan karena kegiatan mereka semalam, Deva mabuk karena Raya yang mengatakan akan menikah dengan anak teman ayahnya. Keluarga Raya selalu meminta Deva cepat-cepat menikahi Raya.
Karena emosi Deva pergi bersama temannya ke club, niat hati ingin menenangkan pikiran tetapi dirinya malah minum terlalu banyak.
"Kenapa gue harus nyentuh Zera sih?! Makin susah gue untuk nikahin Raya, Lo tolol banget Dev!!" Umpat Deva pada dirinya sendiri.
Deva kembali ke lantai bawah dan menemui kucing milik Zera, Deva duduk di samping kucing itu. Ocil mendekati Deva dan duduk di pangkuan Deva.
Deva memindahkan kucing itu agar tidak duduk di pangkuan nya, Deva menghela nafas panjang pikirannya berkelana, Deva takut Zera pergi dari rumah dan jika Zera pergi dari rumah untuk selamanya dirinya yang akan kena imbasnya.
"Raya gue harus apa? Kenapa Zera harus datang, kalo ini takdir Tuhan gue gak bisa nerima. Gue cintanya sama Lo raya."
*****
Zera masih tidur dengan selimut yang menggulung tubuh mungilnya, Zera pergi ke rumah orangtuanya karena mendapatkan kabar bahwa ayahnya akan pulang hari ini.
Setelah mereka melakukan hubungan intim, Zera memilih pergi pagi-pagi dari rumahnya untuk datang ke rumah orangtuanya dan sengaja meninggalkan handphonenya.
Di balik selimut Zera menangis, bahkan ketika datang ke rumah ini ibunya menanyakan kenapa matanya sembab dan cara berjalannya yang aneh. Inti tubuhnya sakit.
"Sayang, bangun jangan tidur terus ini udah siang." Zera mengenali suara itu, suara ayahnya.
Zera melihat sedikit dari celah selimut dan ternyata benar ayahnya sudah pulang Zera langsung memeluk tubuh sang ayah.
Zayn tertawa kecil melihat tingkah laku anaknya, Zera melepaskan pelukannya dan menyodorkan tangannya. Meminta barang titipannya yang Zera pesan kepada Zayn untuk membelikan nya.
"Ada di bawah, kamu nangis? Kenapa ada yang jahatin kamu? Atau suami kamu yang jahatin kamu? Oh iya ayah gak liat suami kamu?" Tanya Zayn beruntun.
"Ayah kalo tanya satu satu dong, Zera nangis karena ayah, Ayah lama pulangnya. Emang Zera punya suami?" Ucap Zera Dengan suara seraknya karena terlalu lama menangis.
KAMU SEDANG MEMBACA
BAD HUSBAND [Selesai]
ChickLit[⚠ DON'T COPY MY STORY!!] [⚠ BUDAYAKAN VOTE SETELAH MEMBACA!!] __________________________________________________ Menikah muda bukan lah impian seorang gadis bernama Nafeesa Zeraiah, Zera gadis berlesung pipi itu selalu terkena amarah sang suami. Ra...
![BAD HUSBAND [Selesai]](https://img.wattpad.com/cover/262624590-64-k404245.jpg)